ANALISIS FAKTOR KONSUMSI SERAT DALAM POLA MAKAN MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
Kata Kunci:
Konsumsi Serat, Pola Makan, MahasiswaAbstrak
Konsumsi serat merupakan komponen penting dalam pola makan sehat karena berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan, mengatur kadar gula darah, serta mencegah penyakit degeneratif. Namun, konsumsi serat mahasiswa di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi konsumsi serat dalam pola makan mahasiswa UIN Sumatera Utara, seperti uang saku, pengetahuan gizi, jenis kelamin, sikap, dan tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 110 mahasiswa UINSU yang diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan food recall 2x24 jam. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,1% mahasiswa mengonsumsi serat kurang dari (27 gram) per hari, sebanyak 14,5% mahasiswa berada pada kategori cukup (27–28 gram), dan 16,4% mahasiswa mengonsumsi serat lebih dari (28 gram) per hari. Faktor uang saku (p=0,000), pengetahuan gizi (p=0,000), jenis kelamin (p=0,565), sikap (p=0,001), dan tempat tinggal (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan konsumsi serat mahasiswa. Konsumsi serat mahasiswa UINSU masih rendah dan dipengaruhi oleh faktor uang saku, pengetahuan gizi, sikap, jenis kelamin, dan tempat tinggal. Diperlukan edukasi gizi dan peningkatan akses makanan tinggi serat untuk meningkatkan pola konsumsi serat mahasiswa.
Fiber consumption is an important component of a healthy diet because it plays a role in maintaining digestive health, regulating blood sugar levels, and preventing degenerative diseases. However, fiber consumption among college students in Indonesia is still relatively low. This study aims to analyze factors that influence fiber consumption in the dietary patterns of UIN Sumatera Utara students, such as pocket money, nutritional knowledge, gender, attitudes, and residence. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 110 UINSU students selected using a proportionate stratified random sampling technique. Data were collected through questionnaires and 2x24-hour food recalls. Data analysis was performed univariately and bivariately using the chi-square test. The results showed that 69.1% of students consumed less than 27 grams of fiber per day, 14.5% of students were in the sufficient category (27–28 grams), and 16.4% of students consumed more than 28 grams of fiber per day. Pocket money (p=0.000), nutritional knowledge (p=0.000), gender (p=0.565), attitude (p=0.001), and residence (p=0.000) were significantly associated with student fiber consumption. UINSU students' fiber consumption remains low and is influenced by pocket money, nutritional knowledge, attitude, gender, and residence. Nutrition education and increased access to high-fiber foods are needed to improve student fiber consumption.



