Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi id-ID Mon, 29 Jun 2026 18:26:18 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/22711 <p>Kekerasan terhadap perempuan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dan bersifat multidimensional. Di Indonesia, data Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan mencatat lonjakan kasus Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan (KBGtP) sebesar 14,17%, dari 289.111 kasus menjadi 330.097 kasus pada tahun 2024. Kekerasan ini tidak hanya menimbulkan cedera fisik, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan reproduksi dan seksual korban, meliputi Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), Infeksi Menular Seksual (IMS), hingga gangguan psikologis kronis seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Jurnal ini bertujuan menganalisis berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan, dampak klinisnya terhadap kesehatan reproduksi dan seksual, serta mengevaluasi respons hukum nasional melalui UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa akar permasalahan terletak pada budaya patriarki yang menciptakan ketimpangan relasi kuasa, diperparah rendahnya pengetahuan remaja tentang hak reproduksi (48,5%). Diperlukan penguatan regulasi, edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif, dan penguatan lembaga perlindungan korban.</p> <p><em>Violence against women is a serious and multidimensional public health problem. In Indonesia, data from the Annual Report (CATAHU) of Komnas Perempuan recorded a 14.17% increase in Gender-Based Violence against Women (GBVaW) cases, from 289,111 to 330,097 cases in 2024. This violence not only causes physical injury, but also has serious impacts on reproductive and sexual health, including unwanted pregnancy, sexually transmitted infections (STIs), and chronic psychological disorders such as Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). This paper aims to analyze various forms of violence against women, their clinical impacts on reproductive and sexual health, and evaluate national legal responses through Law No. 12 of 2022 on Sexual Violence Crimes. A systematic literature review with a descriptive qualitative approach was used. The analysis reveals that the root causes lie in patriarchal culture creating power imbalances, compounded by low adolescent knowledge of reproductive rights (48.5%). Strengthening regulations, comprehensive reproductive health education, and strengthened victim protection institutions are urgently needed.</em></p> Nurhayati, Dea Rosalina Ritonga, Nadia Syahputri Sinaga, Rika Aulia Maharani Siregar, Debby Widitya, Raisya Rhadella Br Ginting Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/22711 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS ZAT GIZI DAN TINGKAT KESUKAAN TERHADAP GUMMY JAMBU BIJI MERAH DAN WORTEL SEBAGAI CAMILAN UNTUK MENINGKATAN VITAMIN C https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/23385 <p>Gummy merupakan camilan yang disukai dari berbagai kalangan. Umumnya gummy tidak mengandung zat gizi dalam jumlah yang tinggi. Penambahan jambu biji merah dan wortel mejadi alternatif untuk meningkatkan kandungan vitamin C dalam produk gummy. Jambu biji merah mengandung 87 mg vitamin C dan Wortel mengandung 18 mg vitamin C per 100 gram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis zat gizi dan tingkat kesukaan terhadap gummy jambu biji merah dan wortel sebagai camilan untuk meningkatkan vitamin C. Desain penelitian ini menggunakan true experimental desain dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa F1 (75:25) terpilih sebagai formulasi terbaik dengan karakteristik warna merah kecoklatan, aroma khas jambu biji merah, rasa manis, tekstur agak keras dan aftertaste tidak getir. Hasil analisis kimia pada F1 mengandung kadar air 18,16% kadar abu 1,99%, Vitamin C 26,8 mg, dan aktivitas antioksidan 91,81 mg/L. Kesimpulan penelitian ini adalah gummy jambu biji merah dan wortel dapat dijadikan cemilan fungsional yang pontesial untuk meningkatkan asupan vitamin C dan dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.</p> <p><em>Gummy was a popular snack enjoyed by people of all ages. However, conventional gummies generally contained low levels of nutrients. The addition of red guava and carrot offered an alternative to enhance the vitamin C content in gummy products. Red guava contained 87 mg of vitamin C, while carrot contained 18 mg per 100 grams. This study aimed to analyze the nutritional content and consumer acceptance of red guava and carrot-based gummy as a functional snack to increase vitamin C intake. The research employed a true experimental design using a Completely Randomized Design (CRD). The results showed that formulation F1 (75:25) was selected as the best formulation, characterized by a reddish-brown color, distinct red guava aroma, sweet taste, slightly firm texture, and no bitter aftertaste. Chemical analysis of F1 showed it contained 18.16% moisture, 1.99% ash, 26.8 mg of vitamin C, and 91.81 mg/L of antioxidant activity. In conclusion, red guava and carrot gummy could be considered a potential functional snack to help increase vitamin C intake and support immune health.</em></p> Husna Wirdatun, Ratih Kurniasari, Eka Andriani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/23385 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI ANAK DI LINGKUNGAN PESANTREN KAMPUNG CIJOHO KABUPATEN CIANJUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/22891 <p>Pendahuluan: Imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit infeksi yang efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pengetahuan ibu tentang imunisasi memegang peranan penting dalam keberhasilan program imunisasi, karena ibu merupakan pengambil keputusan utama dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan anak. Fenomena yang ditemukan di lingkungan Pesantren Kampung Cijoho Kabupaten Cianjur menunjukkan bahwa masih terdapat ibu yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai imunisasi anak, meliputi manfaat, jenis, jadwal pemberian, dan efek samping imunisasi.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang imunisasi anak di lingkungan Pesantren Kampung Cijoho Kabupaten Cianjur.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 0–5 tahun di lingkungan Pesantren Kampung Cijoho Kabupaten Cianjur sebanyak 109 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup yang terdiri dari 15 pertanyaan mengenai pengertian, tujuan, jenis, jadwal, dan efek samping imunisasi. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang imunisasi anak, yaitu sebanyak 83 responden (76,1%), sedangkan responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 15 responden (13,8%) dan tingkat pengetahuan rendah sebanyak 11 responden (10,1%). Mayoritas responden berusia 20–25 tahun sebanyak 44 orang (40,4%), beragama Islam (100%), bersuku Sunda sebanyak 103 orang (94,5%), berpendidikan SMP sebanyak 53 orang (48,6%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 92 orang (84,4%).Kesimpulan dan saran: Tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi anak di lingkungan Pesantren Kampung Cijoho Kabupaten Cianjur sebagian besar berada pada kategori cukup. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan kegiatan pendidikan kesehatan dan penyuluhan mengenai imunisasi kepada ibu agar pengetahuan tentang manfaat, jenis, jadwal, dan efek samping imunisasi semakin meningkat sehingga dapat mendukung kelengkapan imunisasi pada anak.</p> <p><em>Introduction : Immunization is one of the effective efforts to prevent infectious diseases and protect children from various vaccine-preventable diseases. A mother's knowledge about immunization plays a crucial role in the success of the immunization program, as mothers are the primary decision-makers in fulfilling their children's health needs. The phenomenon observed in the Pesantren Kampung Cijoho environment, Cianjur Regency, indicates that there are still mothers with limited knowledge about child immunization, including its benefits, types, administration schedule, and side effects.Objective : Knowing the overview of mothers' knowledge about child immunization in the Pesantren Kampung Cijoho, Cianjur Regency.Method : This research uses a quantitative descriptive research design. The population in this study consists of all mothers with children aged 0–5 years in the Pesantren Kampung Cijoho area, Cianjur Regency, totaling 109 people. The sampling technique used is total sampling, so the entire population is made the research sample. The research instrument used a closed questionnaire consisting of 15 questions regarding the definition, purpose, types, schedule, and side effects of immunization. Data analysis was conducted univariately with frequency distribution and percentage. Results : The research results show that the majority of respondents have a sufficient level of knowledge about child immunization, with 83 respondents (76.1%) having a sufficient level of knowledge, while 15 respondents (13.8%) have a good level of knowledge and 11 respondents (10.1%) have a low level of knowledge. The majority of respondents were aged 20–25 years, totaling 44 people (40.4%), were Muslim (100%), were Sundanese totaling 103 people (94.5%), had a junior high school education totaling 53 people (48.6%), and worked as housewives totaling 92 people (84.4%).Conclusion and recommendation : The level of mothers' knowledge about child immunization in the Pesantren Kampung Cijoho area, Cianjur Regency, is mostly in the sufficient category. It is hoped that health workers can enhance health education and counseling activities regarding immunization for mothers so that knowledge about the benefits, types, schedules, and side effects of immunization increases, thereby supporting the completeness of immunization in children.</em></p> Nabila Isty Dwi Nur Anjani, Obar, Papat Patimah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/22891 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PERILAKU BERKENDARA, KELAYAKAN KENDARAAN, DAN KONDISI JALAN DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PENGEMUDI PICK-UPMUATANIKANLARANTUKA-MAUMERE https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/22787 <p>Kecelakaan kerja pada pengemudi pick-up muatan ikan merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses distribusi hasil perikanan, dikarenakan tingginya risiko kecelakaan yang dapat dialami selama aktivitas berlangsung. Terdapat tiga faktor utama yang diduga berperan dalam kejadian kecelakaan yaitu perilaku berkendara, kelayakkan kendaraan, dan kondisi jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku berkedara, kelayakkan kendaraan, dan kondisi jalan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pengemudi pick-up muatan ikan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah pengemudi pick-up muatan ikan pada rute Larantuka-Maumere dengan jumlah 55 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson Chi-quare secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antra perilaku berkendara dengan kejadian kecelakaan kerja (p=0,002) dengan nilai OR= 10,640 (CI 95%:2,425-46,679) dan PR= 5,017. Hal ini menunjukan bahwa pengemudi dengan perilaku berkendara tidak aman memiliki kemungkinan mengalami kecelakaan lebih besar dibandingkan dengan pengemudi yang berperilaku aman. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan antara kelayakkan kendaraan dengan kejadian kecelakaan kerja (p=0,530;OR=1,864;CI 95%: 0,154- 22,500;PR= 1,576), dan tidak terdapat hubungan antara kondisi jalan dengan kejadian kecelakaan kerja (p= 1,0000). Hal ini diduga dipengaruhi oleh keterbatasan penelitian yaitu kurangnya variasi data, serta kesamaan kondisi responden di lapangan sehingga hubungan antar variabel tidak dapat digambarkan secara optimal. Disarankan kepada instansi untuk lebih memfokuskan pada peningkatan perlaku berkendara sebagai upaya penurunan risiko kecelakaan.</p> <p><em>Occupational accidents among fish-laden pick-up drivers constitute an important aspect that needs to be considered in the fishery product distribution process, due to the high risk of accidents that may occur during operations. Three main factors are suspected to contribute to accident occurrence, namely driving behavior, vehicle roadworthiness, and road conditions. This study aims to analyze the relationship between driving behavior, vehicle roadworthiness, and road conditions with the occurrence of occupational accidents among fish-laden pick- up drivers. This study employed a quantitative Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Pearson Chi-square test through univariate and bivariate analyses. The results showed that there was a significant relationship between driving behavior and occupational accidents (p = 0.002), with an OR value of 10.640 (95% CI: 2.425–46.679) and PR of 5.017. This indicates that drivers with unsafe driving behavior are more likely to experience accidents compared to those with safe behavior.In contrast , there was no significant relationship between vehicle roadworthiness and occupational accidents (p = 0.530; OR = 1.864; 95% CI: 0.154–22.500; PR = 1.576), and no relationship was found between road conditions and occupational accidents (p = 1.000). The absence of relationships in the vehicle and road condition variables is likely influenced by study limitations, including limited data variation and homogeneous respondent conditions, which hindered optimal analysis of variable associations. It is recommended that relevant institutions focus more on improving driving behavior as an effort to reduce accident risk.</em></p> Pinkan Cahaya Casandra Bolle, Jacob Matheos Ratu, Noorce Ch. Berek, Luh Putu Ruliati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/22787 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PEER SUPPORT TERHADAP KECEMASAN LANSIA YANG MENGALAMI MASALAH KRONIS DI DESA SUKAMANAH KABUPATEN CIANJUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/22995 <p>Penyakit kronis pada lansia dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis, salah satunya kecemasan. Kecemasan yang tidak tertangani dapat menurunkan kualitas hidup dan menghambat aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi kecemasan pada lansia adalah peer support atau dukungan sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer support terhadap tingkat kecemasan pada lansia yang mengalami masalah kronis di Desa Sukamanah, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimental melalui rancangan one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 30 lansia dengan penyakit kronis, dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner kecemasan sebelum dan sesudah intervensi peer support. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Sebelum diberikan intervensi peer support, sebagian besar responden berada pada kategori normal sebanyak 20 responden (66,7%) dan kategori kecemasan ringan sebanyak 10 responden (33,3%). Setelah intervensi, jumlah responden dengan kategori normal meningkat menjadi 28 responden (93,3%), sedangkan kategori kecemasan ringan menurun menjadi 2 responden (6,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,742 dengan nilai p = 0,000 (p&lt;0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian peer support terhadap penurunan tingkat kecemasan pada lansia yang mengalami masalah kronis. Kesimpulan intervensi peer support terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia dengan masalah kronis di Desa Sukamanah, Kabupaten Cianjur. Peer support dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis berbasis komunitas untuk meningkatkan kesehatan psikologis lansia.</p> Tavana Saputri, Obar, Ricko Dwi Haryanto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/22995 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 GAMBARAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT PUSKESMAS DI KABUPATEN ROTE NDAO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/22814 <p>Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan menghasilkan limbah medis padat yang memerlukan pengelolaan pada setiap tahapan, mulai dari pengurangan dan pemilahan hingga pengolahan limbah sesuai ketentuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan limbah medis padat yang meliputi tahapan pengurangan dan pemilahan, pengangkutan internal, penyimpanan sementara, dan pengolahan internal di Puskesmas Oelaba, Puskesmas Batutua, dan Puskesmas Delha di Kabupaten Rote Ndao. Ketiga puskesmas tersebut dipilih karena merupakan puskesmas rawat inap yang menghasilkan limbah medis padat dengan jenis yang lebih beragam dan jumlah yang lebih banyak dibandingkan puskesmas non rawat inap. Pemilihan Kabupaten Rote Ndao sebagai lokasi penelitian didasarkan pada masih terbatasnya kajian mengenai pengelolaan limbah medis padat Puskesmas di wilayah tersebut, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pengelolaan limbah medis padat infeksius sesuai ketentuan yang berlaku. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2026. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan dan santarian pada ketiga puskesmas yang berjumlah 31 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap pengurangan dan pemilahan limbah medis di Puskesmas Oelaba, Puskesmas Batutua, dan Puskesmas Delha memenuhi syarat; tahap pengangkutan internal memenuhi syarat; tahap penyimpanan sementara pada ketiga puskesmas tidak memenuhi syarat; Pengolahan internal limbah medis padat, di Puskesmas Oelaba, Puskesmas Batutua, dan Puskesmas Delha tidak memenuhi syarat.</p> <p><em>Community health centers, as healthcare facilities, generate solid medical waste that requires management at every stage, from reduction and sorting to waste treatment in accordance with applicable regulations. This study aims to describe the management of solid medical waste, including the stages of reduction and sorting, internal transport, temporary storage, and internal treatment at the Oelaba Community Health Center, the Batutua Community Health Center, and the Delha Community Health Center in Rote Ndao Regency. These three health centers were selected because they are inpatient facilities that generate a wider variety and larger volume of solid medical waste compared to non-inpatient health centers. Rote Ndao Regency was chosen as the study location due to the limited existing research on solid medical waste management at health centers in the region, making it necessary to conduct this study to obtain an overview of the implementation of infectious solid medical waste management in accordance with applicable regulations. The study design is a descriptive study using a survey method. The study was conducted from April to May 2026. The population and sample in this study consisted of health workers and sanitation staff at the three community health centers, totaling 31 respondents. The results of the study indicate that the medical waste reduction and sorting stages at the Oelaba, Batutua, and Delha Community Health Centers met the requirements; the internal transport stage met the requirements; the temporary storage stage at all three community health centers did not meet the requirements; and the internal processing of solid medical waste at the Oelaba, Batutua, and Delha Community Health Centers did not meet the requirements.</em></p> Cindy Monalisa Lifu, Soni Doke, Mustakim Sahdan, Agus Setyobudi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/22814 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000