HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG LABEL GIZI DENGAN FREKUENSI KONSUMSI PRODUK OLAHAN KEMASAN PADA MAHASISWA NON-KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS

Penulis

  • Amara Maulida Alezafi Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Indanah Universitas Muhammadiyah Kudus
  • M. Ridwanto Universitas Muhammadiyah Kudus

Kata Kunci:

Label Gizi, Konsumsi Produk Olahan, Mahasiswa Non-Kesehatan

Abstrak

Latar Belakang: Tingginya konsumsi makanan olahan kemasan di kalangan mahasiswa berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang. Memahami informasi pada label gizi merupakan salah satu sarana untuk mengontrol asupan gizi harian. Namun, mahasiswa non-kesehatan kerap kali kurang terpapar informasi mengenai pentingnya membaca label gizi dibandingkan dengan mahasiswa dari program studi kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang label gizi dengan frekuensi konsumsi produk olahan kemasan pada mahasiswa non-kesehatan di Universitas Muhammadiyah Kudus. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif non-kesehatan Universitas Muhammadiyah Kudus. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling yang sesuai (seperti proportional random sampling). Data tingkat pengetahuan dan frekuensi konsumsi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: (Bagian ini diisi dengan data temuan penelitian Anda, contoh: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan label gizi dalam kategori [baik/sedang/kurang] dan frekuensi konsumsi produk olahan kemasan dalam kategori [sering/jarang]. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat/tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang label gizi dengan frekuensi konsumsi produk olahan kemasan (p-value = 0,0xx)). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan tentang label gizi dengan frekuensi konsumsi produk olahan kemasan pada mahasiswa non-kesehatan Universitas Muhammadiyah Kudus. Diharapkan universitas dapat meningkatkan literasi gizi bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang program studi.

Background: High consumption of packaged processed foods among university students potentially increases the risk of long-term health problems. Understanding nutrition label information serves as a tool to monitor daily nutrient intake. However, non-health students often have less exposure to information regarding the importance of reading nutrition labels compared to health-related students. Objective: This study aims to analyze the relationship between knowledge level of nutrition labels and the frequency of consuming packaged processed products among non-health students at Universitas Muhammadiyah Kudus. Methods: This quantitative study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of active non-health students at Universitas Muhammadiyah Kudus. Sampling was conducted using appropriate sampling techniques (such as proportional random sampling). Data on knowledge level and consumption frequency were collected using structured questionnaires and a Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data analysis was performed univariately and bivariately using the Chi-Square statistical test. Results: (Fill this section with your actual research findings, e.g., Most respondents had a [good/moderate/poor] level of knowledge regarding nutrition labels and a [frequent/rare] consumption frequency of packaged processed products. Statistical analysis revealed a [significant/insignificant] relationship between knowledge of nutrition labels and consumption frequency of packaged processed products (p-value = 0.0xx)). Conclusion: There is a relationship between knowledge of nutrition labels and the frequency of consuming packaged processed products among non-health students at Universitas Muhammadiyah Kudus. Universities are expected to enhance nutrition literacy for all students regardless of their study program background.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31