TINDAK PIDANA YANG DILAKUKAN OLEH GENG MOTOR MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA SERTA UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

Penulis

  • Daniel Naibaho Fakultas Hukum, Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Hisar Siregar Fakultas Hukum, Universitas HKBP Nommensen Medan

Kata Kunci:

Geng Motor, Kejahatan Jalanan, Remaja, Hukum Pidana, Faktor Sosial

Abstrak

Penelitian ini membahas fenomena geng motor sebagai bentuk kejahatan jalanan yang semakin marak di Indonesia serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan remaja di dalamnya. Menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, penelitian ini menemukan bahwa tindakan geng motor umumnya bersifat kolektif dan meliputi balapan liar, pengeroyokan, penganiayaan, serta perusakan fasilitas publik, yang diperkuat oleh identitas kelompok dan penyebaran konten melalui media sosial. Keterlibatan remaja dipengaruhi oleh tekanan teman sebaya, pola pengasuhan keluarga yang kurang efektif, serta lingkungan sosial yang minim kontrol dan fasilitas positif. Penelitian menyimpulkan bahwa penanggulangan fenomena ini memerlukan sinergi antara penegakan hukum dan upaya preventif berbasis keluarga, pendidikan, serta pengawasan lingkungan untuk mengurangi potensi keterlibatan remaja dalam aktivitas geng motor.

This study examines the phenomenon of motorcycle gangs as a form of street crime that is increasingly prevalent in Indonesia and analyzes the factors that influence adolescent involvement in them. Using normative legal research methods through regulatory approaches, conceptualization, and case studies, this study finds that motorcycle gang actions are generally collective and include racing, lying, assaults, obstruction, and destruction of public facilities, which are reinforced by group identity and the dissemination of content through social media. Adolescent involvement is influenced by peer pressure, ineffective family parenting patterns, and a social environment with minimal control and positive facilities. The study concludes that overcoming this phenomenon requires synergy between law enforcement and family-based preventive efforts, education, and environmental supervision to reduce the potential for adolescent involvement in motorcycle gang activities.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-21