HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN TINGKAT BURNOUT PADA DOKTER UMUM DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD): LITERATURE REVIEW

Penulis

  • Nisya Putri Ardianingrum Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia
  • Dewi Purnamawati Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Beban Kerja, Burnout, Dokter Umum, Instalasi Gawat Darurat, Job Demands-Resources.

Abstrak

Dokter umum yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menghadapi tekanan kerja tinggi akibat volume pasien yang tidak terprediksi, tuntutan pengambilan keputusan cepat, rotasi shift, dan keterbatasan sumber daya rumah sakit. Kondisi ini menempatkan dokter umum IGD pada risiko tinggi mengalami burnout, yaitu sindrom psikologis akibat paparan kronis terhadap stresor pekerjaan yang ditandai oleh kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi. Literature review naratif ini bertujuan mereview dan mensintesis 15 studi empiris dan tinjauan sistematis mengenai hubungan antara beban kerja dan tingkat burnout pada dokter dan tenaga medis di IGD, terdiri atas delapan studi internasional dan tujuh studi pada konteks Indonesia, guna merumuskan kerangka konsep untuk penelitian lanjutan pada dokter umum IGD. Penelusuran dilakukan pada basis data PubMed/MEDLINE, ScienceDirect, Google Scholar, serta repositori jurnal nasional terindeks SINTA dan Garuda, menggunakan kombinasi kata kunci workload, burnout, emergency physician, dan dokter IGD. Hasil sintesis terhadap 15 studi menunjukkan bahwa beban kerja kuantitatif maupun kualitatif pada umumnya berhubungan dengan tingkat burnout, dengan prevalensi burnout pada dokter dan tenaga medis IGD dilaporkan bervariasi antara 18% hingga lebih dari 70% tergantung instrumen dan populasi penelitian, meskipun satu studi pada populasi terbatas di Indonesia tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik. Kerangka Job Demands-Resources (JD-R) memberikan penjelasan teoretis bahwa burnout muncul ketika tuntutan pekerjaan secara konsisten melebihi sumber daya yang tersedia bagi individu. Implikasi manajerial dari tinjauan ini menegaskan pentingnya intervensi tingkat organisasi, seperti pengaturan rasio dokter-pasien, manajemen shift, dan penguatan dukungan psikososial, sebagai strategi rumah sakit dalam mencegah burnout serta menjaga mutu dan keselamatan pelayanan gawat darurat.

General practitioners working in the Emergency Department (ED) face high job pressure due to unpredictable patient volume, demands for rapid clinical decision-making, shift rotation, and limited hospital resources, placing them at high risk of burnout, a psychological syndrome characterized by emotional exhaustion, depersonalization, and reduced personal accomplishment. This narrative literature review aims to review and synthesize 15 empirical and systematic-review studies on the relationship between workload and burnout among physicians and healthcare workers in the ED, comprising eight international studies and seven studies from the Indonesian context, in order to propose a conceptual framework for further research on ED general practitioners. A search was conducted on PubMed/MEDLINE, ScienceDirect, Google Scholar, and SINTA/Garuda-indexed national journal repositories using combinations of the keywords workload, burnout, emergency physician, and dokter IGD. The synthesis of the 15 studies indicates that both quantitative and qualitative workload are generally associated with burnout level, with reported prevalence ranging from 18% to over 70% depending on the instrument and study population, although one study on a limited Indonesian population found no statistically significant association. The Job Demands-Resources (JD-R) framework explains that burnout emerges when job demands consistently exceed available resources. The managerial implications emphasize organizational-level interventions such as physician-to-patient ratio regulation, shift management, and psychosocial support to prevent burnout and maintain the quality and safety of emergency care.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30