FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI SANTOSA HOSPITAL BANDUNG KOPO TAHUN 2025

Penulis

  • Ririn Nilasari Situmorang Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Nasriyah Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Nor. Asiyah Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Salis Nur Hidayah Universitas Muhammadiyah Kudus

Kata Kunci:

Anemia, Ketuban Pecah Dini, Paritas, Usia Ibu

Abstrak

Pendahuluan: Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan komplikasi obstetri yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal. Berbagai faktor, seperti usia ibu, paritas, anemia, kelainan letak janin, dan kehamilan ganda diduga berperan dalam kejadian KPD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian KPD pada ibu bersalin di Santosa Hospital Bandung Kopo Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 163 ibu bersalin dengan sampel sebanyak 116 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Proporsi kejadian KPD sebesar 75,9%. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,009), paritas (p=0,041), dan kelainan letak janin (p=0,017) dengan kejadian KPD. Sementara itu, anemia (p=0,067) dan kehamilan ganda (p=0,728) tidak berhubungan dengan kejadian KPD. Analisis multivariat menunjukkan tidak terdapat faktor yang berpengaruh secara independen terhadap kejadian KPD (p>0,05), namun usia ibu memiliki nilai Adjusted Odds Ratio (AOR) terbesar, yaitu 4,940. Kesimpulan: Usia ibu, paritas, dan kelainan letak janin berhubungan dengan kejadian KPD, sedangkan anemia dan kehamilan ganda tidak berhubungan. Meskipun tidak ditemukan faktor yang berpengaruh secara independen, usia ibu merupakan faktor yang paling dominan secara klinis terhadap kejadian KPD.

Diterbitkan

2026-08-31