HUBUNGAN SHIFT KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA SATUAN PENGAMAN DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN

Penulis

  • Putri Nabilah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Wasiyem Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Kata Kunci:

Shift Kerja, Kelelahan Kerja, Satpam, UINSU

Abstrak

Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang berdampak pada penurunan produktivitas, konsentrasi, dan peningkatan risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja pada satpam di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja pada satpam di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 132 orang satpam, namun peneliti hanya mengambil sebagian dari kampus utama yaitu Kampus Tuntungan, Pancing, dan Sutomo. Jumlah sampel yang digunakan adalah 111 orang, yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow, dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 52 satpam, sebanyak 42 orang (80,8%) mengalami kelelahan kerja sedang, sedangkan 10 orang (19,2%) mengalami kelelahan kerja ringan. Uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara shift kerja dengan kelelahan kerja pada satpam di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Disarankan kepada pihak pengelola keamanan agar meninjau kembali sistem shift kerja, memberikan waktu istirahat yang memadai seperti waktu istirahat yang cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh pekerja agar dapat memulihkan tenaga, mengurangi kelelahan, dan menjaga konsentrasi selama bekerja, serta mengadakan pelatihan terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khususnya bagi satpam untuk mengurangi risiko kelelahan kerja.

Work fatigue is an occupational health problem that impacts decreased productivity, concentration, and increased risk of accidents. This study aims to determine the relationship between work shifts and work fatigue in security guards at the State Islamic University of North Sumatra, Medan. This study aims to determine the relationship between work shifts and work fatigue in security guards at the State Islamic University of North Sumatra, Medan. This study used a cross-sectional design. The population in this study amounted to 132 security guards, but the researcher only took part of the main campus, namely the Tuntungan, Pancing, and Sutomo Campuses. The number of samples used was 111 people, which was determined using the Lemeshow formula, with a proportional random sampling technique. Data were collected through interviews using the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) questionnaire and then analyzed using the Chi-Square test. The results showed that of the 52 security guards, 42 people (80.8%) experienced moderate work fatigue, while 10 people (19.2%) experienced mild work fatigue. The Chi-Square statistical test obtained a p value = 0.000 (p < 0.05) which means there is a significant relationship between work shifts and work fatigue in security guards at the State Islamic University of North Sumatra Medan. It is recommended that security management review the work shift system, provide adequate rest time such as sufficient rest time according to the workers' body needs to restore energy, reduce fatigue, and maintain concentration while working, and hold training related to Occupational Safety and Health (K3) especially for security guards to reduce the risk of work fatigue.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30