HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DENGAN KASUS TERTINGGI DI WILAYAH KAB. KUDUS – STUDY CASE CONTROL
Kata Kunci:
Anemia, Ibu Hamil, Usia Ibu, ParitasAbstrak
Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan prevalensi 27,7%. Kondisi ini berkorelasi dengan peningkatan risiko komplikasi obstetri dan perinatal yang serius, menjadikannya faktor penting yang perlu ditangani. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor usia ibu dan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Ngembal Kulon dan Dersalam, Kabupaten Kudus. Metode: Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan desain Case Control. Data sekunder Puskesmas tahun 2023–2024 digunakan, melibatkan total 150 kasus (ibu hamil dengan anemia) dan 677 kontrol (ibu hamil tanpa anemia). Hubungan antar variabel diuji menggunakan uji Chi-Square, dan besaran risiko diukur dengan Odds Ratio (OR). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan anemia (p=0,005). Ibu hamil pada kategori usia berisiko (<20 tahun dan >35 tahun) memiliki kemungkinan 3,467 kali lebih besar mengalami anemia (OR=3,467). Selain itu, terdapat pula hubungan yang signifikan antara paritas dengan anemia (p=0,000), di mana ibu dengan paritas berisiko (Primipara dan Grandemultipara) memiliki risiko 2,211 kali lebih tinggi (OR=2,211).



