ANALISIS HIPERTENSI SEBAGAI PENYAKIT DOMINAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP RISIKO KLB DI WILAYAH PESISIR BELAWAN

Penulis

  • Nofi Susanti Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Fazri Khoirnunnisa Purba Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Suci Ramahdani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nuraisyah Dera Hutagalung Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Selvia Lubis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Kata Kunci:

Hipertensi, Wilayah Pesisir, Kejadian Luar Biasa, Pelayanan Kesehatan Primer, Surveilans

Abstrak

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan cenderung meningkat di Indonesia, termasuk di wilayah pesisir Belawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dominasi hipertensi sebagai penyakit utama serta implikasinya terhadap risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) dan ketahanan sistem pelayanan kesehatan. Penelitian menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder yang bersumber dari laporan surveilans dan profil kesehatan UPT Puskesmas Belawan tahun 2025. Seluruh kasus hipertensi yang tercatat digunakan sebagai sampel (total sampling). Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi penyakit dan interpretatif untuk menilai implikasinya terhadap kesiapsiagaan KLB. Hasil menunjukkan bahwa hipertensi menempati peringkat pertama dengan jumlah 1.225 kasus, lebih tinggi dibandingkan penyakit lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa hipertensi merupakan penyakit dominan yang berpotensi meningkatkan kerentanan masyarakat serta membebani kapasitas layanan kesehatan dalam menghadapi situasi darurat. Penguatan deteksi dini, pengendalian faktor risiko, dan optimalisasi pelayanan kesehatan primer diperlukan untuk menurunkan prevalensi hipertensi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan KLB di wilayah pesisir.

Hypertension is a non-communicable disease with a high and increasing prevalence in Indonesia, including the coastal area of Belawan. This study aimed to analyze the dominance of hypertension as a major disease and its implications for the risk of extraordinary events (KLB) and health system resilience. A descriptive-analytic quantitative design was applied using secondary data from surveillance reports and the 2025 health profile of Belawan Primary Health Center. All recorded hypertension cases were included through total sampling. Data were analyzed descriptively and interpretatively. The results showed that hypertension ranked first with 1,225 cases, exceeding other diseases. This finding confirms hypertension as a dominant disease that may increase community vulnerability and strain health service capacity during emergencies. Strengthening early detection, risk factor control, and primary health care services is essential to reduce hypertension prevalence and improve KLB preparedness in coastal areas.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30