Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug
id-IDJurnal Kesehatan Unggul GemilangEFEKTIVITAS PENERAPAN SELF HEALING BERBASIS MINDFULNESS TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIWUNGU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/18281
<p>Diabetes mellitus (DM) merupakan kondisi umum yang tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga aspek psikologis dan sosial pasien, seperti stres, kecemasan, dan depresi. DM tipe 2 sebagai bentuk yang paling sering dijumpai memerlukan pengelolaan jangka panjang dan berisiko menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan metode pendukung untuk meningkatkan kesejahteraan pasien, salah satunya melalui teknik self healing berbasis mindfulness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas teknik penyembuhan diri berbasis kesadaran diri (mindfulness) dalam meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2 yang mengikuti program Prolanis di Puskesmas Kaliwungu.Untuk penelitian ini, metode kuantitatif digunakan, dan desain quasi-experimental diterapkan untuk membuat kelompok kontrol pre-test dan post-test. Penelitian ini melibatkan 41 pasien DM tipe 2 yang mengikuti program Prolanis di Puskesmas Kaliwungu. Sempel dipilih melalui teknik purposive sampling, Responden dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok intervensi 20 orang dan kelompok kontrol 20 orang. Kelompok intervensi menerima pelatihan self-healing berbasis mindfulness, yang mencakup sesi pernapasan sadar, meditasi, dan refleksi diri. Kualitas hidup sebelum dan sesudah intervensi diukur menggunakan instrumen WHOQOL-BREF sebagai alat penilaian yang diakui secara internasional. Uji statistik yang diterapkan dalam studi ini adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test, yang digunakan untuk menilai perubahan kualitas hidup sebelum dan setelah intervensi dalam kelompok yang diberi perlakuan, serta uji Mann–Whitney U Test untuk membandingkan perbedaan kualitas hidup antara kelompok intervensi dan kontrol pada saat pasca-uji. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan kualitas hidup yang signifikan setelah mengikuti intervensi mindfulness dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Selain itu, hasil dari uji Mann–Whitney pada pasca-uji menunjukkan nilai p = 0,002, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah melakukan intervensi. Kesimpulan dari riset ini adalah bahwa metode self-healing berbasis mindfulness terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2. Intervensi ini memberikan dampak positif pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan pasien, serta membantu mengurangi stres dan meningkatkan keseluruhan kesejahteraan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah agar pasien DM tipe 2 dapat secara rutin melakukan latihan mindfulness sebagai bagian dari manajemen diri mereka. Puskesmas disarankan untuk melalui Program Prolanis mengintegrasikan pelatihan mindfulness sebagai intervensi tambahan dalam pengelolaan penyakit kronis. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar menggunakan sampel yang lebih besar, melakukan intervensi dalam jangka waktu yang lebih lama, serta mempertimbangkan variabel fisiologis seperti kadar gula darah atau HbA1c guna memperkuat bukti efektivitas dari intervensi yang dilakukan.</p> Famela Aprilia Aritama Diana Tri LestariYulisetyaningrum
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
2025-12-302025-12-30912HUBUNGAN FAKTOR RISIKO INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DENGAN STADIUM OTITIS MEDIA SUPURATIF AKUT di POLI THT-KL RSUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA TAHUN 2023-2024
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/17134
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan stadium Otitis Media Supuratif Akut (OMSA) di Poli THT-KL RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya pada tahun 2023–2024. OMSA merupakan salah satu penyebab utama gangguan telinga tengah yang menimbulkan morbiditas tinggi, terutama pada anak-anak karena anatomi tuba eustachius mereka yang lebih pendek dan horizontal sehingga mempermudah penyebaran infeksi dari saluran pernapasan. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan teknik purposive sampling terhadap 100 pasien OMSA yang datanya diambil dari rekam medis. Analisis dilakukan dengan uji Chi-square dan korelasi Spearman menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa 53% pasien adalah perempuan, kelompok usia terbanyak 12–25 tahun (30%), dan stadium OMSA terbanyak adalah stadium perforasi (32%). Sebanyak 63% pasien memiliki riwayat ISPA, dengan proporsi terbesar pada stadium perforasi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,039 dan r = 0,236 (p = 0,018), menandakan adanya hubungan bermakna antara ISPA dan stadium OMSA. Dengan demikian, ISPA merupakan faktor risiko penting yang berkontribusi terhadap perkembangan dan tingkat keparahan OMSA pada pasien di rumah sakit tersebut.</p> <p><em>This study aimed to determine the relationship between Acute Respiratory Tract Infection (ARI) and the stages of Acute Suppurative Otitis Media (ASOM) at the ENT Clinic of dr. Doris Sylvanus Regional Hospital, Palangka Raya, during 2023–2024. ASOM is a significant cause of middle ear morbidity, particularly in children, due to their shorter and more horizontal eustachian tubes that facilitate the spread of upper respiratory infections to the middle ear. Using an observational analytic design with a cross-sectional approach and purposive sampling, 100 ASOM patients were analyzed through medical record data. Statistical tests, including Chi-square and Spearman correlation using SPSS, revealed that 53% of patients were female, with the 12–25-year age group being the most affected (30%). The perforation stage was most common (32%), and 63% of patients had an ARI history. Chi-square (p = 0.039) and Spearman (r = 0.236; p = 0.018) results confirmed a significant relationship between ARI and ASOM stages. The study concludes that ARI history is a major risk factor influencing the progression and severity of ASOM among patients in the studied population.</em></p>Marsela KristinaMargaretha Yayu Indah AnugerahnyRatna Widayati
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
2025-12-302025-12-30912POLA PENYEBARAN MALARIA DI KELURAHAN NELAYAN INDAH KARAKTERISTIK KASUS, JENIS PARASIT, DAN IMPLIKASI PENGEDALIAN VEKTOR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/18134
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik malaria kasus di Kota Medan sejak Januari hingga April 2025. Penelitian ini berfokus pada pengelompokan kasus di Kelurahan Nelayan Indah yang memiliki konsentrasi kasus tinggi. Data yang digunakan berasal dari fasilitas kesehatan dan kegiatan surveilans vektor (MBS) di wilayah tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa dari 16 kasus yang tercatat, 93,8% disebabkan oleh Plasmodium vivax, dengan mayoritas kasus terjadi pada laki-laki (62,5%) dan kelompok usia 15–24 tahun (37,5%). Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi yang lebih ditargetkan di Nelayan Indah, khususnya untuk pengendalian vektor dan pemantauan kepatuhan pengobatan. Selain itu, proses analisis laboratorium menunjukkan efisiensi waktu yang tinggi, dengan 71,4% pemeriksaan diselesaikan dalam satu hari setelah kunjungan pasien. Namun, terdapat kekosongan dalam pencatatan tanggal kunjungan pada dua kasus, yang dapat memengaruhi evaluasi ketepatan waktu. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan pengawasan berbasis lokasi dan meningkatkan data pencatatan kualitas untuk meningkatkan respons malaria di daerah endemik.</p>Nofi SusantiZakiatus SabrinaRezki Alya Mawadah SitorusDinda Julia RizkyAisyahAyu Maulidia
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
2025-12-302025-12-30912ANALISIS HIPERTENSI SEBAGAI PENYAKIT DOMINAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP RISIKO KLB DI WILAYAH PESISIR BELAWAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/18042
<p>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan cenderung meningkat di Indonesia, termasuk di wilayah pesisir Belawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dominasi hipertensi sebagai penyakit utama serta implikasinya terhadap risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) dan ketahanan sistem pelayanan kesehatan. Penelitian menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder yang bersumber dari laporan surveilans dan profil kesehatan UPT Puskesmas Belawan tahun 2025. Seluruh kasus hipertensi yang tercatat digunakan sebagai sampel (total sampling). Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi penyakit dan interpretatif untuk menilai implikasinya terhadap kesiapsiagaan KLB. Hasil menunjukkan bahwa hipertensi menempati peringkat pertama dengan jumlah 1.225 kasus, lebih tinggi dibandingkan penyakit lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa hipertensi merupakan penyakit dominan yang berpotensi meningkatkan kerentanan masyarakat serta membebani kapasitas layanan kesehatan dalam menghadapi situasi darurat. Penguatan deteksi dini, pengendalian faktor risiko, dan optimalisasi pelayanan kesehatan primer diperlukan untuk menurunkan prevalensi hipertensi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan KLB di wilayah pesisir.</p> <p><em>Hypertension is a non-communicable disease with a high and increasing prevalence in Indonesia, including the coastal area of Belawan. This study aimed to analyze the dominance of hypertension as a major disease and its implications for the risk of extraordinary events (KLB) and health system resilience. A descriptive-analytic quantitative design was applied using secondary data from surveillance reports and the 2025 health profile of Belawan Primary Health Center. All recorded hypertension cases were included through total sampling. Data were analyzed descriptively and interpretatively. The results showed that hypertension ranked first with 1,225 cases, exceeding other diseases. This finding confirms hypertension as a dominant disease that may increase community vulnerability and strain health service capacity during emergencies. Strengthening early detection, risk factor control, and primary health care services is essential to reduce hypertension prevalence and improve KLB preparedness in coastal areas.</em></p>Nofi SusantiFazri Khoirnunnisa PurbaSuci RamahdaniNuraisyah Dera HutagalungSelvia Lubis
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
2025-12-302025-12-30912PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAGUSIBU (DAPATKAN GUNAKAN SIMPAN DAN BUANG) OBAT PADA SISWA DI SMK YADIKA PAGELARAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/17932
<p>DAGUSIBU merupakan singkatan dari empat langkah penting dalam penggunaan obat, yaitu “DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang” obat secara tepat dan bertanggung jawab. Edukasi DAGUSIBU terhadap siswa sangat penting karena dapat meningkatkan pengetahuan tentang obat, memungkinkan mereka untuk berperan aktif dalam menyampaikan informasi tentang obat. Kurangnya penerapan program DAGUSIBU dapat berdampak pada rendahnya kesadaran mengenai bahaya efek samping penggunaan obat, sehingga perlu adanya edukasi DAGUSIBU obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan DAGUSIBU obat pada siswa SMK Yadika Pagelaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental. Desain berupa Pre-Test and Post-Test with Non-Equivalent Control-Group Design. Teknik sampling penelitian ini menggunakan proportionate random sampling sebanyak 112 sampel. Rata-rata nilai pretest sebesar 49,1% (kategori sedang) dan posttest 55,4% (kategori tinggi). Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value kelompok perlakuan sebesar 0,000 (0,05) yang artinya tidak terdapat peningkatan pengetahuan. Hasil uji Mann-Whitney menunjukan nilai p-value 0,056 (>0,05) yang artinya tidak terdapat perbedaan pengetahuan antara kelompok perlakuan dan kontrol saat pretest. Hasil uji menunjukan nilai p-value 0,000 (<0,05) yang artinya terdapat pengaruh edukasi terhadap pengetahuan saat posttest. Kesimpulan penelitian ini, pemberian edukasi menggunakan video dan power point memberikan pengaruh peningkatan pengetahuan terkait DAGUSIBU obat pada siswa di SMK Yadika Pagelaran.</p> <p><em>DAGUSIBU is an acronym for four important steps in the use of medicines, namely "Get, Use, Store, and Dispose of” medicines appropriately and responsibly. DAGUSIBU education for students is very important because it can increase knowledge about drugs, enable them to play an active role in conveying information about drugs. Lack of implementation of the DAGUSIBU program can lead to low awareness of the dangers of side effects from drug use, so there is a need for drug education. This research objective is to determine the effect of education on the level of knowledge about DAGUSIBU among students at SMK Yadika Pagelaran. The type of research used is quasi-experimental method. The design employed is a Pre-Test and Post-Test with Non-Equivalent Control Group Design. The sampling technique used in this study is proportionate random sampling with a total of 112 samples. The average pretest value was 49.1% (medium category) and the posttest value was 55.4% (high category). The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000 (0.05), indicating no significant increase in knowledge. The Mann-Whitney test showed a p-value of 0.056 (>0.05), meaning there was no difference in knowledge between the treatment and control groups at the pretest stage. However, at the posttest stage, the test showed a p-value of 0.000 (<0,05) indicating that the educational intervention had a significant effect on knowledge. The conclusion of this research is that providing education through videos and PowerPoint presentations significantly increases students' knowledge about DAGUSIBU medicines at SMK Yadika Pagelaran.</em></p>Alya Alva Nurcahya Fadillah Ayu S.W.PDiah Kartika PutriMida Pratiwi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
2025-12-302025-12-30912LITERATUR REVIEW: PENGARUH STATUS GIZI TERHADAP MENSTRUASI REMAJA PUTRI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/18294
<p>Faktor penting pada remaja putri ialah Status gizi hal ini dikarenakan salah satu yang berperan dalam kesehatan reproduksi, khususnya keteraturan siklus menstruasi. Kondisi status gizi yang tidak berada pada rentang normal, baik akibat kekurangan maupun kelebihan gizi, berpotensi mengganggu kestabilan hormon estrogen dan progesteron yang berfungsi dalam mengatur keteraturan siklus menstruasi. Gangguan siklus menstruasi pada remaja dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, serta aktivitas sehari-hari. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan antara kondisi status gizi dan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri melalui metode tinjauan literatur. Literatur ini mengulas berbagai penelitian yang membahas pengaruh status gizi, pola makan, Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, tingkat stres, serta aktivitas fisik berperan terhadap keteraturan siklus menstruasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja dengan kondisi status gizi di luar kategori normal lebih rentan mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi. Selain itu, pola makan tidak seimbang dan gaya hidup yang kurang sehat turut memperbesar risiko gangguan menstruasi. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa pemenuhan gizi seimbang dan penerapan gaya hidup sehat sangat penting dalam menjaga keteraturan siklus menstruasi dan kesehatan reproduksi remaja putri. Oleh karena itu, edukasi gizi dan kesehatan reproduksi perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan gangguan menstruasi sejak usia remaja.</p> <p><em>An important factor in adolescent girls is nutritional status, as it plays a crucial role in reproductive health, particularly in the regulation of the menstrual cycle. Nutritional status outside the normal range, whether due to undernutrition or overnutrition, can disrupt the balance of estrogen and progesterone hormones that regulate menstrual cycle regularity. Menstrual cycle disorders in adolescents may affect physical health, psychological well-being, and daily activities; therefore, this study aims to analyze the relationship between nutritional status and menstrual cycle regularity in adolescent girls through a literature review. This review examines various studies discussing the influence of nutritional status, dietary patterns, fast food consumption habits, stress levels, and physical activity on menstrual cycle regularity, with findings indicating that adolescents with non-normal nutritional status are more prone to irregular menstrual cycles, while unbalanced diets and unhealthy lifestyles further increase the risk. In conclusion, adequate balanced nutrition and the adoption of a healthy lifestyle are essential to maintain menstrual cycle regularity and reproductive health in adolescent girls, highlighting the importance of strengthening nutrition and reproductive health education as preventive measures against menstrual disorders from an early age.</em></p>Frast Dea Lasari Alfiah Rahmawati
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
2025-12-302025-12-30912PENGARUH MEDIA SOSIAL, CITRA TUBUH DAN POLA MAKAN PADA REMAJA DENGAN KEJADIAN OBESITAS DI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/17136
<p>Obesitas merupakan masalah kesehatan yang kian meningkat pada remaja, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial, citra tubuh, dan pola makan terhadap kejadian obesitas pada remaja di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 97 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tidak pengaruh signifikan antara penggunaan media sosial p vailuie 0,420 (<0,05), Pengaruh citra tubuh p vailuie 0,016 (<0,05), dan Pengaruh pola makan p vailuie 0,018 (<0,05) terhadap kejadian obesitas. Kesimpulannya, citra tubuh dan pola makan berperan penting dalam peningkatan risiko obesitas pada remaja, sedangkan penggunaan media sosial tidak menunjukkan pengaruh langsung. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi untuk membentuk perilaku sehat di kalangan mahasiswa guna mencegah obesitas.</p> <p><em>Obesity is an increasing health problem among adolescents, particularly in higher education settings. This study aimed to determine the influence of social media use, body image, and dietary patterns on the incidence of obesity among adolescents at the Faculty of Public Health, State Islamic University of North Sumatra. This research employed a quantitative method with a cross-sectional approach. A total of 97 students were selected using purposive sampling. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using the Chi-Square test.The results showed that there was no significant association between social media use and obesity (p-value = 0.420; p> 0.05). However, body image (p-value = 0.016; p < 0.05) and dietary patterns (p-value = 0.018; p < 0.05) were found to have a significant association with obesity. In conclusion, body image and dietary patterns play an important role in increasing the risk of obesity among adolescents, while social media use does not show a direct effect. Therefore, educational efforts are needed to promote healthy behaviors among students in order to prevent obesity</em></p>Riris Aditya SariNadya Ulfa Tanjung
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
2025-12-302025-12-30912PENGARUH PENERAPAN POLA MAKAN MINDFUL EATING TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIWUNGU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/18280
<p>Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi masalah kesehatan karena kadar gula darah pasien sulit terkontrol, terutama akibat ketidakpatuhan diet. Mindful eating ditawarkan sebagai strategi sederhana untuk meningkatkan kepatuhan pola makan dan menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh mindful eating terhadap kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kaliwungu. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 40 responden dengan teknik purposive sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi (20 responden) dan kelompok kontrol (20 responden). Intervensi dilakukan selama 4 minggu. Data kadar gula darah diperoleh melalui pemeriksaan langsung kepada pasien. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terjadi penurunan kadar gula darah yang signifikan dari rata-rata 291 mg/dL menjadi 221 mg/dL (p = 0,006). Sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan bermakna, dengan rata-rata kadar gula darah sebelum sebesar 274 mg/dL dan sesudah sebesar 275 mg/dL (p = 0,668). Perbandingan kadar gula darah antar kelompok setelah intervensi menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,022). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pola makan mindful eating berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis pendukung dalam pengelolaan diabetes di pelayanan kesehatan primer.</p>Novalia Maula SafitriDiana Tri LestariYulisetyaningrum
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
2025-12-302025-12-30912HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KB SUNTIK DMPA DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN DI KLINIK UMUM DAN RUMAH BERSALIN DELTA MUTIARA SIDOARJO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/18045
<p>Latar Belakang : Indonesia sebagai negara berkembang dengan berbagai masalah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk yang pesat. Salah satu upaya utama pemerintah melalui BKKBN adalah Program Keluarga Berencana (KB), yang bertujuan untuk mengatur jarak kehamilan dan jumlah anak. Di antara berbagai metode kontrasepsi yang tersedia, kontrasepsi suntik menjadi pilihan populer karena efektivitas dan kemudahannya. Namun, efek samping seperti peningkatan berat badan sering dilaporkan oleh para pengguna. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan survei awal di Klinik dan Rumah Bersalin Delta Mutiara Sidoarjo, terjadi peningkatan berat badan yang signifikan pada akseptor KB suntik, dengan 73,3% mengalami kenaikan berat badan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan KB suntik DMPA dengan peningkatan berat badan di Klinik Umum dan Rumah Bersalin Delta Mutiara Sidoarjo. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan crooss sectional. Pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. besar sampel yaitu 31 akseptor dengan lama penggunaan 1-3 tahun, dan > 3-5 tahun. Analisa data menggunakan Uji chis- square. Hasil Penelitian : Lama penggunaan responden 1-3 tahun, sebagian besar sejumlah 17 responden (45%) dan berat badan sesudah pemberian KB suntik DMPA sebagian besar kategori naik yaitu sejumlah 21 responden (68%). Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pemberian suntik DMPA dengan perubahan berat badan pada akseptor. nilai p= 0.02. Saran : lebih meningkatkan edukasi dan konseling mengenai potensi efek samping, khususnya peningkatan berat badan, pada saat konseling awal dan kunjungan berkala dan diskusikan alternatif kontrasepsi dengan calon akseptor untuk memilih metode yang sesuai dengan kondisi kesehatan individu.</p> <p><em>Research Method : The research design used is observational analysis with a sectional crooss approach. Sampling by accidental sampling technique. The sample size was 31 acceptors with a period of use of 1-3 years, and > 3-5 years. Data analysis using the chis-square test. Results : The duration of use of respondents was 1-3 years, most of them were 17 respondents (45%) and the weight after giving DMPA injection birth control was mostly increased, namely 21 respondents (68%). Conclusion : There is a significant relationship between the administration of DMPA injections and changes in body weight in acceptors. value p= 0.02. Suggestion : increase education and counselling on potential side effects, especially weight gain, during initial counselling and periodic visits and discuss contraceptive alternatives with potential acceptors to choose a method that suits individual health conditions. </em></p>Sandy Maria TalaudAnik LatifahSolichatin
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
2025-12-302025-12-30912EKSPLORASI SENYAWA BIOKIMIA TANAMAN OBAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU ANAK DALAM DI BATIN 9 KABUPATEN BATANGHARI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/18006
<p>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi senyawa biokimia yang terkandung dalam tanaman obat yang digunakan oleh Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah Batin 9, Kabupaten Batanghari, sebagai bagian dari kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan etnobotani meliputi wawancara mendalam dengan dukun dan masyarakat SAD, observasi lapangan, serta identifikasi botani dan analisis fitokimia sederhana terhadap tanaman terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat SAD memanfaatkan berbagai tanaman obat lokal untuk pengobatan luka, demam, gangguan pencernaan, infeksi kulit, dan kelelahan. Analisis fitokimia mengungkap keberadaan kelompok senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid, yang berpotensi memberikan aktivitas antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan analgesik. Temuan ini menegaskan pentingnya pelestarian pengetahuan tradisional serta membuka peluang pengembangan fitofarmaka berbasis keanekaragaman hayati lokal. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi studi lanjutan mengenai potensi farmakologis tanaman obat tradisional Suku Anak Dalam.</p> <p> </p> <p><em>This study aims to explore the biochemical compounds contained in medicinal plants used by the Anak Dalam Tribe (SAD) in the Batin 9 region, Batanghari Regency, as part of local wisdom that has been passed down from generation to generation. The research method was carried out through an ethnobotanical approach including in-depth interviews with shamans and SAD communities, field observations, as well as botanical identification and simple phytochemical analysis of selected plants. The results showed that the SAD community utilizes various local medicinal plants for the treatment of wounds, fever, digestive disorders, skin infections, and fatigue. Phytochemical analysis revealed the presence of groups of bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and terpenoids, which have the potential to provide anti-inflammatory, antibacterial, antioxidant, and analgesic activities. These findings emphasize the importance of preserving traditional knowledge and open up opportunities for the development of phytopharmaceuticals based on local biodiversity. This research is expected to be the basis for further studies on the pharmacological potential of traditional medicinal plants of the Anak Dalam Tribe.</em></p>Atazila Huzil AfwaAyu MahdiatiAirin NurfaizaMarvinaRani PuspitasariArdi Mustakim
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
2025-12-302025-12-30912ANJING KINTAMANI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BALI: HASIL WAWANCARA PEMILIK ANJING LOKAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/18345
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran, makna, dan praktik pemeliharaan Anjing Kintamani dalam kehidupan masyarakat Bali melalui wawancara dengan pemilik anjing lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anjing Kintamani tidak hanya berfungsi sebagai hewan penjaga rumah, tetapi juga memiliki nilai emosional, sosial, dan budaya bagi masyarakat. Pemilik anjing memandang Kintamani sebagai simbol loyalitas, penjaga pekarangan, sekaligus bagian dari kehidupan keluarga. Meskipun demikian, terdapat sejumlah tantangan dalam pemeliharaan, seperti biaya perawatan, akses kesehatan hewan, serta pengaruh modernisasi terhadap pola pemeliharaan tradisional. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian Anjing Kintamani sebagai warisan lokal Bali</p>Advenia Maria Miltiades Mai SilaBaiq Herza LatifaFebiana PuspitasariI Gede Anjas MahardikaI Wayan Pasek PaundraKadek Dwija DiatmikaNi Luh Putu WulandariNovita Catur Praptika
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
2025-12-302025-12-30912FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN WASTING PADA BALITA DI PUSKESMAS SUKARAME LABUHANBATU UTARA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkug/article/view/17139
<p>Wasting adalah kondisi gizi buruk yang ditandai dengan berat badan yang rendah untuk tinggi badan, dan merupakan salah satu indikator penting dari status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian wasting pada balita. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sukarame Labuhanbatu Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian case control dengan jenis penelitian observasional analitik. Menggunakan aplikasi Sofware Analisis Data (SPSS). Uji variabel menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor-faktor terjadinya kejadian wasting yaitu riwayat penyakit ispa (p = 0,000), penyakit infeksi diare (p = 0,000), asupan energi (p = 0,000), asupan karbohodrat (p = 0,000), asupan protein (p = 0,000), tingkat pendidikan ibu (p = 0,000), status pekerjaan ibu (p = 0,010), pendapatan keluarga (p = 0,000), bblr (p = 0,000), sanitasi lingkungan (p = 0,000), sedangkan yang tidak berhubungan yaitu pemberian asi eksklusif (p = 0,111), dan jumlah anggota keluarga (p = 0,829). Diperlukan peran tenaga kesehatan dan kader posyandu untuk meningkatkan minat ibu untuk mengikuti kegiatan posyandu agar dapat mengontrol status gizi anaknya secara rutin dan memberikan edukasi atau penyuluhan agar dapat mengkontrol status gizi anaknya secara rutin.</p> <p><em>Wasting is a condition of malnutrition characterized by low weight for height and is an important indicator of a child's nutritional status. This study aims to determine the factors associated with wasting in toddlers. The study was conducted at the Sukarame Community Health Center in North Labuhanbatu. This study used a quantitative method with a case-control study design with an analytical observational approach. Data Analysis Software (SPSS) was used. Variable testing was performed using the chi-square test. The results of the study showed that there was a relationship between the factors that caused wasting, namely a history of acute respiratory infection (p = 0.000), diarrheal infection (p = 0.000), energy intake (p = 0.000), carbohydrate intake (p = 0.000), protein intake (p = 0.000), maternal education level (p = 0.000), maternal employment status (p = 0.010), family income (p = 0.000), newborn (p= 0.000), environmental sanitation (p = 0.000), while those that were not related were exclusive breastfeeding (p = 0.111), and the number of family members (p = 0.829). The role of health workers and integrated health post (posyandu) cadres is needed to increase the interest of mothers to participate in integrated health post (posyandu) activities so that they can control their children's nutritional status regularly and provide education or counseling so that they can control their children's nutritional status regularly.</em></p>Siti Soraya TambunanNadya Ulfa Tanjung
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang
2025-12-302025-12-30912