PENERAPAN CALF STRETCHING DALAM MEMBANTU MENGURANGI FREKUENSI KRAM KAKI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III: STUDI KASUS

Penulis

  • Amalia Brilliandhini STIK Sint Carolus Jakarta
  • Theresia Budi Lestari STIK Sint Carolus Jakarta

Kata Kunci:

Calf Stretching Exercise, Kram Kaki, Hamil Trimester III, Frekuensi Kram

Abstrak

Latar Belakang: Kram kaki merupakan salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil trimester III dan dapat mengganggu tidur serta kenyamanan. Calf Stretching Exercise merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan Calf Stretching Exercise terhadap perubahan frekuensi kram kaki pada ibu hamil trimester III. Metode: Studi kasus deskriptif dilakukan pada dua ibu hamil trimester III yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria inklusi. Frekuensi kram dicatat selama 7 hari sebelum intervensi sebagai baseline dan dibandingkan dengan 7 hari terakhir setelah intervensi. Calf Stretching dilakukan 2 kali sehari, pagi dan sebelum tidur, selama 2 minggu. Setiap sesi dilakukan pada kedua tungkai, dengan peregangan 30 detik dan diulang 3 kali pada masing-masing tungkai. Luaran utama adalah frekuensi kram dalam kali/minggu. Hasil: Responden 1 mengalami penurunan frekuensi kram dari 3–4 kali/minggu menjadi 1–2 kali/minggu. Responden 2 mengalami penurunan dari 2–3 kali/minggu menjadi 0–1 kali/minggu. Kedua responden juga melaporkan kram lebih ringan dan lebih nyaman setelah latihan serta mampu melakukan teknik secara mandiri. Data kuantitatif utama berupa perubahan frekuensi kejadian kram per minggu. Kesimpulan: Penerapan Calf Stretching Exercise selama 2 minggu menunjukkan adanya penurunan frekuensi kram kaki pada kedua responden.

Background: Leg cramps are common in the third trimester of pregnancy and may disturb sleep and comfort. Calf Stretching is a simple non-pharmacological intervention that can be performed independently. Objective: To describe changes in the frequency of leg cramps after the application of Calf Stretching in third-trimester pregnant women. Methods: A descriptive case study was conducted in two third-trimester pregnant women selected purposively according to the inclusion criteria. Cramp frequency was recorded for 7 days before the intervention as baseline and compared with the last 7 days after the intervention. Calf Stretching was performed twice daily, in the morning and before bedtime, for 2 weeks. Each session was performed on both legs, with a 30-second stretch repeated three times on each leg. Results: Respondent 1 showed a decrease in cramp frequency from 3–4 to 1–2 times/week, while Respondent 2 decreased from 2–3 to 0–1 times/week. Conclusion: Calf Stretching applied for 2 weeks was followed by a decrease in leg-cramp frequency in both respondents. The findings are descriptive and cannot establish causal effectiveness.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29