ANALISIS GAYA HIDUP SEDENTARI TERHADAP POLA MAKAN DAN STATUS GIZI REMAJA DI ERA DIGITAL DI SMA COKROAMINOTO TAMALANREA MAKASSAR TAHUN 2025
Kata Kunci:
Sedentari, Pola Makan, Status GiziAbstrak
Kemajuan teknologi digital telah memberikan kemudahan dalam kehidupan remaja, tetapi penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan juga berkontribusi terhadap meningkatnya gaya hidup sedentari, rendahnya aktivitas fisik, serta perubahan pola makan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi status gizi remaja, baik berupa gizi kurang maupun gizi lebih dan obesitas, meskipun hubungan antara gaya hidup sedentari dan status gizi dapat dipengaruhi pula oleh berbagai faktor lain, seperti pola konsumsi makanan, aktivitas fisik, genetik, dan kondisi sosial ekonomi. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan Menganalisis Gaya Hidup Sedentari Terhadap Pola Makan Dan Status Gizi Remaja Di Era Digital Di Sma Cokroaminoto Tamalanrea Makassar Tahun 2025. Metode Penelitian : Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan observasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup sedentari dengan pola makan (p = 0,220), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup sedentari dengan status gizi pada siswa (p = 0,989). Kesimpulan : Gaya Hidup Sedentari Terhadap Pola Makan Dan Status Gizi Remaja tidak terdapat hubungan yang signifikan.
Advances in digital technology have provided convenience in adolescents’ daily lives; however, excessive use of electronic devices also contributes to an increasingly sedentary lifestyle, reduced physical activity, and changes in dietary patterns. These conditions may affect adolescents’ nutritional status, including undernutrition, overweight, and obesity, although the relationship between sedentary lifestyle and nutritional status may also be influenced by various other factors, such as dietary intake, physical activity, genetics, and socioeconomic conditions. Objective: This study aimed to analyze the relationship between sedentary lifestyle, dietary patterns, and nutritional status among adolescents in the digital era at SMA Cokroaminoto Tamalanrea Makassar in 2025. Methods: This study employed a quantitative research design with a descriptive-analytical and observational approach. Data were collected using questionnaires and analyzed using the chi-square test. Results: There was no significant relationship between sedentary lifestyle and dietary patterns (p = 0.220). There was also no significant relationship between sedentary lifestyle and students’ nutritional status (p = 0.989). Conclusion: There was no significant relationship between sedentary lifestyle, dietary patterns, and nutritional status among adolescents.




