KEBIJAKAN PREVENTIF DAN PENANGANAN KASUS PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR DI DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL UMUM POLDA JATIM
Kata Kunci:
Kebijakan Preventif, Penanganan Kasus, Pencurian Kendaraan Bermotor, Polda Jawa Timur, Hukum PidanaAbstrak
Laporan Praktik Kerja Lapangan ini berjudul “Kebijakan Preventif dan Penanganan Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memahami dan menganalisis secara langsung pelaksanaan kebijakan pencegahan serta penanganan kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) oleh aparat kepolisian di lingkungan Polda Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi, wawancara, serta studi dokumentasi terhadap proses penyelidikan dan penyidikan di Ditreskrimum Polda Jatim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan preventif yang dilakukan meliputi penyuluhan hukum, patroli rutin, serta kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan kendaraan. Sedangkan kebijakan represif dilaksanakan melalui tahapan hukum sesuai KUHAP, mulai dari penerimaan laporan, penyelidikan, penyidikan, hingga pelimpahan berkas ke kejaksaan. Meskipun terdapat kendala seperti saksi atau pelaku yang tidak kooperatif serta kesulitan dalam menemukan barang bukti, upaya penegakan hukum tetap berjalan efektif melalui koordinasi antar instansi dan operasi rutin kendaraan bermotor. Secara keseluruhan, kegiatan PKL ini memberikan pengalaman empiris bagi mahasiswa dalam memahami penerapan hukum pidana secara praktis dan profesional.
This Field Work Practice Report is entitled “Preventive Policies and Handling of Motor Vehicle Theft Cases at the Directorate of General Criminal Investigation of East Java Regional Police”. The purpose of this activity is to understand and analyze the implementation of preventive measures and case handling policies related to motor vehicle theft conducted by law enforcement officers at the East Java Regional Police. The methods used include observation, interviews, and documentation studies of the investigation and inquiry processes at Ditreskrimum Polda Jatim. The results show that preventive policies consist of legal counseling, regular patrols, and cross-sectoral cooperation to raise public awareness regarding vehicle security. Meanwhile, repressive measures are implemented in accordance with criminal procedural law, covering stages from report submission, investigation, inquiry, to case transfer to the prosecutor’s office. Despite obstacles such as uncooperative witnesses or perpetrators and difficulties in obtaining evidence, law enforcement efforts remain effective through inter agency coordination and regular vehicle operations. Overall, this internship activity provides students with empirical experience in understanding the practical and professional application of criminal law.



