MENJEMBATANI KESENJANGAN DIGITAL: ANALISIS KONTEN TERHADAP STRATEGI PENINGKATAN LITERASI TI DALAM STUDI KASUS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Penulis

  • Izhar Tafaquhfidin Universitas Kuningan
  • Adi Muhamad Mushidi Universitas Kuningan

Kata Kunci:

Literasi Teknologi Informasi, Kesenjangan Digital, Pemberdayaan Masyarakat, Analisis Konten, Strategi Digital

Abstrak

The digital divide remains a significant challenge in Indonesia's digital transformation, particularly among rural communities, low-income groups, and other vulnerable populations. This study aims to analyze the strategies employed to enhance information technology (IT) literacy through a content analysis approach of various community empowerment case studies. A qualitative research method was used, focusing on content analysis of documents, reports, and articles related to IT literacy programs in Indonesia. The findings indicate that community-based strategies, need-oriented training, and collaboration among government, private sectors, and civil society organizations are effective in bridging the digital gap. This research highlights the importance of inclusive and sustainable approaches in building digital literacy capacity and calls for adaptive policies that respond to local social and geographic conditions.

Kesenjangan digital masih menjadi tantangan signifikan dalam proses transformasi digital di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat pedesaan, berpenghasilan rendah, dan kelompok rentan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi-strategi yang digunakan dalam meningkatkan literasi teknologi informasi (TI) melalui pendekatan analisis konten terhadap berbagai studi kasus pemberdayaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis konten terhadap dokumen, laporan, dan artikel yang berkaitan dengan program literasi TI di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi berbasis komunitas, pelatihan berbasis kebutuhan lokal, dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil terbukti efektif dalam mempersempit kesenjangan digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan dalam membangun kapasitas literasi digital masyarakat, serta perlunya kebijakan yang adaptif terhadap kondisi sosial dan geografis lokal.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-01