PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KECEMASAN DAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN
Kata Kunci:
Aromaterapi Lavender, Kecemasan, Intensitas Nyeri, Persalinan Kala I, Fase AktifAbstrak
Persalinan merupakan proses fisiologis yang dialami ibu hamil di seluruh dunia. Meskipun menjadi momen yang dinantikan, persalinan sering disertai rasa takut dan cemas, terutama akibat nyeri. Salah satu metode nonfarmakologis untuk mengurangi kecemasan dan nyeri adalah aromaterapi lavender. Aromaterapi ini mengandung linalool dan linalyl yang memiliki efek relaksasi melalui stimulasi sistem limbik sehingga dapat membantu menurunkan kecemasan dan persepsi nyeri. Namun, efektivitasnya masih memerlukan pembuktian ilmiah. Berdasarkan studi pendahuluan di Rumah Sakit Santosa Bandung Kopo, belum ada ibu bersalin yang menggunakan aromaterapi lavender untuk mengatasi kecemasan dan nyeri selama persalinan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan dan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di Rumah Sakit Santosa Bandung Kopo. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen one group pretest-posttest dengan sampel 36 ibu bersalin yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Aromaterapi diberikan selama 20 menit. Tingkat kecemasan diukur dengan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan intensitas nyeri dengan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon pada variabel kecemasan karena data tidak berdistribusi normal dengan nilai p <0,001. Dan uji t berpasangan pada variabel nyeri karena data berdistribusi normal dengan nilai p <0,001 yang menunjukkan terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan dan nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di Rumah Sakit Santosa Bandung Kopo tahun 2026.




