EKSPLORASI SENYAWA BIOKIMIA TANAMAN OBAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU ANAK DALAM DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS KABUPATEN TEBO

Penulis

  • Agnia Safadini Universitas Adiwangsa Jambi
  • Desmara Universitas Adiwangsa Jambi
  • Indy Debillia Putri Universitas Adiwangsa Jambi
  • Nabila Okdania Universitas Adiwangsa Jambi
  • Novia Rahmadani Universitas Adiwangsa Jambi
  • Ardi Mustakim Universitas Adiwangsa Jambi

Kata Kunci:

Tanaman Obat, Suku Anak Dalam, Fitokimia, Etnobotani, Senyawa Bioaktif

Abstrak

Pemanfaatan tanaman obat oleh Suku Anak Dalam (SAD) di Taman Nasional Bukit Duabelas merupakan bentuk kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan berperan penting dalam pemeliharaan kesehatan serta konservasi biodiversitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tanaman obat yang digunakan masyarakat SAD serta mengeksplorasi kandungan senyawa biokimianya melalui analisis fitokimia kualitatif dan uji aktivitas biologis. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara etnobotani, identifikasi botani, serta uji fitokimia terhadap ekstrak tanaman menggunakan pereaksi standar. Hasil penelitian menemukan 93 spesies tanaman obat dari 48 famili, dengan bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (59,13%) dan metode pengolahan dominan berupa perebusan (67,74%). Senyawa metabolit sekunder yang paling umum ditemukan meliputi flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, terpenoid, steroid, serta senyawa khusus seperti xanton dan withanolida. Senyawa-senyawa tersebut berperan dalam aktivitas antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, antidiabetes, antipiretik, antikanker, serta penyembuhan luka. Beberapa tanaman seperti Garcinia mangostana, Curcuma zedoaria, Physalis angulata, dan Eurycoma longifolia menunjukkan potensi farmakologis yang kuat sesuai penggunaan tradisional. Temuan ini menunjukkan adanya keselarasan antara pengetahuan lokal dan bukti fitokimia modern, sehingga tanaman obat SAD berpotensi dikembangkan sebagai sumber obat herbal alami dan mendukung konservasi kearifan lokal serta keanekaragaman hayati.

The use of medicinal plants by the Suku Anak Dalam (SAD) in Bukit Duabelas National Park is a form of local wisdom that has been passed down from generation to generation and plays an important role in maintaining health and conserving biodiversity. This study aims to identify the types of medicinal plants used by the SAD community and explore their biochemical compound content through qualitative phytochemical analysis and biological activity testing. The study was conducted using a qualitative descriptive method through field observations, ethnobotanical interviews, botanical identification, and phytochemical testing of plant extracts using standard reagents. The results found 93 species of medicinal plants from 48 families, with the most widely used plant part being the leaves (59.13%) and the dominant processing method being boiling (67.74%). The most commonly found secondary metabolites include flavonoids, tannins, alkaloids, saponins, terpenoids, steroids, and specific compounds such as xanthones and withanolides. These compounds play a role in antioxidant, antibacterial, anti-inflammatory, antidiabetic, antipyretic, anticancer, and wound healing activities. Several plants, such as Garcinia mangostana, Curcuma zedoaria, Physalis angulata, and Eurycoma longifolia, demonstrate strong pharmacological potential consistent with traditional uses. These findings demonstrate the alignment between local knowledge and modern phytochemical evidence, thus demonstrating the potential for developing SAD medicinal plants as a source of natural herbal medicines and supporting the conservation of local wisdom and biodiversity.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30