TINJAUAN KRIMINOLOGIS TENTANG KEKERAASAN FISIK ANTAR WARGA BINAAN PEREMPUAN DI LAPAS DALAM PERSFEKTIF HAK ASASI MANUSIA (Studi Kasus Di Lapas Kelas II A Paledang Kota Bogor)

Penulis

  • Bunga Nazwa Sevyanda Mulyadi Universitas Djuanda
  • Henny Nuraeny Universitas Djuanda

Kata Kunci:

Overkapasitas, Lembaga Pemasyarakatan, Hak Asasi Manusia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi overkapasitas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Paledang Kota Bogor serta dampaknya terhadap pemenuhan hak asasi manusia warga binaan. Kajian difokuskan pada perbandingan antara kapasitas ideal lembaga pemasyarakatan dengan jumlah aktual warga binaan, serta implikasinya terhadap kondisi pembinaan, keamanan, dan perlindungan hak-hak dasar narapidana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan dan hak asasi manusia, serta data empiris mengenai kapasitas dan jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIA Paledang Kota Bogor. Data dianalisis secara kualitatif dengan mengaitkan kondisi faktual di lapangan dengan ketentuan hukum dan standar minimum perlakuan terhadap narapidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIA Paledang Kota Bogor mencapai 700 orang, sementara kapasitas ideal lembaga pemasyarakatan hanya 300 orang, sehingga terjadi overkapasitas yang signifikan. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan ruang hunian dan fasilitas pendukung, serta meningkatkan tekanan psikologis yang berpotensi memicu konflik antar warga binaan. Dalam perspektif hak asasi manusia, kondisi overkapasitas tersebut berpotensi menghambat pemenuhan hak atas perlakuan yang manusiawi, kesehatan, dan rasa aman bagi warga binaan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28