PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL BERBASIS SYARIAH (PK-RSS) MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Penulis

  • Novi Sebriyana Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Apriliani Yulianti Wuriningsih Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Tutik Rahayu Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Kata Kunci:

Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan, Sikap, Infeksi Menular Seksual

Abstrak

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih sering terjadi pada kalangan remaja. Rendahnya pengetahuan dan sikap yang kurang tepat terhadap kesehatan reproduksi dapat menyebabkan meningkatnya risiko penularan infeksi menular seksual, khususnya pada remaja putri. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel yang digunakan berjumlah 76 siswi kelas XI di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang dan SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang, yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 38 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual.Hasil : Hasil karakteristik responden sebagian besar siswi berumur 16 tahun sebanyak 30 responden (18,4%). Penelitian menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,000) setelah diberikan penyuluhan materi mengenai Pendidikan reproduksi dan seksual. Simpulan : Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual terbukti efektif dalam meningkatka  pengetahuan  dan membentuk sikap positif remaja putri terhadap pencegahan infeksi menular seksual (IMS).

Background : Sexually Transmitted Infections (STIs) are one of the reproductive health problems that frequently occur among adolescents. Low levels of knowledge and inappropriate attitudes toward reproductive health can increase the risk of sexually transmitted infection (STIs).Method : The methodology used is pretest-posttes control group design. The sampel consisted of 76 female students in grade XI at SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang and SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang, divided into intervention and control group with 38 respondent. Data were collected using questionnaires on knowledge and attitudes toward reproductive health and sexually transmitted.Results : The results of the respondent characteristics were mostly 30 respondents aged 16 years (18,4%). The study showed a significant increase in the level of knowledge (p= 0,000) and attitude (p= 0,000) after being given counseling material on reproductive and sexual education. Conclusion ; Reproductive and sexual health education has been proven to be effective in increasing knowledge and forming positive attitudes of adolescent girls towards the prevention of sexually transmitted infections (STIs).

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28