EFEKTIVITAS PENERAPAN SELF HEALING BERBASIS MINDFULNESS TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIWUNGU
Kata Kunci:
Diabetes Mellitus Tipe 2, Mindfulness, Self-HealingAbstrak
Diabetes mellitus (DM) merupakan kondisi umum yang tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga aspek psikologis dan sosial pasien, seperti stres, kecemasan, dan depresi. DM tipe 2 sebagai bentuk yang paling sering dijumpai memerlukan pengelolaan jangka panjang dan berisiko menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan metode pendukung untuk meningkatkan kesejahteraan pasien, salah satunya melalui teknik self healing berbasis mindfulness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas teknik penyembuhan diri berbasis kesadaran diri (mindfulness) dalam meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2 yang mengikuti program Prolanis di Puskesmas Kaliwungu.Untuk penelitian ini, metode kuantitatif digunakan, dan desain quasi-experimental diterapkan untuk membuat kelompok kontrol pre-test dan post-test. Penelitian ini melibatkan 41 pasien DM tipe 2 yang mengikuti program Prolanis di Puskesmas Kaliwungu. Sempel dipilih melalui teknik purposive sampling, Responden dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok intervensi 20 orang dan kelompok kontrol 20 orang. Kelompok intervensi menerima pelatihan self-healing berbasis mindfulness, yang mencakup sesi pernapasan sadar, meditasi, dan refleksi diri. Kualitas hidup sebelum dan sesudah intervensi diukur menggunakan instrumen WHOQOL-BREF sebagai alat penilaian yang diakui secara internasional. Uji statistik yang diterapkan dalam studi ini adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test, yang digunakan untuk menilai perubahan kualitas hidup sebelum dan setelah intervensi dalam kelompok yang diberi perlakuan, serta uji Mann–Whitney U Test untuk membandingkan perbedaan kualitas hidup antara kelompok intervensi dan kontrol pada saat pasca-uji. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan kualitas hidup yang signifikan setelah mengikuti intervensi mindfulness dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Selain itu, hasil dari uji Mann–Whitney pada pasca-uji menunjukkan nilai p = 0,002, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah melakukan intervensi. Kesimpulan dari riset ini adalah bahwa metode self-healing berbasis mindfulness terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2. Intervensi ini memberikan dampak positif pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan pasien, serta membantu mengurangi stres dan meningkatkan keseluruhan kesejahteraan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah agar pasien DM tipe 2 dapat secara rutin melakukan latihan mindfulness sebagai bagian dari manajemen diri mereka. Puskesmas disarankan untuk melalui Program Prolanis mengintegrasikan pelatihan mindfulness sebagai intervensi tambahan dalam pengelolaan penyakit kronis. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar menggunakan sampel yang lebih besar, melakukan intervensi dalam jangka waktu yang lebih lama, serta mempertimbangkan variabel fisiologis seperti kadar gula darah atau HbA1c guna memperkuat bukti efektivitas dari intervensi yang dilakukan.



