GAMBARAN KEBUTUHAN SPRITUAL PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS CILAKU
Kata Kunci:
Kebutuhan Spiritual, Diabetes Melitus Tipe 2, LansiaAbstrak
Pendahuluan : Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat memberikan dampak fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Kebutuhan spiritual menjadi salah satu aspek penting dalam membantu pasien menghadapi penyakit kronis, meningkatkan ketenangan batin, serta mendukung kemampuan beradaptasi terhadap kondisi penyakit. Tujuan : Mengetahui gambaran kebutuhan spiritual pada lansia dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cilaku Kabupaten Cianjur. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 88 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan kuesioner kebutuhan spiritual, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebutuhan spiritual dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 44 responden (50%), kategori tinggi sebanyak 29 responden (33%), dan kategori rendah sebanyak 15 responden (17%). Kesimpulan dan saran : Sebagian besar lansia dengan DM Tipe 2 memiliki kebutuhan spiritual dalam kategori sedang. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memperhatikan aspek spiritual dalam pemberian pelayanan kesehatan melalui dukungan spiritual, komunikasi terapeutik, serta melibatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien.
Introduction : Type 2 Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that can have physical, psychological, social, and spiritual impacts. Spiritual needs constitute a crucial aspect in helping patients cope with chronic illness, fostering inner peace, and supporting their ability to adapt to the condition. Objective : To determine the profile of spiritual needs among the elderly with Type 2 Diabetes Mellitus at the Cilaku Community Health Center, Cianjur Regency. Method : This study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 88 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires on respondent characteristics and spiritual needs, then analyzed via univariate analysis using frequency distributions and percentages. Results : The study results indicate that the majority of respondents fell into the moderate category for spiritual needs (44 respondents or 50%), followed by the high category (29 respondents or 33%) and the low category (15 respondents or 17%). Conclusion : Most elderly individuals with Type 2 DM have spiritual needs falling within the moderate category. It is recommended that healthcare professionals consider spiritual aspects when providing care—specifically through spiritual support, therapeutic communication, and involving families in meeting patients' spiritual needs.




