FAKTOR PENGHAMBAT PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG TELINGA DI KALANGAN PEKERJA DEPO LOKOMOTIF PT KERETA API INDONESIA MEDAN PERSERO
Kata Kunci:
Alat Pelindung Telinga, Kebisingan, Kepatuhan, Keselamatan KerjaAbstrak
Lingkungan kerja dengan tingkat kebisingan tinggi berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran pada pekerja apabila tidak disertai dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang optimal. Depo Lokomotif PT Kereta Api Indonesia Medan Persero merupakan salah satu tempat kerja dengan tingkat kebisingan yang mendekati nilai ambang batas, namun kepatuhan pekerja dalam penggunaan alat pelindung telinga (APT) masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penghambat penggunaan alat pelindung telinga di kalangan pekerja Depo Lokomotif PT Kereta Api Indonesia Medan Persero. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen terhadap enam orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penghambat penggunaan APT meliputi kebijakan perusahaan yang belum tegas, lemahnya pengawasan dan sanksi, serta faktor individu pekerja seperti rasa tidak nyaman, lupa, dan menganggap penggunaan APT merepotkan. Meskipun pekerja memiliki pengetahuan tentang bahaya kebisingan, hal tersebut belum cukup mendorong perubahan perilaku secara konsisten. Diperlukan penguatan kebijakan, pengawasan yang berkelanjutan, serta peningkatan kesadaran pekerja untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APT.



