KETAHANAN KESEHATAN MASYARAKAT PESISIR BELAWAN TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN BENCANA ALAM

Penulis

  • Nurhayati Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Dinda Mutiara Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Putri Aswita Hani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nabila Wahyuni Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Kata Kunci:

Kesehatan Masyarakat, Ketahanan Masyarakat, Layanan Kesehatan, Perubahan Iklim, Pesisir

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat pesisir di Belawan serta
dampak perubahan iklim dan bencana alam terhadap kesehatan mereka. Selain itu, penelitian ini juga
mengidentifikasi program mitigasi dan adaptasi yang dilaksanakan oleh masyarakat dan pemerintah
untuk meningkatkan ketahanan kesehatan, dan mengevaluasi efektivitas program-program tersebut.
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 20
responden, terdiri dari 20% laki-laki dan 80% perempuan. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat
pesisir di "Lorong Stasiun Belawan 1 Medan Kota Belawan" menghadapi berbagai masalah kesehatan
seperti penyakit gatal-gatal (40%), DBD (15%), flu dan batuk (20%), penyakit paru-paru (5%), dan
biang keringat (10%). Tantangan utama yang dihadapi akibat cuaca ekstrem dan perubahan iklim
meliputi kurangnya penghasilan (5%), pasang surut air laut yang naik hingga ke atas rumah (10%),
banjir (10%), kesulitan tidur karena cuaca panas (20%), dan kesulitan beraktivitas (5%). Sebanyak
95% responden melaporkan pekerjaan mereka terhalang oleh cuaca ekstrem, dengan mayoritas
bekerja sebagai nelayan, dan 75% menyatakan perubahan iklim mempengaruhi kesehatan mereka.
Program pemerintah seperti BPJS, KIP, KIS, PKH, BBNT, dan program lansia memiliki partisipasi
sebesar 85%. Bantuan non-pemerintah diterima oleh 5% responden. Respon terhadap bencana
melibatkan 45% masyarakat, dengan 40% melakukan evakuasi. Akses terhadap layanan kesehatan
dianggap baik oleh 70% responden. Partisipasi dalam program kesehatan khusus, seperti bantuan
beras, PKH, BPJS, bantuan bayi, dan lansia, mencapai 95%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
kondisi kesehatan masyarakat pesisir Belawan masih memprihatinkan akibat pengaruh perubahan
iklim dan bencana alam, dengan faktor kemiskinan, keterbelakangan sosial budaya, serta rendahnya
sumber daya manusia turut berkontribusi terhadap rendahnya kualitas kesehatan masyarakat pesisir.

Unduhan

Diterbitkan

2024-06-30