PENGARUH AKTIVITAS FISIK JALAN KAKI TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS II SUKOLILO PATI

Penulis

  • Indhaka Syahrul Mubarrok Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Heny Siswanti Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Sukarmin Universitas Muhammadiyah Kudus

Kata Kunci:

Aktivitas Fisik, Diabetes Mellitus, Jalan Kaki, Kadar Gula Darah

Abstrak

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak dikendalikan. Aktivitas fisik, khususnya jalan kaki, dapat menjadi intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah dilakukan. Studi pendahuluan di Puskesmas II Sukolilo menunjukkan rata-rata kadar gula darah 8 lansia penderita DM sebesar 245 mg/dL. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aktivitas fisik jalan kaki terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien DM di Puskesmas II Sukolilo Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan desain quasi experiment pretest-posttest control group dengan 38 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 19 responden. Kelompok intervensi diberikan aktivitas fisik jalan kaki selama 30 menit, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar. Kadar gula darah diukur menggunakan glukometer sebelum dan sesudah penelitian. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar gula darah kelompok intervensi menurun dari 226,37 mg/dL menjadi 197,11 mg/dL, dengan penurunan sebesar 29,26 mg/dL, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 223,68 mg/dL menjadi 223,79 mg/dL sebesar 0,11 mg/dL. Uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,001 pada kelompok intervensi dan 0,681 pada kelompok kontrol, sedangkan uji Mann-Whitney menunjukkan p-value 0,001. Dengan demikian, aktivitas fisik jalan kaki selama 30 menit berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas II Sukolilo Kabupaten Pati.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31