HUBUNGAN STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PURING KENCANA KAPUAS HULU KALIMANTAN BARAT
Kata Kunci:
Status Gizi, Aktivitas Fisik, HipertensiAbstrak
Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia dan masih menjadi penyakit pembunuh nomor satu. Status gizi yang tidak normal seperti obesitas berkontribusi terhadap penumpukan deposit lemak trigliserida di pembuluh darah sehingga menurunkan elastisitas pembuluh darah dan meningkatkan tahanan perifer. Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan energi yang dikeluarkan tidak optimal sehingga meningkatkan risiko obesitas dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Puring Kencana. Desain penelitian bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien hipertensi yang aktif berobat di Puskesmas Puring Kencana (n=30) dan seluruh populasi dijadikan sampel (total sampling). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berstatus gizi berat badan lebih (46,7%) dan beraktivitas fisik ringan (73,3%). Terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan kejadian hipertensi (p=0,001) dan hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p=0,025). Disimpulkan bahwa status gizi berlebih dan aktivitas fisik rendah merupakan faktor risiko hipertensi yang dapat dimodifikasi. Puskesmas Puring Kencana direkomendasikan untuk mengintegrasikan konseling gizi dan program aktivitas fisik dalam tatalaksana pasien hipertensi.
Hypertension is a degenerative disease with increasing prevalence in Indonesia and remains the leading cause of death. Abnormal nutritional status such as obesity leads to continuous buildup of triglyceride fat deposits in blood vessels, reducing their elasticity and increasing peripheral resistance. Lack of physical activity results in suboptimal energy expenditure, heightening the risk of obesity and hypertension. This study aimed to analyze the correlation between nutritional status and physical activity with the incidence of hypertension at Puring Kencana Health Center. The study employed an observational design with a cross-sectional approach. The population comprised all 30 hypertensive patients actively seeking treatment at the health center, and the entire population was used as the sample (total sampling). The majority of respondents had overweight nutritional status (46.7%) and engaged in light physical activity (73.3%). There was a significant correlation between nutritional status and hypertension incidence (p=0.001) and between physical activity and hypertension incidence (p=0.025). It is concluded that excess nutritional status and low physical activity are modifiable risk factors for hypertension. The health center is recommended to integrate nutrition counseling and physical activity programs into hypertension patient management.




