EFEKTIVITAS POSTNATAL MASSAGE DALAM MEMPERCEPAT INVOLUSI UTERI BERDASARKAN PENGUKURAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU NIFAS

Penulis

  • Papat Patimah STIKes Permata Nusantara
  • Dhinny Novryanthi Universitas Muhammadyah Sukabumi
  • Nazmi Rizkania S Putri STIKes Permata Nusantara

Kata Kunci:

Postnatal Massage, Involusi Uteri, Tinggi Fundus Uteri, Ibu Nifas

Abstrak

Perdarahan postpartum masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di dunia maupun di Indonesia. Sebagian besar perdarahan postpartum terjadi akibat atonia uteri, yaitu kondisi ketika otot uterus gagal berkontraksi secara efektif setelah persalinan. Kontraksi uterus yang optimal sangat diperlukan untuk menjepit pembuluh darah bekas implantasi plasenta sehingga dapat menghentikan perdarahan dan mempercepat proses involusi uterus. Oleh karena itu, berbagai upaya nonfarmakologis dikembangkan untuk meningkatkan kontraksi uterus dan mempercepat involusi selama masa nifas. Desain penelitian menggunakan Quasi Experimental menggunakan Pretest–Posttest Control Group Design. Desain ini digunakan untuk mengetahui efektivitas pemberian postnatal massage terhadap percepatan involusi uteri berdasarkan pengukuran tinggi fundus uteri (TFU) pada ibu nifas. Teknik penelitian ini menggunakan Purposive Sampling, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang memperoleh postnatal massage mengalami penurunan tinggi fundus uteri lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Analisis statistik menggunakan Independent t-test menunjukkan nilai p = 0,001 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa postnatal massage efektif mempercepat involusi uteri. Secara fisiologis, pijatan pada masa postpartum memberikan stimulasi pada sistem saraf parasimpatis yang meningkatkan rasa relaksasi serta merangsang pelepasan hormon oksitosin melalui hipofisis posterior. Penerapannya perlu didukung oleh SOP, pelatihan tenaga kesehatan, edukasi kepada ibu dan keluarga, serta integrasi dalam pembelajaran keperawatan dan kebidanan. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan sampel yang lebih besar, wilayah yang lebih luas, serta membandingkan postnatal massage dengan intervensi lain dan menggunakan indikator pemulihan ibu nifas yang lebih beragam.

Postpartum hemorrhage remains a leading cause of maternal mortality globally and in Indonesia. Most cases of postpartum hemorrhage result from uterine atony, a condition where the uterine muscles fail to contract effectively after childbirth. Optimal uterine contraction is essential to compress the blood vessels at the former placental implantation site, thereby stopping bleeding and accelerating uterine involution. Consequently, various non-pharmacological interventions have been developed to enhance uterine contractions and accelerate involution during the postpartum period. This study employed a quasi-experimental design—specifically, a pretest-posttest control group design—to determine the effectiveness of postnatal massage in accelerating uterine involution, as measured by fundal height (TFU) in postpartum mothers. Purposive sampling was used to select participants. The results showed a greater reduction in fundal height in the group receiving postnatal massage compared to the control group. Statistical analysis using an independent t-test yielded a p-value of 0.001 (p<0.05), leading to the conclusion that postnatal massage is effective in accelerating uterine involution. Physiologically, postpartum massage stimulates the parasympathetic nervous system, promoting relaxation and triggering the release of oxytocin from the posterior pituitary gland. Implementation requires support through standard operating procedures (SOPs), healthcare worker training, education for mothers and their families, and integration into nursing and midwifery curricula. Furthermore, future research should involve larger samples and broader geographic areas, compare postnatal massage with other interventions, and utilize a wider range of indicators for postpartum maternal recovery.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31