Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi id-ID Tue, 29 Sep 2026 19:17:15 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS PATELLAFEMORAL PAIN (RUNERS KNEE) DI RUMAH SAKIT EFARINA ETAHAM PEMATANG SIANTAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/26457 <p>Latar Belakang: Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS) atau runner's knee merupakan gangguan muskuloskeletal yang ditandai dengan nyeri pada bagian anterior lutut. Kondisi ini sering terjadi akibat penggunaan lutut secara berlebihan (overuse), kelemahan otot quadriceps, gangguan biomekanik, serta maltracking patela yang dapat menurunkan kemampuan fungsional pasien. Fisioterapi berperan penting dalam mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, dan mengembalikan kemampuan fungsional. Tujuan: Mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dalam menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otot, dan memperbaiki kemampuan fungsional pada pasien dengan Patellofemoral Pain Syndrome. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada seorang pasien laki-laki berusia 16 tahun dengan diagnosis Patellofemoral Pain Syndrome di Rumah Sakit Efarina Etaham Pematang Siantar. Intervensi fisioterapi yang diberikan berupa Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan terapi latihan yang meliputi Open Kinetic Chain (OKC) dan Closed Kinetic Chain (CKC) selama enam kali terapi. Evaluasi dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS), Manual Muscle Testing (MMT), serta penilaian kemampuan fungsional menggunakan Skala Jette. Hasil: Setelah enam kali intervensi fisioterapi, terjadi penurunan nyeri yang ditunjukkan oleh skor VAS, yaitu nyeri diam dari 2 menjadi 0, nyeri tekan dari 7 menjadi 4, dan nyeri gerak dari 4 menjadi 1. Kekuatan otot tetap baik (MMT 5), sedangkan kemampuan fungsional pasien mengalami peningkatan sehingga aktivitas seperti berjalan, duduk ke berdiri, dan naik turun tangga menjadi lebih baik. Kesimpulan: Pemberian modalitas Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) yang dikombinasikan dengan terapi latihan Open Kinetic Chain (OKC) dan Closed Kinetic Chain (CKC) efektif dalam mengurangi nyeri serta meningkatkan kemampuan fungsional pada pasien dengan Patellofemoral Pain Syndrome (Runner's Knee).</p> Fransius P Sinaga, Isa Harpika Br Ginting Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/26457 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER 3 PRIMIGRAVIDA DI TPMB BIDAN VIANDIKA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/27742 <p>Agren Tengga Wuasu (2025) Pengaruh Dukungan Suami Terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Hamil Trimester 3 Primigravida Di Tpmb Bidan Viandika. Program Studi S1 Ilmu Keperawatan. Stikes Maharani Malang. Pembimbing Ns. Andi Surya Kurniawan, M. Kep. Kecemasan Ibu hamil yang baru memasuki fase trimester 3 primigravida sangat rentan mengalami kecemasan yang di tandai dengan stres yang tidak beraturan kecemasan yang sering terjadi pada ibu hamil trimester 3 adalah, ketidakseimbangan hormon yang sering kali menimbulkan rasa kuatir yang berlebihan. Dukungan yang diberikan oleh suami selama kehamilan memiliki peranan penting dalam membantu ibu menghadapi perubahan dan ketidaknyamanan, khususnya dalam mengurangi tingkat kecemasan menjelang proses persalinan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III di TPMB Bidan Viandika.Penelitian ini menerapkan metode korelasional dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri atas 34 ibu hamil primigravida yang berada pada trimester III di TPMB Bidan Viandika. Dukungan suami ditetapkan sebagai variabel independen, sedangkan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III primigravida menjadi variabel dependen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian data dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan suami dan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III di TPMB Bidan Viandika. Hasil uji statistik memperoleh nilai p sebesar 0,019 (p &lt; 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar -0,399. Nilai korelasi negatif menunjukkan bahwa semakin baik dukungan yang diterima dari suami, kecenderungan tingkat kecemasan ibu hamil semakin rendah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa dukungan suami memiliki hubungan yang signifikan dengan penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III di TPMB Bidan Viandika..</p> <p><em>Agren Tengga Wuasu (2025) The Effect of Husband's Support on Reducing Anxiety in Third-Trimester Primigravida Pregnant Women at the Viandika Midwifery Center. Undergraduate Nursing Program, Maharani Malang Health College. Supervisor: Ms. Andi Surya Kurniawan, M.Kер. Pregnant women entering their third trimester (primigravida) are highly susceptible to anxiety, characterized by irregular stress. Anxiety often occurs in third-trimester pregnancies due to hormonal imbalances, which often lead to excessive worry.Husband support plays an important role in helping pregnant women cope with the physical and emotional changes experienced during pregnancy, particularly in alleviating anxiety as they approach childbirth. This study aimed to examine the relationship between husband support and anxiety levels among third-trimester primigravida pregnant women at the Midwife Viandika Independent Practice (TPMB Bidan Viandika). A correlational research design with a cross-sectional approach was employed in this study. The study population consisted of 34 third-trimester primigravida pregnant women receiving care at TPMB Bidan Viandika. Husband support was assessed as the independent variable, while the anxiety level of third-trimester primigravida pregnant women served as the dependent variable. Data were collected using questionnaires and subsequently analyzed through univariate and bivariate analyses. The Spearman Rank correlation test was used to determine the relationship between the two variables. The statistical analysis demonstrated a significant relationship between husband support and anxiety levels among third-trimester primigravida pregnant women at TPMB Bidan Viandika. The analysis produced a p-value of 0.019 (p &lt; 0.05), with a correlation coefficient of -0.399. The negative correlation indicates that higher levels of support from husbands were associated with lower levels of anxiety among pregnant women. In conclusion, husband support was significantly associated with a reduction in anxiety levels among third-trimester primigravida pregnant women at TPMB Bidan Viandika. These findings highlight the importance of active emotional and social support from husbands during pregnancy, particularly as women prepare for childbirth..</em></p> Agren Tengga Wuasu, Andi Surya Kurniawan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/27742 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK DHARMA WANITA PERSATUAN TUNGGULWULUNG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/27008 <p>Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek penting pertumbuhan anak yang perlu diperhatikan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola komunikasi orang tua dengan keterlambatan perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah di TK Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa di TK Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung yang terdiri dari 37 siswa, dengan sampel terdiri dari 34 siswa yang dipilih dengan menggunakan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah anak usia 3-5 tahun dan laki-laki dan perempuan, sedangkan kriteria pengecualian adalah anak yang tidak bersekolah karena sakit/cuti. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pola komunikasi orang tua sedangkan variabel dependen adalah keterlambatan perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah. Pengukuran pola komunikasi orang tua dan keterlambatan perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi spearman rho. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola komunikasi orang tua dan perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah di TK Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung dengan nilai p = 0,000 (&lt; 0,05). Nilai koefisien korelasi 0,774 menunjukkan hubungan yang kuat dan positif, yang berarti bahwa semakin baik pola komunikasi yang diterapkan oleh orang tua, semakin rendah kemungkinan keterlambatan perkembangan bahasa anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pola komunikasi orang tua dengan keterlambatan perkembangan bahasa pada anak usia pra sekolah di TK Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung.</p> <p><em>Language development is one of the important aspects of children's growth that needs to be considered from an early age. This study aims to determine the relationship between parental communication patterns and language development delays in preschool-age children at Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung Kindergarten. This study uses a correlational design with a cross-sectional approach. The research population was all students at Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung Kindergarten consisting of 37 students, with a sample consisting of 34 students selected using inclusion criteria and exclusion criteria. The inclusion criteria in this study were children aged 3-5 years and boys and girls, while the exclusion criteria were children who did not attend school due to illness/leave. The independent variable in this study is parental communication patterns while the dependent variable is the delay in language development in preschool-age children. Measurement of parental communication patterns and delays in language development in preschool-age children using questionnaires. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the spearman rho correlation test. The results of this study show that there is a significant relationship between parental communication patterns and language development in preschool-age children at Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung Kindergarten with a value of p = 0.000 (&lt; 0.05). A correlation coefficient value of 0.774 indicates a strong and positive relationship, which means that the better the communication patterns implemented by the parents, the lower the likelihood of delays in the child's language development. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between parental communication patterns and delayed language development in pre-school children at Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung Kindergarten.</em></p> Emerensiana Yurni, Rahmawati Maulidia, Kurnia Laksana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/27008 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PENCEGAHAN KEKAMBUHAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS (OMSK) DI POLI THT RS X https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/26730 <p>Latar Belakang: Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) adalah infeksi telinga tengah yang tidak kunjung sembuh yang ditandai dengan perforasi membran timpani dan keluarnya sekret yang berulang atau menetap. Untuk mencegah kekambuhan, pasien harus tahu tentang perawatan telinga, menggunakan obat sesuai anjuran, menjaga telinga kering, dan melakukan kontrol rutin. Studi awal terhadap lima pasien dewasa di Poli THT RS X menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan dan perilaku perawatan terkait penggunaan obat tetes, menjaga telinga kering, menyelesaikan pengobatan, dan kontrol ulang. Tujuan: Menjelaskan bagaimana Poli THT Rumah Sakit X menggunakan leaflet untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang cara mencegah kekambuhan OMSK. Metode: Studi kasus deskriptif dilakukan pada lima pasien dewasa yang menderita Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) dan menjalani rawat jalan. Data dikumpulkan melalui observasi, pemeriksaan fisik, wawancara, telaah rekam medis, dan kuesioner pengetahuan yang terdiri dari lima belas pernyataan. Kuesioner pengetahuan yang digunakan telah diuji reliabilitas dan validitasnya. Rumah Sakit X memberikan edukasi kesehatan secara individual melalui media leaflet yang telah ditinjau dan disetujui oleh mereka, serta teknik tanya jawab dan diskusi. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengevaluasi pengetahuan pasien. Selanjutnya, hasilnya dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan skor pengetahuan pasien sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil: Edukasi kesehatan menunukkan peningkatan pengetahuan pada kelima pasien. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9 menjadi 13,4 dengan selisih peningkatan 4,4 poin. Seluruh pasien mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi kesehatan.</p> Dewi Nuranggeraini, Theresia Budi Lestari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/26730 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN KECANDUAN SMARTPHONE DENGAN GANGGUAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMA WIDYAGAMA MALANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/27837 <p>Diera revolusi ini semua teknologi komunikasi sangat berkembang karena adanya aplikasi smartphone . Remaja adalah salah satu pengguna smartphone&nbsp; yang paling aktif dan yang paling sering menghabiskan waktu dengan smartphone&nbsp; sampai disebut dengan smartphone&nbsp; addiction. Smartphone&nbsp; addiction pada remaja dapat mengakibatkan kualitas tidur yang terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan smartphone&nbsp;&nbsp; dengan gangguan kualitas tidur pada remaja di SMA Widyagama Malang. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Widyagama Malang yang terdiri dari 111 siswa, dengan sampel terdiri dari 87 siswa yang dipilih dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah siswa berusia 15-18 tahun dan aktif menggunakan smartphone , sedangkan kriteria pengecualian adalah siswa yang tidak hadir saat pengambilan data. Variabel independen dalam penelitian ini kecanduan smartphone&nbsp; sedangkan variabel dependen adalah gangguan kualitas tidur pada remaja. Pengukuran kecanduan smartphone&nbsp;&nbsp; dan gangguan kualitas tidur pada reamaja menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone&nbsp; dengan gangguan kualitas tidur pada remaja di SMAWidyagama Malang dengan nilai p = 0,000 (&lt; 0,05). Nilai koefisien korelasi 0,0805. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone&nbsp; dengan gangguan kualitas tidur pada remaja di SMA Widyagama Malang.</p> <p><em>In this era of revolution, all communication technologies are highly developed because of the application of smartphone s. Teenagers are one of the most active smartphone&nbsp; users and spend the most time with smartphone s to the point of being called Smartphone&nbsp; addiction. Smartphone&nbsp; addiction in adolescents can result in impaired sleep quality. This study aims to determine the relationship between smartphone&nbsp; addiction and sleep quality disorders in adolescents at Widyagama High School Malang. This study uses a correlational design with a cross-sectional approach. The population in this study is all students of Widyagama Malang High School consisting of 111 students, with a sample consisting of 87 students selected using inclusion and exclusion criteria. The inclusion criteria in this study are students aged 15-18 years and actively using smartphone s Meanwhile, the exclusion criteria are students who are not present at the time of data collection. The independent variable in addiction in this study is smartphone s, while the dependent variable is sleep quality disorders in adolescents. Measures of smartphone&nbsp; addiction and sleep quality disorders in reamaja using questionnaires. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the spearman rho correlation test. The results showed that there was a significant relationship between smartphone&nbsp; addiction and sleep quality disorders in adolescents at SMAWidyagama Malang with a p = 0.000 (&lt; 0.05). The value of the correlation coefficient is 0.0805. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between smartphone&nbsp; addiction and sleep quality disorders in adolescents at Widyagama High School Malang..</em></p> Yumilia Mannu , Kurnia Laksana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/27837 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 PERBEDAAN PERKEMBANGAN KOGNITIFANAK USIA PRASEKOLAH SEBELUM DAN SESUDAH BERMAIN PUZZLE DI TK DHARMA WANITA PERSATUAN TUNGGULWULUNG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/27040 <p>Perkembangan kognitif merupakan perkembangan kemampuan berfikir manusia, termasuk perhatian, daya ingat, penalaran, kreativitas, dan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan kognitif anak usia pra sekolah sebelum dan sesudah bermain puzzle di TK Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian ini adalah pre experimental dengan jenis penelitian one-grup Pretest-Posttest Design. Pendekatan yang dipakai dalam proses penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas A dengan 15 siswa dan kelas B dengan 22 siswa di TK Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung, jadi jumlah populasi sebanyak 37 siswa. Dengan sampel sebanyak 34 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah siswa TK Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung yang bersedia menjadi responden penelitian dan Anak yang hadir disekolah dan tidak izin/sakit, sedangkan kriteria ekslusi adalah siswa yang memiliki gangguan perkembangan. Variabel indepen dalam penelitian ini adalah bermain puzzle sedangkan variabel dependen adalah perkembangan kognitif anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui perbedaan perkembangan kognitif anak sebelum dan sesudah bermain puzzle . Hasil penelitian menujukan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah bermain puzzle di TK Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung, dengan nilai p= 0,000m (&lt; 0,05), yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara perkembangan kognitif anak usia prasekolah sebelum dan sesudah bermain puzzle di TK Dharma Wanita Persatuan Tnuggulwulung.</p> <p><em>Cognitive development is the development of human thinking skills, including attention, memory, reasoning, creativity, and language. This study aims to determine the differences in the cognitive development of preschool-age children before and after playing puzzle s at Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung Kindergarten. This study uses a quantitative method with the design of this research is pre-experimental with a type of one-group research Pretest-Posttest Design. The approach used in this research process is cross-sectional. The population in this study is all class A students with 15 students and class B with 22 students at Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung Kindergarten, so the total population is 37 students. With a sample of 34 students, they were selected using the purposive sampling technique. The inclusion criteria in this study are students of Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung Kindergarten who are willing to be research respondents and children who are present at school and are not allowed/sick, while the exclusion criteria are students who have developmental disorders. The independent variable in this study is playing puzzle s while the dependent variable is the child's cognitive development. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the wilcoxon test to determine differences in children's cognitive development before and after playing puzzle s. The results showed that there was a difference before and after playing puzzle s at Dharma Wanita Persatuan Tunggulwulung Kindergarten, with a value of p = 0.000m (&lt; 0.05). which means it is smaller than the significance value of 0.05. Thus, it can be concluded that there is a significant difference between the cognitive development of preschool-age children before and afterplaying puzzle s at Dharma Wanita Persatuan Tnuggulwulung Kindergarten.</em></p> Evaline Maria Nofriani Tae, Rahmawati Maulidia, Ridwan Sofian Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/27040 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN CALF STRETCHING DALAM MEMBANTU MENGURANGI FREKUENSI KRAM KAKI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III: STUDI KASUS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/26775 <p>Latar Belakang: Kram kaki merupakan salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil trimester III dan dapat mengganggu tidur serta kenyamanan. Calf Stretching Exercise merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan Calf Stretching Exercise terhadap perubahan frekuensi kram kaki pada ibu hamil trimester III. Metode: Studi kasus deskriptif dilakukan pada dua ibu hamil trimester III yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria inklusi. Frekuensi kram dicatat selama 7 hari sebelum intervensi sebagai baseline dan dibandingkan dengan 7 hari terakhir setelah intervensi. Calf Stretching dilakukan 2 kali sehari, pagi dan sebelum tidur, selama 2 minggu. Setiap sesi dilakukan pada kedua tungkai, dengan peregangan 30 detik dan diulang 3 kali pada masing-masing tungkai. Luaran utama adalah frekuensi kram dalam kali/minggu. Hasil: Responden 1 mengalami penurunan frekuensi kram dari 3–4 kali/minggu menjadi 1–2 kali/minggu. Responden 2 mengalami penurunan dari 2–3 kali/minggu menjadi 0–1 kali/minggu. Kedua responden juga melaporkan kram lebih ringan dan lebih nyaman setelah latihan serta mampu melakukan teknik secara mandiri. Data kuantitatif utama berupa perubahan frekuensi kejadian kram per minggu. Kesimpulan: Penerapan Calf Stretching Exercise selama 2 minggu menunjukkan adanya penurunan frekuensi kram kaki pada kedua responden.</p> <p><em>Background: Leg cramps are common in the third trimester of pregnancy and may disturb sleep and comfort. Calf Stretching is a simple non-pharmacological intervention that can be performed independently.</em> <em>Objective: To describe changes in the frequency of leg cramps after the application of Calf Stretching in third-trimester pregnant women.</em> <em>Methods: A descriptive case study was conducted in two third-trimester pregnant women selected purposively according to the inclusion criteria. Cramp frequency was recorded for 7 days before the intervention as baseline and compared with the last 7 days after the intervention. Calf Stretching was performed twice daily, in the morning and before bedtime, for 2 weeks. Each session was performed on both legs, with a 30-second stretch repeated three times on each leg.</em> <em>Results: Respondent 1 showed a decrease in cramp frequency from 3–4 to 1–2 times/week, while Respondent 2 decreased from 2–3 to 0–1 times/week.</em> <em>Conclusion: Calf Stretching applied for 2 weeks was followed by a decrease in leg-cramp frequency in both respondents. The findings are descriptive and cannot establish causal effectiveness.</em></p> Amalia Brilliandhini, Theresia Budi Lestari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Masyarakat Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkmi/article/view/26775 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000