TIKTOK SHOP DAN MARKET PLACE SYA'RIAH: ANALISIS HUKUM POLITIK ISLAM

Penulis

  • Jumasrah Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka
  • Fahrani Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka
  • Akbar Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka
  • Ahmad Irfan Rivaldi Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka
  • Tenri Bayang Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Kata Kunci:

TikTok Shop, Marketplace Syariah, Hukum Politik Islam, Siyasah Syar’iyyah, Ekonomi Digital

Abstrak

Perkembangan ekonomi digital telah melahirkan berbagai model perdagangan berbasis platform, salah satunya social commerce seperti TikTok Shop. Kehadiran TikTok Shop di Indonesia menimbulkan perdebatan tidak hanya dari aspek ekonomi dan persaingan usaha, tetapi juga dari sudut pandang hukum Islam dan kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena TikTok Shop dan marketplace syariah dalam perspektif hukum politik Islam (siyāsah syar‘iyyah). Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah jurnal ilmiah, literatur fikih muamalah, hukum politik Islam, serta regulasi terkait perdagangan digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik marketplace digital pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam selama memenuhi prinsip keadilan, kejelasan akad, dan terhindar dari unsur riba, gharar, dan maisir. Dalam perspektif hukum politik Islam, kebijakan negara dalam mengatur TikTok Shop merupakan bentuk siyāsah syar‘iyyah yang bertujuan menjaga kemaslahatan umum, melindungi konsumen, dan menciptakan keadilan ekonomi. Marketplace syariah dipandang sebagai alternatif strategis yang relevan untuk mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai syariah.

The development of the digital economy has given rise to various platform-based trading models, including social commerce such as TikTok Shop. The presence of TikTok Shop in Indonesia has sparked debates not only from economic and business competition perspectives but also from Islamic law and public policy viewpoints. This study aims to analyze TikTok Shop and sharia-based marketplaces from the perspective of Islamic political law (siyāsah shar‘iyyah). This research employs a library research method by examining academic journals, literature on Islamic commercial jurisprudence (fiqh mu‘āmalah), Islamic political law, and regulations related to digital commerce. The findings indicate that digital marketplace practices are fundamentally permissible in Islam as long as they adhere to principles of justice, contractual clarity, and avoid elements of usury (riba), uncertainty (gharar), and gambling (maisir). From the perspective of Islamic political law, government regulation of TikTok Shop represents a form of siyāsah shar‘iyyah aimed at safeguarding public welfare, protecting consumers, and ensuring economic justice. Sharia-based marketplaces emerge as a strategic alternative for integrating technological advancement with Islamic ethical values.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30