EKSPLORASI SENYAWA BIOKIMIA TANAMAN OBAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU ANAK DALAM DI BATIN 9 KABUPATEN BATANGHARI
Kata Kunci:
Tanaman Obat, Suku Anak Dalam, Kearifan Lokal, Senyawa Biokimia, Etnobotani, Flavonoid, Fitofarmaka, BatanghariAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi senyawa biokimia yang terkandung dalam tanaman obat yang digunakan oleh Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah Batin 9, Kabupaten Batanghari, sebagai bagian dari kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan etnobotani meliputi wawancara mendalam dengan dukun dan masyarakat SAD, observasi lapangan, serta identifikasi botani dan analisis fitokimia sederhana terhadap tanaman terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat SAD memanfaatkan berbagai tanaman obat lokal untuk pengobatan luka, demam, gangguan pencernaan, infeksi kulit, dan kelelahan. Analisis fitokimia mengungkap keberadaan kelompok senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid, yang berpotensi memberikan aktivitas antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan analgesik. Temuan ini menegaskan pentingnya pelestarian pengetahuan tradisional serta membuka peluang pengembangan fitofarmaka berbasis keanekaragaman hayati lokal. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi studi lanjutan mengenai potensi farmakologis tanaman obat tradisional Suku Anak Dalam.
This study aims to explore the biochemical compounds contained in medicinal plants used by the Anak Dalam Tribe (SAD) in the Batin 9 region, Batanghari Regency, as part of local wisdom that has been passed down from generation to generation. The research method was carried out through an ethnobotanical approach including in-depth interviews with shamans and SAD communities, field observations, as well as botanical identification and simple phytochemical analysis of selected plants. The results showed that the SAD community utilizes various local medicinal plants for the treatment of wounds, fever, digestive disorders, skin infections, and fatigue. Phytochemical analysis revealed the presence of groups of bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and terpenoids, which have the potential to provide anti-inflammatory, antibacterial, antioxidant, and analgesic activities. These findings emphasize the importance of preserving traditional knowledge and open up opportunities for the development of phytopharmaceuticals based on local biodiversity. This research is expected to be the basis for further studies on the pharmacological potential of traditional medicinal plants of the Anak Dalam Tribe.



