https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/issue/feed Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang 2026-06-29T18:27:47+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/23458 PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG PADA BALITA DI KUMIS KUCING, DES. WALUHU, KAB. BONE BOLANGO 2026-06-24T04:24:35+00:00 Mellisa Hadju aliqaazzahra1@gmail.co <p>Posyandu memiliki peran penting dalam memantau tumbuh kembang balita, terutama di wilayah pedesaan yang minim tenaga kesehatan profesional. Sayangnya, banyak kader posyandu yang belum memahami secara optimal konsep Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Kumis Kucing, Desa Waluhu, Kabupaten Bone Bolango, melalui pendekatan edukatif interaktif. Metode yang digunakan meliputi ceramah, pelatihan praktik, demonstrasi, simulasi penggunaan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan), serta diskusi kelompok. Penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan: rata-rata nilai pre-test sebesar 56,47% meningkat menjadi 81,76% pada post-test. Sebelum pelatihan, mayoritas kader berada pada kategori pengetahuan “kurang” (52,9%), namun setelah pelatihan, seluruh kader (100%) berada pada kategori “baik”. Hasil ini memperkuat bukti bahwa pelatihan interaktif berbasis praktik efektif meningkatkan pemahaman kader dalam pemantauan tumbuh kembang balita. Diharapkan program ini menjadi model pemberdayaan kader yang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai upaya pencegahan keterlambatan tumbuh kembang dan stunting secara berkelanjutan.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/22517 HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA PT. MEGAH TETAP SAKTI 2026-06-04T03:28:41+00:00 Desi Fitriani Simamora desimamora9000@gmail.com Wasiyem guest@oaj.jurnalhst.com <p>Beban kerja merupakan segala hal yang berkaitan erat dengan pekerjaan yang melibatkan tugas-tugas mental dan fisik yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu . Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan utama yang dapat menurunkan produktivitas, motivasi, dan keselamatan kerja pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja di PT. Megah Tetap Sakti. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di PT. Megah Tetap Sakti yang berjumlah 33 orang dan diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner beban kerja dan Subjective Self Rating Test (SSRT). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja (p &lt; 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/23426 HUBUNGAN TEKNIK PERLEKATAN DENGAN KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS POST SC DI RS SARKIES ‘AISYIYAH KUDUS 2026-06-23T11:43:01+00:00 Vanesa Putri Adilia 42022170025@std.umku.ac.id Irawati Indrianingrum irawati@umkudus.ac.id Bdn. Noor Azizah noorazizah@umkudus.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan teknik perlekatan menyusui dengan kelancaran produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu nifas post sectio caesarea (SC) di RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus. Masa nifas pasca operasi sectio caesarea sering kali menghadapi berbagai kendala dalam proses menyusui, seperti nyeri luka operasi, keterlambatan inisiasi menyusu, dan kesulitan dalam menerapkan teknik perlekatan yang tepat. Teknik perlekatan yang baik merupakan salah satu faktor penting yang dapat merangsang produksi ASI melalui proses pengosongan payudara yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner terhadap ibu nifas post SC yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara teknik perlekatan dan kelancaran produksi ASI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara teknik perlekatan menyusui dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas post SC. Ibu yang menerapkan teknik perlekatan dengan benar cenderung memiliki produksi ASI yang lebih lancar dibandingkan dengan ibu yang menerapkan teknik perlekatan kurang tepat. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan mengenai teknik perlekatan menyusui perlu ditingkatkan guna mendukung keberhasilan pemberian ASI pada ibu pasca sectio caesarea.</p> <p><em>This study aims to analyze the relationship between breastfeeding attachment techniques and the smoothness of breast milk production among post-cesarean section (SC) postpartum mothers at Sarkies ‘Aisyiyah Hospital Kudus. The postpartum period following a cesarean section is often associated with various breastfeeding challenges, including surgical wound pain, delayed breastfeeding initiation, and difficulties in applying proper attachment techniques. Correct breastfeeding attachment is an important factor that can stimulate breast milk production through optimal breast emptying. This study employed a quantitative method with a correlational analytical approach. Data were collected through observations and questionnaires administered to post-SC postpartum mothers who met the research criteria. Statistical analysis was conducted to determine the relationship between breastfeeding attachment techniques and the smoothness of breast milk production. The results indicated a significant relationship between proper breastfeeding attachment techniques and smooth breast milk production among post-SC postpartum mothers. Mothers who applied correct attachment techniques tended to have smoother breast milk production compared to those who applied improper techniques. Therefore, education and assistance regarding breastfeeding attachment techniques should be enhanced to support successful breastfeeding among mothers following cesarean delivery.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/23274 ANALISIS FAKTOR KEMAMPUAN (ABILITY TO PAY) DAN KEMAUAN (WILLINGNESS TO PAY) DALAM MEMBAYAR IURAN BPJS KESEHATAN PADA PESERTA PBPU DI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN 2026-06-20T08:03:56+00:00 Audy Vimala Sari audyvimala@gmail.com Siti Rahmawati sitiirahmawatii415@gmail.com Suci Ramadhani Rangkuti suciramadhani6546@gmail.com Rahmayani rahmayyani01@gmail.com Nadya Aulia nadyaaulia634@gmail.com Fitriani Pramita Gurning fitrianigurning@uinsu.ac.id <p>Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan bertujuan untuk memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada kepatuhan peserta dalam membayar iuran, khususnya peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang membayar iuran secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan (Ability to Pay/ATP) dan kemauan (Willingness to Pay/WTP) dalam membayar iuran BPJS Kesehatan serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kemauan membayar iuran pada peserta PBPU di Kecamatan Medan Tuntungan.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden, ATP, dan WTP, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kemampuan membayar (Ability to Pay/ATP) yang baik, yaitu sebanyak 29 responden (96,7%), sedangkan 1 responden (3,3%) termasuk kategori tidak mampu membayar. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan (p=0,028), pendidikan (p=0,041), pengetahuan BPJS Kesehatan (p=0,019), dan persepsi manfaat BPJS Kesehatan (p=0,011) dengan kemauan membayar (Willingness to Pay/WTP) iuran BPJS Kesehatan. Persepsi manfaat merupakan variabel yang memiliki hubungan paling kuat dengan kemauan membayar iuran.Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta PBPU memiliki kemampuan membayar iuran BPJS Kesehatan yang baik. Pendapatan, pendidikan, pengetahuan BPJS Kesehatan, dan persepsi manfaat BPJS Kesehatan berhubungan signifikan dengan kemauan membayar iuran BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, sosialisasi, dan kualitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran iuran serta mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional.</p> <p><em>The National Health Insurance Program (Jaminan Kesehatan Nasional/JKN) administered by the Indonesian Health Social Security Agency (BPJS Kesehatan) aims to provide health insurance coverage for all Indonesian citizens. The sustainability of this program largely depends on participants' compliance in paying contributions, particularly among Non-Wage Recipient Workers (Pekerja Bukan Penerima Upah/PBPU) who are responsible for paying their own premiums. This study aimed to analyze the Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) health insurance contributions, as well as the factors associated with willingness to pay among PBPU participants in Medan Tuntungan District.This study employed a quantitative analytic method with a cross-sectional design. A total of 30 respondents were selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a structured questionnaire. Univariate analysis was conducted to describe respondents' characteristics, ATP, and WTP, while bivariate analysis using the Chi-Square test was performed to determine the relationship between variables.The results showed that the majority of respondents had a good Ability to Pay (ATP), with 29 respondents (96.7%) categorized as able to pay and only 1 respondent (3.3%) categorized as unable to pay. The bivariate analysis revealed significant relationships between income (p=0.028), education level (p=0.041), knowledge of BPJS Kesehatan (p=0.019), and perceived benefits of BPJS Kesehatan (p=0.011) with Willingness to Pay (WTP) health insurance contributions. Perceived benefits were identified as the variable most strongly associated with willingness to pay contributions.In conclusion, most PBPU participants demonstrated a good ability to pay BPJS Kesehatan contributions. Income, education level, knowledge of BPJS Kesehatan, and perceived benefits of BPJS Kesehatan were significantly associated with willingness to pay health insurance contributions. Therefore, improving public education, socialization, and healthcare service quality is necessary to enhance contribution payment compliance and support the sustainability of the National Health Insurance Program.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/23638 REVIEW JURNAL: PENGEMBANGAN FORMULA EAU DE TOILETTE BERBASIS MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN) DAN MINYAK ADAS (FOENICULUM VULGARE) KOMBINASI AROMA VANILA DAN STRAWBERRY 2026-06-28T01:58:08+00:00 Cut Frisca Berliana Fitri cutfrisca@gmail.com Apriliani Nurjannah nurjannahapriliani348@gmail.com Azzalia Nur Alsanda azzalianuralsanda@gmail.com Meysa Nadya Cosar meyerr.0504@gmail.com Namira Siti Fauziah sitifauziahnamira@gmail.com Rizzqi Septiprajaamalia Rosdianto rizzqisepti@umbandung.ac.id <p>Parfum yang terbuat dari bahan alami memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena memiliki karakteristik aroma yang unik dan lebih ramah lingkungan. Studi ini bertujuan untuk merumuskan sediaan eau de toilette menggunakan minyak nilam (Pogostemon cablin) dan minyak adas (Foeniculum vulgare) yang dipadukan dengan aroma vanila dan strawberry, sebagai langkah menciptakan parfum alami dengan aroma menarik dan ketahanan wangi yang optimal. Formulasi disusun dalam dua variasi, yakni formula yang mengandung minyak nilam sebagai fixative alami dan formula yang mengandung minyak adas sebagai top note. Ethanol berfungsi sebagai pelarut utama, sementara aroma vanila dan stroberi digunakan untuk memperkaya karakter wangi parfum. Evaluasi produk yang direncanakan mencakup uji organoleptik, homogenitas, berat jenis, ketahanan aroma, uji noda, pH, serta stabilitas yang dipercepat. Berdasarkan rancangan formulasi yang telah dibuat, penggabungan minyak atsiri dengan aroma vanila dan stroberi diharapkan dapat menghasilkan sediaan eau de toilette dengan wangi manis, fruity, harmonis, serta nyaman untuk digunakan oleh remaja dan dewasa muda. Di samping itu, pemakaian minyak nilam diperkirakan mampu memperkuat daya tahan aroma parfum.</p> <p><em>Perfumes made from natural ingredients offer significant potential for development due to their unique aroma characteristics and greater environmental friendliness. This study aims to formulate an eau de toilette using patchouli oil and fennel oil combined with vanilla and strawberry aromas, as a step toward creating a natural perfume with an attractive aroma and optimal fragrance longevity. The formulations are presented in two variations: one containing patchouli oil as a natural fixative and one containing fennel oil as a top note. Ethanol serves as the primary solvent, while vanilla and strawberry aromas are used to enrich the perfume's fragrance character. The planned product evaluation includes organoleptic testing, homogeneity, specific gravity, aroma persistence, stain testing, pH, and accelerated stability. Based on the formulation design, the combination of essential oils with vanilla and strawberry aromas is expected to produce an eau de toilette with a sweet, fruity, harmonious fragrance that is comfortable for use by teenagers and young adults.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/23180 PERSEPSI DAN KEPATUHAN PEKERJA DALAM MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN MANDAILING NATAL 2026-06-18T04:48:08+00:00 Rahmi Indah Syahrina Nasution nasutionrahmiindah@gmail.com <p>Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) krusial bagi pekerja BPBD yang berhadapan dengan risiko tinggi saat penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi dan tingkat kepatuhan pekerja BPBD Kabupaten Mandailing Natal terhadap penggunaan APD. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi pada kepala pelaksana, kepala bidang, serta personel lapangan. Hasil menunjukkan pemahaman pekerja terhadap pentingnya APD sudah baik, namun kepatuhan belum optimal. Kendala utama meliputi keterbatasan jumlah dan kualitas APD, rasa tidak nyaman, kurangnya pelatihan teknis, serta lemahnya pengawasan internal. Kebijakan penggunaan APD sudah berjalan namun belum maksimal karena keterbatasan anggaran. Disarankan penguatan sosialisasi, pengadaan APD memadai, pelatihan rutin, dan peningkatan pengawasan otoritas. Kesimpulan penelitian ini persepsi positif tidak menjamin kepatuhan tinggi sehingga diperlukan pendekatan sistemik untuk perlindungan optimal pekerja di lingkungan kebencanaan.</p> <p><em>The use of Personal Protective Equipment (PPE) is crucial for BPBD workers who face high risks during disaster management. This study aims to explore the perceptions and compliance levels of BPBD workers in Mandailing Natal Regency regarding the use of PPE. The descriptive qualitative method was used, with data collection through in-depth interviews and observations of the head of the implementation, the head of the division, and field personnel. The results indicate that workers' understanding of the importance of PPE is good, but compliance is not optimal. The main obstacles include limited quantity and quality of PPE, discomfort, lack of technical training, and weak internal supervision. The policy on the use of PPE has been implemented but has not been optimal due to budget constraints. It is recommended to strengthen socialization, procure adequate PPE, routine training, and increase authority supervision. The conclusion of this study is that a positive perception does not guarantee high compliance, so a systemic approach is needed for optimal protection of workers in disaster environments.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/23576 GAMBARAN ASUPAN ENERGI MASYARAKAT BERDASARKAN METODE FOOD RECALL 2×24 JAM 2026-06-26T08:22:55+00:00 Esti Novi Andyarini estinoviandyarini@gmail.com Kezia Aulia Syah Putri keziaauliasp@gmail.com <p>Asupan energi yang tidak adekuat pada kelompok usia dewasa muda menjadi perhatian serius dalam bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat asupan energi pada masyarakat usia 20-30 tahun di wilayah Sidoarjo berdasarkan metode food recall 2x24 jam serta membandingkannya dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) sebesar 2100 kkal. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan 30 responden yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data konsumsi pangan dikumpulkan melalui wawancara recall selama dua hari tidak berturut-turut, kemudian dihitung kandungan energinya menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Tingkat kecukupan energi dikategorikan menjadi kurang (&lt;80% AKG), cukup (80–110% AKG), dan lebih (&gt;110% AKG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) berada dalam kategori cukup dengan rata-rata asupan energi berkisar antara 1725–1950 kkal per hari. Pola konsumsi responden cukup beragam dengan sumber makanan utama berupa nasi, lauk hewani, lauk nabati, dan sayuran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asupan energi masyarakat usia 20–30 tahun di Sidoarjo secara umum telah memenuhi kebutuhan yang dianjurkan. Edukasi gizi tetap diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.</p> <p><em>Inadequate energy intake among young adults is a serious concern in nutrition and public health. This study aimed to describe energy intake levels among individuals aged 20–30 years in the Sidoarjo area using the 2×24-hour food recall method and compare them with the recommended dietary allowance (RDA) of 2100 kcal. A descriptive design was employed with 30 respondents selected through convenience sampling. Dietary data were collected through 24-hour recall interviews on two non-consecutive days and analyzed using the Indonesian Food Composition Table (TKPI). Energy adequacy was categorized as deficient (&lt;80% RDA), adequate (80–110% RDA), or excessive (&gt;110% RDA). Results showed that all respondents (100%) fell within the adequate category, with mean energy intake ranging from 1725 to 1950 kcal per day. Dietary patterns were varied, with main food sources including rice, animal-based side dishes, plant-based side dishes, and vegetables. This study concludes that energy intake among individuals aged 20–30 years in Sidoarjo generally meets recommended requirements. Nutritional education remains essential to sustain and improve dietary quality in the community.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/23076 RESILIENSI ORGANISASI PADA FASILITAS KESEHATAN PRIMER SEBAGAI STRATEGI KEBERLANJUTAN LAYANAN KESEHATAN: LITERATURE REVIEW 2026-06-16T04:35:27+00:00 Ade Edmawati adeedma@gmail.com Dewi Purnamawati dewi.purnamawati@umj.ac.id <p>Tekanan berlapis yang menimpa sistem kesehatan global mulai dari pandemi hingga pergeseran beban penyakit menempatkan fasilitas kesehatan primer sebagai entitas yang paling rentan sekaligus paling krusial dalam menjamin kesinambungan layanan esensial. Organizational resilience pada fasilitas primer bukan sekadar kemampuan bertahan, melainkan kapasitas transformatif yang memungkinkan adaptasi dan inovasi berkelanjutan di tengah tekanan. Penelitian ini bertujuan menyintesis bukti ilmiah terkini mengenai konsep, dimensi, dan strategi resiliensi organisasi di fasilitas kesehatan primer.&nbsp; Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran di tiga basis data bereputasi PubMed, Scopus, dan Google Scholar rentang tahun 2021–2025. Dari 309 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 15 studi yang relevan dipilih dan menjadi sumber sintesis. Hasil kajian mengidentifikasi tiga klaster determinan utama kapasitas resiliensi, yaitu kesejahteraan dan kompetensi tenaga kesehatan, kepemimpinan adaptif beserta budaya organisasi, serta kesiapan teknologi dan transformasi digital. Ketiga klaster ini saling berinteraksi membentuk fondasi ketahanan layanan. Strategi yang terbukti efektif mencakup pengembangan adaptive capacity, penerapan indikator kualitas terukur, manajemen transformasi digital yang terkelola, dan pemberdayaan komunitas sebagai mitra aktif. Disimpulkan bahwa penguatan resiliensi organisasi secara holistik dan multidimensional merupakan prasyarat utama keberlanjutan layanan kesehatan primer dalam menghadapi berbagai guncangan.</p> <p><em>Compounding pressures on global health systems ranging from pandemics to shifting disease burdens have positioned primary health care facilities as both the most vulnerable and most critical entities in sustaining essential service delivery. Organizational resilience in primary care facilities is not merely a survival capacity but a transformative capability enabling continuous adaptation and innovation under pressure. This study aims to synthesize current scientific evidence on the concepts, dimensions, and strategies of organizational resilience in primary health care facilities. A literature review method was employed, with searches conducted across three reputable databases PubMed, Scopus, and Google Scholar covering publications from 2021 to 2025. Of 309 initially identified articles, 15 relevant studies were selected and served as the synthesis base. Findings identified three primary determinant clusters of resilience capacity: healthcare workforce well-being and competence, adaptive leadership and organizational culture, and technological readiness alongside digital transformation. These clusters interact dynamically to form the foundation of service sustainability. Evidence-based strategies include developing adaptive capacity, implementing measurable quality indicators, managing digital transformation effectively, and engaging communities as active partners. It is concluded that holistic and multidimensional organizational resilience strengthening constitutes a fundamental prerequisite for primary health care sustainability in confronting diverse disruptions.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/23444 EFEKTIVITAS VIDEO EDUKASI SARAPAN DAN GIZI TERHADAP PERILAKU SARAPAN PADA SISWA KELAS 5 DAN 6 DI SDN LANDOH KECAMATAN SULANG KABUPATEN REMBANG 2026-06-24T01:43:21+00:00 Rusnoto rusnoto001@gmail.com Soesanto soesantoedisoes@gmail.com Nike Rizki Yonitasari nikerizki533@gmail.com <p>Sarapan merupakan salah satu perilaku gizi penting yang berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi harian anak sekolah. Namun, masih banyak siswa yang memiliki kebiasaan melewatkan sarapan atau mengonsumsi sarapan dengan kualitas gizi yang rendah. Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, daya ingat, serta prestasi akademik siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perilaku sarapan adalah melalui pendidikan gizi menggunakan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video edukasi sarapan dan gizi terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku sarapan siswa sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SDN Landoh Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang pada siswa kelas III dan IV yang memiliki kebiasaan sulit sarapan pagi. Intervensi dilakukan melalui pemberian video edukasi yang memuat informasi mengenai pentingnya sarapan, gizi seimbang, serta contoh menu sarapan sehat. Diharapkan penggunaan media video edukasi dapat meningkatkan pengetahuan gizi siswa, membentuk sikap positif terhadap sarapan, dan mendorong perubahan perilaku sarapan yang lebih baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif media pendidikan gizi yang efektif dalam meningkatkan kebiasaan sarapan sehat pada siswa sekolah dasar.</p> <p><em>Breakfast is an important nutritional behavior that contributes to meeting the daily energy and nutrient requirements of school-aged children. However, many students still skip breakfast or consume breakfasts with poor nutritional quality. This condition may negatively affect students’ concentration, memory, and academic performance. One strategy to improve breakfast behavior is nutrition education using attractive and age-appropriate learning media. This study aims to determine the effect of breakfast and nutrition educational videos on the knowledge, attitudes, and breakfast behaviors of elementary school students. The study was conducted at SDN Landoh, Sulang District, Rembang Regency, involving third- and fourth-grade students who had poor breakfast habits. The intervention consisted of educational videos containing information about the importance of breakfast, balanced nutrition, and examples of healthy breakfast menus. The use of educational video media is expected to improve students’ nutritional knowledge, develop positive attitudes toward breakfast, and encourage healthier breakfast behaviors. The findings of this study are expected to provide an effective alternative nutrition education medium for promoting healthy breakfast habits among elementary school students.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/23304 CATASTROPHIC HEALTH EXPENDITURE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERLINDUNGAN FINANSIAL JKN DI INDONESIA 2026-06-21T03:39:48+00:00 Nathasya Azzahra Thamrin azzahrathamrin03@gmail.com Cut Miftha Hafizza cutmifthahafizza@gmail.com Deby Anggita Ramadhina debyanggitar@gmail.com Sry Wulan Silaban srywulansilaban19@gmail.com Fitriani Pramita Gurning fitrianigurning@uinsu.ac.id <p>Penyakit katastropik merupakan salah satu penyebab utama tingginya beban pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban pembiayaan penyakit katastropik terhadap keberlanjutan JKN di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyakit gagal ginjal kronik dan kanker menjadi penyumbang terbesar pembiayaan JKN, dengan biaya yang terus meningkat setiap tahun. Kepemilikan JKN terbukti mampu menurunkan risiko Catastrophic Health Expenditure (CHE) dan Out-of-Pocket Expenditure (OOP), namun pengeluaran kesehatan katastropik masih ditemukan pada kelompok rentan seperti rumah tangga berpendapatan rendah, lansia, dan penderita penyakit kronis. Tingginya biaya pengobatan jangka panjang serta meningkatnya prevalensi penyakit katastropik berpotensi mengancam keberlanjutan pembiayaan JKN. Oleh karena itu, diperlukan penguatan upaya promotif dan preventif, deteksi dini penyakit, serta pengendalian biaya pelayanan kesehatan untuk menjaga keberlanjutan program JKN.</p> <p><em>Catastrophic diseases are among the major contributors to the increasing financial burden of Indonesia’s National Health Insurance Program (Jaminan Kesehatan Nasional/JKN). This study aimed to analyze the impact of catastrophic disease financing on the sustainability of JKN in Indonesia. A literature review was conducted using 10 scientific articles published between 2021 and 2025. The findings showed that chronic kidney disease and cancer were the largest contributors to JKN expenditure, with costs continuing to increase annually. JKN membership was found to reduce the risk of Catastrophic Health Expenditure (CHE) and Out-of-Pocket Expenditure (OOP); however, catastrophic health spending remained prevalent among vulnerable groups, including low-income households, elderly individuals, and patients with chronic diseases. The high cost of long-term treatment and the increasing prevalence of catastrophic diseases may threaten the sustainability of JKN financing. Therefore, strengthening promotive and preventive efforts, early disease detection, and healthcare cost control strategies are essential to maintain the sustainability of the JKN program.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/23239 ANALISIS KEMAUAN DAN KEMAMPUAN MEMBAYAR IURAN JKN PESERTA BUKAN PENERIMA UPAH DI INDONESIA 2026-06-19T10:12:37+00:00 Riska Rahmadianti riskarahmadianti55@gmail.com Al Kafi Mumtazah Nadhiroh mumtazahnadhirohalkafi@gmail.com Afni Febrianti febriantiafni1@gmail.com Fitriani Pramita Gurning fitrianigurning@uinsu.ic.id <p>Kemampuan membayar (Ability to Pay/ATP) dan kemauan membayar (Willingness to Pay/WTP) merupakan faktor penting yang memengaruhi kepatuhan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ATP dan WTP iuran JKN pada peserta PBPU di Indonesia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, Scopus, dan PubMed pada periode 2021–2026. Dari 40 artikel yang ditemukan, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ATP dipengaruhi oleh pendapatan, pengeluaran rumah tangga, dan jumlah tanggungan keluarga. Sementara itu, WTP dipengaruhi oleh pengetahuan, pendidikan, persepsi mutu pelayanan, persepsi risiko, riwayat penyakit katastropik, dan kemudahan akses pembayaran. Hasil sintesis juga menunjukkan bahwa ATP dan WTP saling berkaitan dalam menentukan kepatuhan pembayaran iuran JKN. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan pembayaran iuran memerlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan ekonomi masyarakat, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan edukasi peserta JKN.</p> <p><em>Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) are important factors influencing National Health Insurance (JKN) contribution compliance among independent Non-Wage Workers (PBPU) participants. This study aims to analyze the factors influencing ATP and WTP of JKN contributions among PBPU participants in Indonesia. The study used the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA approach. The literature search was conducted through Google Scholar, Scopus, and PubMed during the period 2021–2026. Of the 40 articles found, 10 met the inclusion criteria and were analyzed. The results showed that ATP was influenced by income, household expenditure, and the number of dependents. Meanwhile, WTP was influenced by knowledge, education, perception of service quality, risk perception, history of catastrophic illness, and ease of payment access. The synthesis results also showed that ATP and WTP are interrelated in determining JKN contribution compliance. Therefore, improving contribution payment compliance requires an approach that focuses not only on the community's economic capacity but also on improving the quality of health services and education for JKN participants.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/23607 PENYULUHAN ANTI BULLYING DALAM MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN MENTAL SISWA DI SMKN 3 KIMIA MADIUN 2026-06-27T04:57:34+00:00 Riska Ratnawati riskaratnawati78@gmail.com Ardyta Galis Pamungkaswara ardytagalis@gmail.com Dyah Ayu Nurindah indahindah26555@gmail.com Gladis Jiyan Septyanni gladisjiyan@gmail.com Modista Aisiko Segi aisyko17@gmail.com Sofiana Alvia Damayanti sofiana261105@gmail.com <p>Bullying atau perundungan adalah salah satu masalah penting yang masih marak terjadi di lingkungan pendidikan, dengan kasus yang terus meningkat setiap tahunnya. Bullying tidak hanya menyebabkan kerugian fisik, tetapi juga pengaruh buruk terhadap kesehatan mental dan prestasi belajar korban. Kegiatan penyuluhan ini memiliki tujuan memberi pemahaman literasi kesehatan mental siswa terkait perilaku anti bullying melalui kegiatan penyuluhan di SMKN 3 Kimia Madiun. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode pendidikan partisipatif yang meliputi presentasi interaktif, penilaian pre-test dan post-test, serta tanya jawab yang melibatkan siswa kelas X. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan mengenai definisi, jenis, dampak, dan pencegahan bullying setelah kegiatan penyuluhan berlangsung. Sebelum kegiatan, hanya 82,25% siswa yang memiliki pengetahuan memadai tentang bullying, sedangkan setelah penyuluhan angka tersebut meningkat menjadi 91,86%. Siswa menjadi lebih sadar terhadap bentuk-bentuk bullying yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah—khususnya bullying verbal dan relasional—serta memperoleh pengetahuan praktis tentang cara merespons sebagai saksi aktif (upstander). Program penyuluhan terbukti efektif dalam membangun literasi kesehatan mental dan mendukung terciptanya budaya sekolah yang lebih aman dan saling menghargai. Tindak lanjut kegiatan dan institusionalisasi program anti bullying sebagai bagian dari kurikulum rutin sekolah direkomendasikan untuk mempertahankan hasil yang telah dicapai.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/23077 TANTANGAN MANAJEMEN PUSKESMAS DALAM MENDUKUNG TRANSFORMASI LAYANAN KESEHATAN PRIMER: LITERATURE REVIEW 2026-06-16T05:01:07+00:00 Aditya Pratama Aria dietya36@gmail.com Dewi Purnamawati dewi.purnamawati@umj.ac.id <p>Penguatan primary health care menjadi prioritas global, namun Puskesmas di Indonesia masih menghadapi hambatan manajerial yang menghambat keterlaksanaan transformasi layanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis tantangan utama manajemen Puskesmas dalam mendukung agenda transformasi layanan kesehatan primer di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan thematic analysis terhadap sepuluh artikel ilmiah terpilih dari basis data Google Scholar, Portal Garuda, dan SINTA, terbitan tahun 2021–2026. Hasil kajian mengidentifikasi enam dimensi hambatan utama yang berpola secara sistemik, meliputi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya managerial leadership, kesenjangan infrastruktur antardaerah, ketidakberlanjutan pembiayaan, rendahnya health digital literacy, serta kelemahan perencanaan operasional dan pengelolaan rantai pasok. Hambatan-hambatan tersebut tidak bersifat independen, melainkan saling memperkuat dalam satu siklus yang menghambat akselerasi transformasi. Diperlukan reformasi health financing berbasis ekuitas, penguatan kompetensi SDM, dan standardisasi interoperability sistem informasi manajemen Puskesmas secara berjenjang dan menyeluruh.</p> <p><em>Strengthening primary health care has become a global priority; however, community health centers (Puskesmas) in Indonesia continue to face managerial barriers that hinder the implementation of primary health care transformation. This study aims to identify and analyze the principal challenges in Puskesmas management within the framework of Indonesia's primary health care transformation agenda. A literature review method was employed using a thematic analysis approach across ten selected scientific articles retrieved from Google Scholar, Portal Garuda, and SINTA databases, published between 2021 and 2026. Findings identified six systemically interrelated dimensions of barriers, encompassing limited human resource capacity, weak managerial leadership, inter-regional infrastructure disparities, unsustainable financing structures, low health digital literacy, and deficiencies in operational planning and supply chain management. These barriers do not operate independently but mutually reinforce one another in a cyclical pattern obstructing transformation acceleration. Equity-based health financing reform, human resource competency strengthening, and phased standardization of Puskesmas management information system interoperability are urgently recommended.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang