APLIKASI AUDIOVISUAL STORYTELLING TERHADAP KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH DENGAN HOSPITALISASI DI RSUD K.R.M.T SEMARANG

Penulis

  • Dian Astika Leiwakabessy Universitas Karya Husada Semarang
  • Ns. Dwi Kustriyanti Universitas Karya Husada Semarang

Kata Kunci:

Audiovisual Storytelling, Kecemasan, Anak Usia Prasekolah, Hospitalisasi

Abstrak

Latar Belakang: Hospitalisasi pada anak usia prasekolah merupakan suatu proses yang sering kali menimbulkan stres dan kecemasan bagi anak. Lingkungan rumah sakit yang tidak biasa serta tindakan medis yang menimbulkan ketidaknyamanan membuat anak merasa takut, rewel, sering menangis, hingga menolak tindakan keperawatan. Dampak kecemasan ini dapat memperlambat proses penyembuhan karena berpotensi menurunkan sistem imun anak. Oleh karena itu, diperlukan sarana terapi bermain yang dapat mengalihkan perhatian dan membuat anak mengekspresikan emosinya, salah satunya melalui media audiovisual storytelling. Tujuan: memahami dan mengaplikasikan intervensi audiovisual storytelling dalam mengatasi masalah kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Metode: menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien anak usia prasekolah yang dirawat di ruang anak. Intervensi diberikan berupa penayangan video storytelling melalui media handphone dengan durasi 3-5 menit, frekuensi 1 kali sehari selama 3 hari berturut-turut. Instrumen pengukuran tingkat kecemasan sebelum dan setelah pemberian intervensi diukur menggunakan face anxiety scale (FAS). Hasil: pengkajian awal menunjukan kedua pasien mengalami reaksi hospitalisasi berupa sikap kurang kooperatif, sering menangis, tampak takut saat melihat perawat, serta selalu meminta pulang ke rumah. Setelah diberikan penerapan terapi audiovisual storytelling selama 3 hari berturut-turut, kedua anak menunjukan respons adaptif yang positif. Tingkat kecemasan pada kedua anak pasien mengalami penurunan, anak menjadi lebih tenang, lebih kooperatif saat dilakukan tindakan medis atau keperawatan, serta pola istirahat tidur mereka membaik. Kesimpulan:  aplikasi audiovisual storytelling efektif dalam menurunkan tongkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif asuhan keperawatan berbasis bermain teraupetik untuk meningkatkan kenyamanan dan kerja sama anak selama masa perawatan di rumah sakit.

Background: Hospitalization is a process that often causes stress and anxiety for preschool-aged children. Unfamiliar hospital environments and uncomfortable medical procedures can lead to fear, irritability, frequent crying, and even refusal of nursing care. This anxiety can hinder the healing process by potentially suppressing the child's immune system. Therefore, play therapy interventions—such as audiovisual storytelling—are needed to distract the child and facilitate emotional expression. Objective: To understand and apply an audiovisual storytelling intervention to address hospitalization-related anxiety in preschool-aged children at K.R.M.T. Wongsonegoro Regional General Hospital (RSUD), Semarang. Methods: A descriptive method using a case study approach was employed with two preschool-aged patients admitted to the pediatric ward. The intervention consisted of showing a 3-to-5-minute storytelling video on a mobile phone once daily for three consecutive days. Anxiety levels before and after the intervention were measured using the Face Anxiety Scale (FAS). Results: Initial assessments revealed that both patients exhibited reactions to hospitalization, including uncooperative behavior, frequent crying, fear upon seeing nurses, and repeated requests to go home. Following the three-day audiovisual storytelling intervention, both children demonstrated positive adaptive responses. Their anxiety levels decreased; they became calmer and more cooperative during medical or nursing procedures, and their sleep patterns improved. Conclusion: Audiovisual storytelling is effective in reducing anxiety levels among hospitalized preschool-aged children. This intervention serves as a viable alternative for therapeutic play-based nursing care, enhancing the child's comfort and cooperation during their hospital stay

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30