HUBUNGAN PERSEPSI TEMAN SEBAYA TERHADAP TINDAKAN BULLYING PADA SISWA SMAN 1 BANJARSARI
Kata Kunci:
Persepsi Teman Sebaya, Bullying, Remaja, Siswa SMAAbstrak
Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang oleh seseorang atau kelompok terhadap individu lain yang dianggap lebih lemah, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Perilaku ini sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, serta prestasi belajar siswa. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi terjadinya bullying adalah persepsi teman sebaya. Teman sebaya memiliki peran penting dalam kehidupan remaja karena dapat memengaruhi sikap, perilaku, dan cara berpikir siswa. Persepsi yang kurang baik dari teman sebaya dapat mendorong munculnya perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi teman sebaya dengan tindakan bullying pada siswa SMAN 1 Banjarsari Kabupaten Ciamis, serta menggambarkan persepsi teman sebaya dan tingkat tindakan bullying pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi teman sebaya dengan tindakan bullying pada siswa SMAN 1 Banjarsari Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Banjarsari, dengan jumlah sampel sebanyak 80 siswa yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner persepsi teman sebaya dan kuesioner tindakan bullying yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan u ji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi teman sebaya dengan tindakan bullying pada siswa SMAN 1 Banjarsari. Siswa dengan persepsi teman sebaya yang kurang baik cenderung memiliki tingkat bullying yang lebih tinggi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa persepsi teman sebaya berperan dalam memengaruhi tindakan bullying pada siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan persepsi positif antar siswa melalui pendidikan, bimbingan konseling, dan program pencegahan bullying di sekolah.
Bullying is aggressive behavior carried out repeatedly by an individual or group toward other individuals who are considered weaker, whether physically, verbally, or psychologically. This behavior often occurs in school environments and can have negative impacts on students’ mental health, social relationships, and academic achievement. One factor that can influence the occurrence of bullying is peer perception. Peers play an important role in adolescents’ lives because they can influence students’ attitudes, behaviors, and ways of thinking. Poor peer perceptions can encourage the emergence of bullying behavior. This study aimed to determine the relationship between peer perception and bullying behavior among students of SMAN 1 Banjarsari, Ciamis Regency, as well as to describe peer perception and the level of bullying behavior among students. This study used a quantitative method with a cross-sectional approach. The research population consisted of all eleventh-grade students of SMAN 1 Banjarsari, with a total sample of 80 students selected based on inclusion criteria. Data were collected using peer perception questionnaires and bullying behavior questionnaires that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results showed a significant relationship between peer perception and bullying behavior among students of SMAN 1 Banjarsari. Students with poor peer perceptions tended to have higher levels of bullying behavior. The conclusion of this study is that peer perception is related to bullying behavior among students. Therefore, efforts are needed to improve positive peer perceptions through education, counseling guidance, and school-based bullying prevention programs.




