HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN KELUHAN DERMATITIS PADA NELAYAN KECAMATAN PANGKALAN SUSU

Penulis

  • Nurly Fadila Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Wasiyem Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Kata Kunci:

Alat Pelindung Diri, Dermatitis, Nelayan

Abstrak

Dermatitis merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang sering dialami oleh nelayan. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh kontak langsung dengan air laut, paparan sinar matahari, dan kurangnya kesadaran nelayan dalam menggunakan alat pelindung diri saat bekerja di laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemakaian alat pelindung diri dan keluhan dermatitis pada nelayan di Kecamatan Pangkalan Susu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 145 nelayan dipilih sebagai sampel dari total 234 nelayan aktif, menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah lolos uji validitas dan reliabilitas. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji chi-square, dengan hasil signifikan (p=0,000). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan APD dan keluhan dermatitis (p < 0,05). Nelayan yang tidak menggunakan APD memiliki tingkat keluhan dermatitis yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang rutin menggunakannya. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan APD berperan penting dalam mencegah risiko penyakit kulit akibat pekerjaan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para nelayan, tenaga kesehatan di puskesmas, serta pembuat kebijakan dalam merancang program pencegahan penyakit kerja, khususnya dermatitis.

Dermatitis is one of the occupational diseases commonly experienced by fishermen. This condition is usually triggered by direct contact with seawater, exposure to sunlight, and the fishermen's low awareness of using personal protective equipment while working at sea. This study aims to examine the relationship between Personal Protective Equipment usage and complaints of dermatitis among fishermen in the Pangkalan Susu sub-district. A quantitative approach with a cross-sectional design was used in this research. A total of 145 fishermen were selected as respondents from a population of 234 active fishermen using purposive sampling technique. Data were collected using a closed-ended questionnaire that had been tested for validity and reliability. The relationship between variables was analyzed using the chi-square test, with a significant result (p = 0.000). The findings showed a statistically significant relationship between the use of Personal Protective Equipment and complaints of dermatitis (p < 0.05). Fishermen who did not use Personal Protective Equipment tended to report higher rates of dermatitis compared to those who used it regularly. These findings highlight the importance of adopting safe work practices, particularly through the consistent use of Personal Protective Equipment, to reduce the risk of occupational skin diseases. Therefore, the results of this study are expected to serve as a reference for fishermen, healthcare workers at community health centers (puskesmas), and policymakers in developing programs to prevent occupational diseases, especially dermatitis.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29