TINJAUAN COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS PENGGUNAAN INSULIN SECARA ASEPTIC DISPENSING DI RAWAT INAP RSUD TEBET

Penulis

  • Cholid Muzakar Rumah Sakit Umum Daerah Tebet, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Jeni Mustika P Rumah Sakit Umum Daerah Tebet, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Dra. Dhanya Rosa Rumah Sakit Umum Daerah Tebet, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Teguh Priyatno Rumah Sakit Umum Daerah Tebet, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Taufan Harun Habibie Rumah Sakit Umum Daerah Tebet, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Bimantoko Rumah Sakit Umum Daerah Tebet, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Ivan Vienoza Muhaka Rumah Sakit Umum Daerah Tebet, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Geolyn Rumah Sakit Umum Daerah Tebet, Jakarta Selatan, Indonesia

Kata Kunci:

cost-efficiency, Diabetes Mellitus, Rawat Inap, sharing insulin, Aseptic Dispensing

Abstrak

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan medis berkelanjutan. Diabetes mellitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin. Prevalensi pengidap diabetes mellitus terus meningkat setiap tahunnya. Insulin merupakan salah satu pilihan terapi yang ditetapkan oleh PERKENI maupun PAPDI dalam penanganan pasien hiperglikemia baik pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi biaya pemakaian sharing insulin secara aseptic dispensing pada pasien rawat inap di RSUD Tebet. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Data diperoleh melalui formulir pencampuran obat steril pasien rawat inap pengguna insulin secara sharing sesuai kaidah dan aturan aseptic dispensing yang dilakukan oleh Instalasi Farmasi. Data periode Januari sampai September 2023 didapatkan 81% dari total 121 pasien rawat inap dengan diagnosis diabetes mellitus menggunakan insulin sebagai terapi pengobatannya. Dari hasil tinjauan cost-effectiveness penggunaan sharing insulin dirawat inap secara aseptic dispensing dapat menghemat biaya pengeluaran insulin dengan rata-rata penghematan yang dihasilkan sebesar 33% atau Rp.1.435.943,- per bulannya. Penggunaan sharing insulin secara aseptic dispensing yang digunakan di rawat inap dapat menghemat biaya perawatan pasien dan biaya pengeluaran insulin di Instalasi Farmasi.

Diabetes mellitus is a chronic disease that requires continuous medical care. Diabetes mellitus is defined as a disease or chronic metabolic disorder with multiple etiologies. It is characterized by high blood sugar levels accompanied by impaired carbohydrate, lipid, and protein metabolisms as a result of insulin insufficiency. The prevalence of people with diabetes mellitus increases constantly every year. Insulin is one of the therapeutic options formed by PERKENI and PAPDI to treat hyperglycemic patients, both outpatients and inpatients. The purpose of this study is to find the cost-efficiency by sharing the insulin dispensed following rules of aseptic dispensing for inpatients at Tebet General Hospital. The method of the study was an observational study with a descriptive design. Data were obtained from the pharmacy installation of sterile medication mixing forms for inpatients who used shared insulin from January to September 2023. 81% of 121 hospitalized patients who were diagnosed with diabetes mellitus used insulin as the therapy. The cost-effectiveness review stated that the use of shared insulin which was dispensed aseptically could save insulin dispensing costs with an average savings 33% or Rp.1,435,943,- per month. It concludes that the use of shared insulin which is dispensed aseptically for inpatient care can save patient care costs and insulin dispensing costs at the pharmacy installation of the hospital.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-26