https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/issue/feed Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2025-12-30T14:52:15+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17138 ANALISIS PENERAPAN VIRTUAL REALITY (VR) DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) 2025-12-03T02:28:29+00:00 Yuliana yulianaayulia7@gmail.com Muhammad Abdi Kurniawan kurniawan.srv@gmail.com Husni Idris husni_idris@gmail.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Virtual Reality (VR) dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa VR berpotensi besar memperkaya pengalaman belajar PAI melalui simulasi imersif yang mampu menghadirkan konteks sejarah dan ritual keagamaan secara lebih konkret, emosional, dan bermakna. Teknologi ini terbukti meningkatkan sense of presence, keterlibatan emosional, dan penguasaan keterampilan prosedural siswa, terutama dalam pembelajaran haji dan aktivitas ibadah lainnya. Namun, efektivitas VR sangat bergantung pada desain pedagogis yang tepat, kesiapan guru, serta integrasi nilai-nilai etik agar tidak terjadi penyederhanaan makna spiritual. Di era Society 5.0, VR berperan sebagai jembatan antara kemajuan teknologi dan humanisme Islam, menuntut transformasi peran guru PAI menjadi perancang pengalaman belajar dan fasilitator nilai. Penelitian ini juga merekomendasikan agenda penelitian lanjutan terkait dampak jangka panjang VR terhadap pembentukan karakter dan spiritualitas siswa.</p> <p><em>This study analyzes the implementation of Virtual Reality (VR) in Islamic Religious Education (PAI) through a literature review using a descriptive qualitative approach. The findings reveal that VR significantly enriches Islamic learning by providing immersive simulations that make historical and ritual contexts more concrete, emotional, and meaningful. VR enhances students’ sense of presence, emotional engagement, and procedural mastery, particularly in learning rituals such as the Hajj. However, its effectiveness depends on appropriate pedagogical design, teacher readiness, and ethical integration to avoid oversimplification of spiritual values. Within the framework of Society 5.0, VR serves as a bridge between technological advancement and Islamic humanism, requiring PAI teachers to transform into learning-experience designers and ethical facilitators. The study also highlights the need for future research on the long-term impact of VR on students’ character development and spirituality.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17988 PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL-QUR'AN HADITS DI MTS NURUL HASANAH SUNGAI GELAM 2025-12-20T04:51:06+00:00 Anila Safitri anilasafitri11@gmail.com Aulia Khoirotun Nisa nisaaulia6527@gmail.com Muhammad Rafli Nur Arifin raflinurarifin9@gmail.com Rizki Adiyatma rizkiadiyatma54@gmail.com <p>Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar siswa, termasuk pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar Al-Qur’an Hadits siswa di MTS Nurul Hasanah Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif (eksplanatori). Subjek penelitian berjumlah 16 siswa. Data motivasi belajar diperoleh melalui angket, sedangkan data hasil belajar diperoleh dari nilai hasil evaluasi pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, demikian pula hasil belajar yang didominasi kategori tinggi. Uji regresi menunjukkan nilai korelasi (R) sebesar 0,600 yang menandakan adanya hubungan positif sedang antara motivasi belajar dan hasil belajar. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,36 menunjukkan bahwa motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 36% terhadap hasil belajar siswa, sedangkan 64% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar Al-Qur’an Hadits, meskipun bukan satu-satunya faktor penentu. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya peningkatan motivasi belajar sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang komprehensif di madrasah.</p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18362 PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KOMUNIKASI INTERPERSONAL 2025-12-30T05:23:42+00:00 Rizky Adiyatma rizkiadiyatma54@gmail.com Nabilla Lailatun Nisak nabillalailatunnisa@gmail.com Diah Ayu Permata Sari diahayuu464@gmail.com Mustofa Habibi Bafadhal mustofahabibibafadhal01@gmail.com Teri Santera tera94073@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan komunikasi interpersonal siswa di tingkat MTs/SMP. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya motivasi belajar sebagai faktor psikologis yang mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, termasuk interaksi sosial dan komunikasi yang efektif dengan guru maupun teman sebaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 200 siswa diperoleh melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa angket Skala Motivasi Belajar (20 item) dan Skala Komunikasi Interpersonal (16 item) menggunakan skala Likert 4 poin. Uji validitas menggunakan analisis faktor dan reliabilitas melalui Cronbach’s Alpha (α = 0,87 untuk motivasi belajar dan α = 0,85 untuk komunikasi interpersonal). Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap komunikasi interpersonal siswa dengan nilai r = 0,45 dan p &lt; 0,001. Hasil regresi menunjukkan bahwa motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 20,3% terhadap komunikasi interpersonal (R² = 0,203). Temuan tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi motivasi belajar siswa, semakin baik pula kemampuan mereka dalam berkomunikasi secara interpersonal. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang meningkatkan motivasi intrinsik dan keterlibatan aktif siswa untuk mendukung interaksi sosial yang sehat di lingkungan sekolah.</p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17044 PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN DIAFRAGMA DALAM ELATIHAN VOKAL SOLO PADA SISWA SMP NEGERI 6 KUPANG TENGAH SATU ATAP 2025-11-29T13:39:38+00:00 Petrus Lopi Klobong piceklobong@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik pernapasan diafragma dalam pelatihan vokal solo pada siswa SMP Negeri 6 Kupang Tengah Satu Atap serta perubahan kemampuan vokal yang terjadi setelah mengikuti pelatihan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan pre-test, pelatihan, dan post-test. Data dikumpulkan melalui observasi, rekaman audio-video, wawancara singkat, dan catatan lapangan. Instrumen menggunakan lembar observasi kualitatif yang menggambarkan kondisi vokal siswa sebelum dan sesudah pelatihan berdasarkan indikator kontrol napas, stabilitas nada, kekuatan suara, ketahanan frase, intonasi, artikulasi, serta ekspresi dan kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, sebagian besar siswa belum mampu menggunakan teknik pernapasan diafragma dan masih mengandalkan pernapasan dada, sehingga suara kurang stabil, frase mudah terputus, intonasi tidak konsisten, dan artikulasi belum jelas. Setelah pelatihan dilakukan secara bertahap dan terstruktur, siswa mulai mampu menerapkan teknik pernapasan diafragma dengan baik. Perubahan positif terlihat pada kemampuan mengatur napas, menjaga stabilitas nada, memperkuat suara, memperpanjang frase lagu, memperjelas artikulasi, serta meningkatkan ekspresi dan rasa percaya diri. Temuan ini didukung oleh dokumentasi rekaman audio-video yang memperlihatkan perbedaan kualitas vokal antara tahap pre-test dan post-test. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik pernapasan diafragma merupakan fondasi penting yang efektif untuk meningkatkan kualitas vokal solo siswa tingkat SMP. Teknik ini tidak hanya memperbaiki aspek teknis dalam bernyanyi, tetapi juga memberikan pengaruh positif terhadap kesiapan performatif dan kepercayaan diri siswa.</p> <p><em>This study aims to describe the application of diaphragmatic breathing techniques in solo vocal training for students of SMP Negeri 6 Kupang Tengah Satu Atap, as well as to identify the changes in vocal ability after participating in the training sessions. The research employed a descriptive qualitative approach involving three stages: pre-test, training, and post-test. Data were collected through observations, audio-video recordings, brief interviews, and field notes. The instrument used was a qualitative observation sheet describing students’ vocal abilities before and after training based on indicators such as breath control, pitch stability, vocal strength, phrase endurance, intonation, articulation, and expression and self-confidence. The findings indicate that before the training, most students were unable to use diaphragmatic breathing and still relied on chest breathing, resulting in unstable sound production, short phrases, inconsistent intonation, and unclear articulation. After undergoing gradual and structured training, the students began to apply diaphragmatic breathing effectively. Positive changes were observed in their ability to control breath, maintain pitch stability, strengthen vocal tone, extend musical phrases, improve articulation, and enhance expression and self-confidence. These improvements were supported by audio-video documentation showing noticeable differences between the pre-test and post-test vocal performances. The study concludes that diaphragmatic breathing is an essential and effective foundational technique for improving solo vocal performance among junior high school students. This technique not only enhances technical aspects of singing but also positively influences students’ performance readiness and confidence.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17871 SEJARAH HUKUM TATA NEGARA INDONESIA 2025-12-18T04:52:33+00:00 Amstrong Harefa amstrongharefa12@gmail.com Simon Yoel Waruwu simonwaruwu149@gmail.com Perdamaian Zega pperdamaianzega@gmail.com Keriyus Bu'ulolo keriyusb@gmail.com Sejahtrawan Gulo sejahterawan06@gmail.com Anggrik Anggini Zebua Angginizebua@gmail.com Rintis Mei Ampuni Zebua rintiszebua2@gmail.com Natalia Arnistati Lase natalia.1111@gmail.com <p>Sejarah Hukum Tata Negara merupakan aspek fundamental dalam memahami dinamika perkembangan sistem pemerintahan dan ketatanegaraan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah Hukum Tata Negara Indonesia sejak masa pra-kemerdekaan hingga era reformasi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan sistem ketatanegaraan, dan mengkaji relevansi sejarah tersebut dengan praktik tata kelola dan penegakan hukum saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-normatif, dengan fokus pada kajian pustaka, dokumen hukum, serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan Hukum Tata Negara Indonesia dipengaruhi oleh dinamika politik, sosial, dan global, yang mendorong dilakukannya amandemen UUD 1945 sebagai langkah strategis dalam memperkuat prinsip checks and balances, supremasi konstitusi, dan demokrasi konstitusional. Relevansi historis Hukum Tata Negara terlihat dari penguatan lembaga negara, peningkatan kesadaran berkonstitusi masyarakat, dan konsistensi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam sistem hukum nasional. Dengan demikian, pemahaman sejarah Hukum Tata Negara tidak hanya memiliki nilai akademis, tetapi juga menjadi landasan penting bagi pengembangan hukum dan pemerintahan yang adil, demokratis, dan berkelanjutan di Indonesia.</p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18031 SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN KLASIK, MODERN, DAN KONTEMPORER 2025-12-21T07:27:21+00:00 Anisha Febrianti anishafebrianti28@gmail.com Karina karinajambi420@gmail.com Sevina Rahmawati sevinarahma98@gmail.com Yuliana yuliianaa516@gmail.com Muhammad Romadhoni Azizi dhoni120923@gmail.com Rifqi Rusdan rifqirusdan21@gmail.com Supian supian.ramli@unja.ac.id <p>Sejarah perkembangan pemikiran manusia menunjukkan adanya dinamika intelektual yang terus berubah seiring dengan perubahan sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan. Pemikiran klasik, modern, dan kontemporer merepresentasikan tahapan penting dalam upaya manusia memahami realitas, kebenaran, dan pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan pemikiran manusia dari masa klasik hingga kontemporer serta menjelaskan karakteristik utama dan pergeseran paradigma yang terjadi di antara ketiga periode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber berupa buku dan artikel ilmiah yang relevan dengan kajian sejarah pemikiran. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran klasik menekankan rasionalitas dan keteraturan kosmos sebagai dasar pencarian kebenaran, pemikiran modern menempatkan akal dan pengalaman empiris sebagai sumber utama pengetahuan serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, sementara pemikiran kontemporer hadir sebagai kritik terhadap klaim kebenaran universal dengan menekankan pluralitas, konteks sosial, dan relasi kekuasaan dalam produksi pengetahuan. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa pemikiran klasik, modern, dan kontemporer tidak berdiri secara terpisah, melainkan saling berkaitan dan saling melengkapi. Pemahaman terhadap sejarah perkembangan pemikiran tersebut penting untuk membangun cara berpikir yang kritis, reflektif, dan kontekstual dalam menghadapi tantangan intelektual di era kontemporer.</p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17126 DARI DATA KE PENGETAHUAN: MENGASAH LOGIKA INDUKTIF DENGAN KEKUATAN STATISTIK TERAPAN 2025-12-02T08:07:59+00:00 Muhammad Hilmi Arief harief630@gmail.com Rahmawati Lailatul Rodhiyah hilmiarief35@gmail.com Mufidatul Hasanah hilmiarief9@gmail.com Kendid Mahmudi kendidmahmudi.fkip@unej.ac.id Ketut Mahardika guest@jurnalhst.com Habibah Khusna Baihaqi guest@jurnalhst.com <p>Di era Big Data saat ini, mahasiswa dan peneliti seringkali&nbsp; kesulitan dalam mengolah data mentah menjadi informasi yang berguna. Jika kita hanya mengandalkan insting atau naluri dalam penyimpulan data, maka kita akan sangat mudah terjebak pada kesalahan bermakna. Penelitian ini bertujuan menunjukkan bahwa Statistika Terapan adalah alat untuk memastikan nalar kita benar dan bukan hasil dari tebakan. Dengan metode studi literatur dan simulasi data sekunder, riset ini menggabungkan teori dengan uji data sederhana. Hasilnya membuktikan bahwa pemahaman statistik berpengaruh besar (61,1%) terhadap kemampuan mahasiswa berpikir logis. Statistik bekerja layaknya “penyaring” yang memisahkan pola nyata daan kebetulan (noise) saja. Dengan alat uji statistik, kesimpulan yang kita ambil menjadi objektif dan terukur, bukan lagi sekadar tebakan subjektif. Temuan ini menegaskan bahwa statistik bukan hanya menghitung angka, melainkan fondasi berpikir kritis dalam sains. Oleh karena itu, cara mengajar statistik harus diubah agar lebih menekankan pada logika berpikir, supaya mahasiswa bisa menganalisis fenomena dengan akurat.</p> <p><em>In today's Big Data era, students and researchers often struggle to process raw data into useful information. If we rely solely on instinct or intuition in drawing conclusions from data, we can easily fall into significant errors. This study aims to demonstrate that Applied Statistics is a tool to ensure our reasoning is correct and not just a result of guessing. Using literature review and secondary data simulation methods, this research combines theory with simple data testing. The results prove that understanding statistics has a significant impact (61.1%) on students' ability to think logically. Statistics functions like a 'filter' that separates actual patterns from mere coincidences (noise). With statistical testing tools, the conclusions we draw become objective and measurable, no longer just subjective guesses. These findings affirm that statistics is not merely about counting numbers, but rather the foundation of critical thinking in science. Therefore, the way statistics is taught needs to be changed to place more emphasis on logical thinking, so that students can analyze phenomena accurately.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17957 IMPROVING MUSIC LITERACY BY INTRODUCING CLEFS TO STUDENTS MENINGKATKAN LITERASI MUSIK MELALUI PENGENALAN CLEF KEPADA SISWA-SISWI 2025-12-19T07:54:24+00:00 Mateus Kopong 6282137014108a@gmail.com Paskalis Romanus Langgu romypaskals91@gmail.com Gregorius V. Ukat vallenesvede@gmail.com <p>Literasi musik merupakan kompetensi fundamental yang harus dimiliki siswa-siswi tingkat SMA untuk memahami, membaca, dan menuliskan simbol-simbol musik secara tepat. Salah satu elemen utama dalam literasi musik adalah clef (kunci nada), yang berfungsi menentukan posisi nada pada garis paranada dan menjadi dasar penting dalam membaca partitur. Rendahnya pemahaman siswa terhadap fungsi clef sering kali menyebabkan kesulitan dalam membaca notasi musik secara benar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi musik siswa melalui pengenalan clef menggunakan pendekatan pembelajaran aktif yang memadukan visualisasi, demonstrasi, serta praktik langsung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan siswa, serta analisis hasil latihan membaca notasi pada siswa-siswi SMA ST. ARNOLDUS JANSSEN KUPANG. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengenalan clef secara sistematis mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa terhadap posisi dan hubungan antar nada pada paranada. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kemampuan membaca notasi musik, disertai tumbuhnya motivasi, minat, dan kepercayaan diri dalam aktivitas musikal. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa penguasaan clef berperan signifikan dalam mengembangkan literasi musik dan dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran musik yang lebih efektif dan berpusat pada siswa.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Music literacy is a fundamental competency that high school students must possess in order to understand, read, and write musical symbols correctly. One of the main elements in music literacy is the clef, which determines the position of notes on the staff and is an important basis for reading musical scores. Students' poor understanding of the function of clefs often causes difficulties in reading musical notation correctly. Therefore, this study aims to improve students' music literacy through the introduction of clefs using an active learning approach that combines visualization, demonstration, and hands-on practice in the learning process. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of observation of learning activities, interviews with students, and analysis of the results of notation reading exercises. The findings show that systematic introduction to clefs can improve students' conceptual understanding of the position and relationship between notes on the staff. In addition, students showed an increase in their ability to read musical notation, accompanied by growth in motivation, interest, and confidence in musical activities. Overall, the results of this study confirm that mastery of clefs plays a significant role in developing musical literacy and can be the basis for designing more effective and student-centered music learning strategies.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18233 KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH UNTUK MENDORONG MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMPN 2 NGASEM 2025-12-26T07:50:18+00:00 Sulistyo Wulandari sulistyow1980@gmail.com Taufiq Harris taufiqharris@unigres.ac.id Furqon Wahyudi furqonwahyudi@unigres.ac.id <p>Perencanaan sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan merupakan aspek krusial dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di berbagai jenjang, termasuk di SMPN 2 Ngasem, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan SDM, proses yang dilakukan, serta sistem perencanaan yang diterapkan di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan SDM di SMPN 2 Ngasem dipengaruhi oleh kebutuhan akademik, kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, dukungan finansial, kebijakan pemerintah, perubahan teknologi, serta kolaborasi antara sekolah. Proses perencanaan SDM meliputi analisis kebutuhan, rekrutmen, pelatihan berkelanjutan, penempatan, dan evaluasi kinerja. Selain itu, sistem perencanaan berbasis kompetensi dan data digunakan untuk memastikan ketersediaan tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas. Artikel ini menyoroti pentingnya kolaborasi multipihak serta pengembangan SDM jangka panjang untuk mendukung keberlanjutan mutu pendidikan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan SDM di lembaga pendidikan serupa.</p> <p><em>The planning of educators and educational staff is a critical aspect in efforts to improve the quality of education at various levels, including at SMPN 2 Ngasem, Sumberejo, Ngasem. This study aims to analyze the factors influencing HR planning, the processes carried out, and the planning system implemented at the school. The research employs a qualitative descriptive method, with data collection techniques including interviews, direct observation, and document studies. The findings show that HR planning at SMPN 2 Ngasem is influenced by academic needs, the competencies of educators and educational staff, financial support, government policies, technological changes, and collaboration between the school and its foundation. The HR planning process includes needs analysis, recruitment, continuous training, placement, and performance evaluation. Additionally, a competency-based and data-driven planning system is utilized to ensure the availability of qualified educators and staff. This article underscores the importance of multi-stakeholder collaboration and long-term HR development to sustain the quality of education. These findings are expected to serve as a reference for HR planning in similar educational institutions. </em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17840 PENERAPAN KOMPOSISI TARI KREASI MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS IX SMP NCIPS KUPANG 2025-12-18T01:17:36+00:00 Theresia Melania Atitus melanatitus85@gmail.com Flora Ceunfin floraceunfin@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan komposisi tari kreasi dengan menggunakan model Discovery Learning pada siswa kelas IX SMP NCIPS Kupang serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar seni tari. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan pembelajaran seni tari yang lebih inovatif, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik siswa sehingga mampu mengoptimalkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan 34 siswa kelas IX. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan indikator keberhasilan pembelajaran tari seperti kreativitas, keaktifan, inovasi gerak, serta pemahaman konsep komposisi tari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu meningkatkan kemampuan eksplorasi gerak, kemampuan bekerja sama, serta pemahaman siswa terhadap unsur-unsur komposisi tari seperti gerak, pola lantai, dinamika, dan desain dramatik. Seluruh siswa mencapai nilai di atas KKM pada aspek kognitif, sementara aspek afektif dan psikomotorik menunjukkan peningkatan signifikan berupa sikap apresiatif, kreativitas, dan keterampilan gerak yang lebih baik. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, menarik, dan bermakna karena siswa dilibatkan secara aktif dalam proses penemuan konsep melalui diskusi, demonstrasi, eksplorasi gerak, dan pementasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Discovery Learning efektif diterapkan sebagai pendekatan pembelajaran seni tari pada tingkat SMP, khususnya untuk materi komposisi tari kreasi, serta mampu mendukung pengembangan karakter dan kreativitas siswa.</p> <p><em>This study aims to describe the application of creative dance composition using the Discovery Learning model to ninth-grade students of SMP NCIPS Kupang and analyze its impact on improving dance learning outcomes. The background of the study stems from the need for more innovative, creative, and student-specific dance learning to optimize cognitive, affective, and psychomotor aspects. This study uses a qualitative approach with a case study design involving 34 ninth-grade students. Data were collected through participatory observation, structured interviews, and documentation, then analyzed based on indicators of successful dance learning such as creativity, activeness, movement innovation, and understanding of dance composition concepts. The results showed that the application of the Discovery Learning model was able to improve students' movement exploration skills, collaboration skills, and understanding of dance composition elements such as movement, floor patterns, dynamics, and dramatic design. All students achieved scores above the Minimum Completion Level (KKM) in the cognitive aspect, while the affective and psychomotor aspects showed significant improvements in the form of appreciative attitudes, creativity, and better movement skills. Learning becomes more interactive, engaging, and meaningful because students are actively involved in the process of discovering concepts through discussions, demonstrations, movement exploration, and performances. This study concludes that Discovery Learning is effectively implemented as a dance learning approach at the junior high school level, particularly for creative dance composition, and is able to support the development of students' character and creativity.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18001 STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU SS SALON DALAM MENINGKATKAN LOYALITAS PELANGGAN DI KOTA BATAM 2025-12-20T07:30:42+00:00 Golan Hasan golan.hasan@uib.ac.id Vion Laurynt Witson 2341097.vion@uib.edu <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC) yang dilakukan oleh SS Salon sebagai salah satu usaha jasa kecantikan di Kota Batam dalam upaya memperkuat posisinya di pasar. Fokus penelitian ini meliputi deskripsi penerapan IMC, identifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta penilaian efektivitas strategi komunikasi tersebut dalam meningkatkan kesadaran merek dan loyalitas pelanggan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pemilik salon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SS Salon telah mengintegrasikan berbagai bentuk komunikasi pemasaran, baik secara daring maupun luring, seperti promosi melalui media sosial, pemberian program pelanggan tetap, serta penerapan pelayanan yang bersifat personal kepada pelanggan. Strategi tersebut dinilai mampu membangun citra merek yang positif, meningkatkan kedekatan dengan pelanggan, serta menarik minat pelanggan baru. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya kendala dalam menjaga konsistensi promosi serta keterbatasan dalam pemanfaatan media digital secara optimal. Secara keseluruhan, penerapan strategi IMC di SS Salon terbukti cukup efektif dan dapat dijadikan sebagai referensi atau contoh bagi pelaku usaha jasa kecantikan lainnya dalam menghadapi persaingan bisnis di era digital.</p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17109 STRATEGI PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK ANAK TUNALARAS DI PAUD INKLUSI SAYMARA 2025-12-01T13:16:49+00:00 Farah Fadhilah fadhilahfarah283@gmail.com Hery Setiyatna hery.setiyatna@staff.uinsaid.ac.id <p>Penelitian ini membahas tentang strategi pembelajaran interaktif yang dapat diterapkan untuk anak tunalaras di PAUD Inklusi Saymara. Anak-anak dengan kondisi ini mempunyai emosi dan perilaku yang sering tidak stabil, jadi butuh cara belajar yang lebih spesial. Metode yang digunakan dengan cara pendekatan kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data lewat observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan juga kajian literatur terkait. Sesuai dengan hasil lapangan, guru-guru di PAUD Saymara menerapkan strategi interaktif seperti memberikan penguatan positif, membuat kegiatan main edukatif seperti puzzle, meronce, atau mewarnai, ditambah dengan pendampingan terhadap masing- masing anak yang mengalami kesulitan. Sarana dan prasarananya juga sangat mendukung, seperti meja khusus, media ajar digital, dan ruang terapi yang membuat proses belajar lebih nyaman buat anak berkebutuhan khusus. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan fokus, kesabaran, dan partisipasi anak tunalaras saat mengikuti kegiatan di kelas inklusif.</p> <p><em>This study discusses interactive learning strategies that can be applied to children with emotional and behavioral disorders at Saymara Inclusive Early Childhood Education. Children with these conditions often have unstable emotions and behavior, so they require more specialized learning methods. The method used is a descriptive qualitative approach, collecting data through direct observation, interviews, documentation, and related literature review. According to field findings, teachers at Saymara Early Childhood Education implement interactive strategies such as providing positive reinforcement, organizing educational play activities like puzzles, stringing beads, or coloring, along with personalized assistance for each child who experiences difficulties. The facilities and infrastructure are also very supportive, such as specialized desks, digital teaching media, and therapy rooms that make the learning process more comfortable for children with special needs. This strategy has proven effective in improving focus, patience, and participation of emotionally challenged children during activities in an inclusive classroom.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17926 ANALISIS FONOLOGI, MORFOLOGI, SINTAKSIS, SEMANTIK, DAN PRAGMATIK PADA TEKS BUKU AJAR KURIKULUM MERDEKA 2025-12-18T12:39:48+00:00 Shafa Haliza shfaajaa16@gmail.com Reninda Lindu Astuti renindalindu@gmail.com Aviana Megaria Chelsea chelseamegaria@gmail.com Haniifah Salma Nazaahah nazaahah12salma@gmail.com <p>enelitian ini bertujuan untuk menganalisis kajian linguistik pada empat teks buku ajar Kurikulum Merdeka melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR), dengan fokus pada lima cabang utama linguistik: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memastikan bahwa buku ajar pada Kurikulum Merdeka memuat struktur bahasa yang sesuai dengan prinsip kebahasaan dan pedagogi, mengingat buku ajar merupakan rujukan utama siswa sekolah dasar dalam memahami dan menggunakan bahasa Indonesia secara efektif. Meskipun berbagai penelitian telah membahas kualitas bahasa pada buku ajar, kajian komprehensif yang menelaah semua aspek linguistik dalam satu kerangka analisis masih sangat terbatas. Penelitian ini merumuskan pertanyaan mengenai bagaimana karakteristik linguistik dalam buku ajar Kurikulum Merdeka dan apa implikasinya terhadap pembelajaran bahasa. Metode SLR dilakukan dengan menelusuri artikel pada database Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan ERIC dengan rentang publikasi sepuluh tahun terakhir. Seleksi artikel dilakukan melalui kriteria inklusi-eksklusi yang meliputi relevansi topik, fokus linguistik, konteks pendidikan dasar, dan kualitas metodologis, hingga diperoleh sejumlah artikel final untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan adanya ketidakkonsistenan penggunaan struktur fonologis dan morfologis, variasi kerumitan sintaksis yang tidak selalu sesuai dengan tingkat perkembangan siswa SD, serta temuan bahwa aspek semantik dan pragmatik dalam buku ajar masih kurang eksploratif. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya penyempurnaan materi buku ajar agar lebih sesuai dengan prinsip linguistik dan kebutuhan literasi siswa. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada analisis holistik lima cabang linguistik dalam satu kerangka SLR yang belum banyak dilakukan pada konteks buku ajar Kurikulum Merdeka.</p> <p><em>This study aims to analyze linguistic features in four instructional texts from the Kurikulum Merdeka using a Systematic Literature Review (SLR) approach, focusing on five major branches of linguistics: phonology, morphology, syntax, semantics, and pragmatics. The need for this study arises from the importance of ensuring that the linguistic structure of elementary school textbooks aligns with linguistic principles and pedagogical requirements, as textbooks serve as primary learning resources that shape students’ language comprehension and use. Although previous research has explored linguistic quality in educational materials, comprehensive studies integrating all linguistic components within one analytical framework remain limited. The study addresses questions regarding the linguistic characteristics of Kurikulum Merdeka textbooks and their implications for language learning. The SLR method included searching academic databases such as Scopus, Web of Science, Google Scholar, and ERIC, covering publications from the last ten years. Article selection followed strict inclusion–exclusion criteria involving topic relevance, linguistic focus, elementary education context, and methodological quality, resulting in a final set of studies for synthesis. The findings indicate inconsistencies in phonological and morphological structures, variations in syntactic complexity that do not always align with students’ developmental levels, and limited integration of semantic and pragmatic elements in the textbooks. The implications highlight the need to refine textbook content to better align with linguistic principles and literacy development. The originality of this study lies in its holistic examination of five linguistic components within a single SLR framework, which has rarely been applied to Kurikulum Merdeka textbooks.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18151 MANAJEMEN SUPERVISI SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI GURU DI SMPN 1 PLEMAHAN DAN SMPN 1 BADAS 2025-12-24T04:36:37+00:00 Anis Faizatul Imamah anisfaizatul2208@gmail.com Taufiq Harris taufiqharris@unigres.ac.id Furqon Wahyudi furqonwahyudi@unigres.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen supervisi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan motivasi guru di SMPN 1 Plemahan dan SMPN 1 Badas. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran supervisi sekolah sebagai upaya pembinaan profesional guru guna meningkatkan mutu proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen supervisi sekolah di kedua sekolah tersebut dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut supervisi secara sistematis. Pelaksanaan supervisi akademik yang berkelanjutan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Selain itu, supervisi yang bersifat pembinaan dan kolaboratif juga berdampak positif terhadap peningkatan motivasi kerja guru. Dengan demikian, manajemen supervisi sekolah yang efektif berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan motivasi guru.</p> <p><em>This study aims to describe and analyze school supervision management in improving the quality of learning and teacher motivation at SMPN 1 Plemahan and SMPN 1 Badas. The background of this study is based on the important role of school supervision as an effort to develop teacher professionalism to improve the quality of the learning process. This study uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects included the principal, vice principal, and teachers. Data analysis techniques were carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while data validity was obtained through triangulation of sources and techniques. The results of the study indicate that school supervision management in both schools is carried out through the stages of planning, implementation, and follow-up of supervision systematically. The implementation of continuous academic supervision can improve teacher competence in planning, implementing, and evaluating learning. In addition, supervision that is coaching and collaborative also has a positive impact on increasing teacher work motivation. Thus, effective school supervision management plays an important role in improving the quality of learning and teacher motivation.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17257 PERAN LITERASI DIGITAL DALAM MEMBENTUK KONSEP DIRI POSITIF ANAK SD : STUDI KASUS PADA SEKOLAH DASAR YANG MENERAPKAN KURIKULUM DIGITAL 2025-12-05T08:09:33+00:00 Rini Nuraeni rininuraeni0893@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam pembentukan konsep diri positif pada anak sekolah dasar di lingkungan pendidikan yang menerapkan kurikulum digital. Latar belakang penelitian didasari oleh meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran, yang tidak hanya memengaruhi kemampuan kognitif siswa, tetapi juga perkembangan aspek afektif dan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di salah satu sekolah dasar yang telah mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulumnya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan literasi digital secara terarah dapat membantu siswa mengembangkan rasa percaya diri, kemandirian belajar, serta kemampuan reflektif terhadap identitas diri di lingkungan digital. Selain itu, dukungan guru dan pengawasan penggunaan media digital menjadi faktor kunci dalam mencegah dampak negatif seperti perbandingan sosial atau penurunan konsentrasi belajar. Kesimpulannya, literasi digital memiliki peran signifikan dalam membentuk konsep diri positif anak sekolah dasar, dengan syarat implementasinya dilakukan secara terencana, kontekstual, dan berorientasi pada karakter.</p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17998 PENGARUH MODEL PROJECT-BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA SISWA KELAS XI SMA SWASTA IMELDA MEDAN TAHUN AJARAN 2024/2025 2025-12-20T06:44:12+00:00 Adellia Luisa luisaadellia@gmail.com Salmah Naelofaria snaelofaria@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model project-based learning terhadap kemampuan menulis naskah drama siswa kelas XI SMA Swasta Imelda Medan Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes kepada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberi perlakuan model project-based learning dan kelompok kontrol yang menggunakan model cooperative learning tipe think-pair-share. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t untuk menguji hipotesis. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,007 (lebih kecil dari 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok sebesar 6,56 poin, menunjukkan bahwa model project-based learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan menulis naskah drama siswa kelas XI di SMA Swasta Imelda Medan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This study aims to determine the effect of the project-based learning model on the drama script writing skills of eleventh-grade students at Imelda Private High School, Medan, in the 2024/2025 academic year. This study used a quantitative approach with an experimental design. Data collection was conducted by administering tests to two groups: an experimental group treated with the project-based learning model and a control group treated with the think-pair-share cooperative learning model. Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and t-tests to test the hypotheses. The t-test results showed a significance value of 0.007 (less than 0.05), indicating a significant difference of 6.56 points between the two groups. This indicates that the project-based learning model significantly improved the drama script writing skills of eleventh-grade students at Imelda Private High School, Medan.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17092 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MENGENAL AKOR MAYOR DAN MINOR PADA ALAT MUSIk GITAR KELAS XII F SMAN 5 KUPANG 2025-12-01T07:03:38+00:00 Silfanus Ama Loli Balawala abangsilfan07@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas XII F SMAN Kupang dalam mengenal akor mayor dan minor pada alat musik gitar melalui penerapan model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas XII F SMAN 5 Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal akor mayor dan minor, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual efektif digunakan dalam pembelajaran musik untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal akor mayor dan minor pada alat musik gitar.</p> <p><em>This study aims to improve the ability of class XII F students of SMAN Kupang to recognize major and minor chords on the guitar through the application of a contextual learning model. This study used a classroom action research method with class XII F students of SMAN 5 Kupang as the subjects. The results showed that the application of a contextual learning model can improve students' ability to recognize major and minor chords, as well as increase student motivation and engagement in the learning process. This study concluded that the contextual learning model is effective in music learning to improve students' ability to recognize major and minor chords on the guitar.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17921 FENOMENA PERUNDUNGAN (BULLYING) DI SEKOLAH DAN SOLUSI DALAM PERSPEKTIF PKN 2025-12-18T11:45:46+00:00 Serli Mita Audri sherlymitaaudry@gmail.com Rifa Nabilah Ariqah rifanabilah.a205@gmail.com Nur Hikmah Alfiani nurhukmahvice@gmail.com Gita Aulia agita3627@gmail.com Frety Hananta fretihananta025@gmail.com <p>Fenomena perundungan (bullying) di lingkungan sekolah merupakan persoalan krusial yang berimplikasi luas terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan capaian akademik peserta didik. Praktik perundungan tidak hanya menimbulkan dampak negatif bagi korban, tetapi juga berpotensi membentuk karakter pelaku yang menyimpang serta menciptakan suasana sekolah yang tidak kondusif, tidak aman, dan bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif fenomena perundungan di sekolah serta menganalisis upaya pencegahannya dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dan diterbitkan dalam rentang tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa perundungan merupakan bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai Pancasila dan hak asasi manusia, sekaligus mencerminkan belum optimalnya implementasi pendidikan karakter kewarganegaraan di sekolah. Dalam konteks ini, Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran strategis sebagai sarana preventif dan edukatif melalui internalisasi nilai-nilai toleransi, keadilan, kesetaraan, demokrasi, serta tanggung jawab sebagai warga negara. Pengintegrasian nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran PKn, yang didukung oleh kebijakan sekolah, keteladanan pendidik, dan partisipasi aktif peserta didik, diharapkan mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari praktik perundungan.</p> <p><em>The phenomenon of bullying in the school environment is a crucial issue with wide-ranging implications for students’ psychological and social development, as well as their academic achievement. Bullying practices not only cause negative impacts on victims, but also have the potential to shape deviant character traits in perpetrators and create a school climate that is unconducive, unsafe, and contrary to democratic principles. This article aims to comprehensively examine the phenomenon of bullying in schools and to analyze efforts to prevent it from the perspective of Civic Education (Pendidikan Kewarganegaraan/PKn). The research method employed is a literature review, examining various sources in the form of books and scholarly journal articles published between 2020 and 2025. The findings indicate that bullying constitutes a violation of Pancasila values and human rights, while also reflecting the suboptimal implementation of civic character education in schools. In this context, Civic Education plays a strategic role as a preventive and educational instrument through the internalization of values such as tolerance, justice, equality, democracy, and responsibility as citizens. The integration of these values into Civic Education learning, supported by school policies, educators’ role modeling, and the active participation of students, is expected to help create a safe, inclusive, and bullying-free school environment.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18089 TANTANGAN DAN PENERAPAN FIQH PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH MODERN 2025-12-22T10:49:56+00:00 Imam Tauhid Imamtauhid_uin@gmail.com Habib Hidayatullah habib12072006@gmail.com M. Refer Endang mrefereendang@gmail.com Muhamad Ilham Maulana ilham.mlna2331@gmail.com <p>Transformasi sekolah modern yang ditandai dengan cepatnya kemajuan teknologi, arus globalisasi nilai, dan keberagaman latar belakang siswa menghadirkan berbagai tantangan yang rumit dalam pelaksanaan Fiqh Pendidikan Islam. Fiqh dalam dunia pendidikan tidak hanya dipandang sebagai sekumpulan hukum yang normatif, tetapi juga sebagai landasan etis dan pedagogis yang berfungsi untuk menuntun proses pendidikan agar sejalan dengan ajaran Islam. Tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji secara kritis tantangan dalam penerapan Fiqh Pendidikan Islam di sekolah-sekolah modern serta merumuskan strategi implementasi yang sesuai dengan dinamika saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap buku-buku, artikel jurnal akademik, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Temuan kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi kecenderungan sekularisasi dalam kurikulum, rendahnya integrasi nilai fiqh dalam proses belajar mengajar, keterbatasan kemampuan pedagogis guru, dan dampak budaya digital terhadap pembentukan sikap dan perilaku siswa. Maka dari itu, penerapan Fiqh Pendidikan Islam perlu difokuskan pada pengintegrasian nilai-nilai fiqh secara menyeluruh dalam kurikulum, penguatan posisi guru sebagai panutan moral, serta pengembangan metode pembelajaran yang kontekstual dan reflektif.</p> <p><em>The transformation of modern schools, marked by rapid technological advances, the flow of globalization values, and the diversity of student backgrounds, presents various complex challenges in the implementation of Islamic Education Fiqh. Fiqh in education is not only viewed as a set of normative laws, but also as an ethical and pedagogical foundation that serves to guide the educational process in line with Islamic teachings. The purpose of this article is to critically examine the challenges in applying Islamic Education Fiqh in modern schools and to formulate implementation strategies in line with current dynamics. This research uses a qualitative approach through a literature study of relevant books, academic journal articles, and education policy documents. The findings show that the main challenges include the tendency toward secularization in the curriculum, the low integration of fiqh values in the teaching and learning process, the limited pedagogical abilities of teachers, and the impact of digital culture on the formation of students' attitudes and behavior. Therefore, the application of Islamic Education Fiqh needs to focus on the comprehensive integration of fiqh values in the curriculum, strengthening the position of teachers as moral role models, and developing contextual and reflective learning methods. </em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17156 PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMAN 1 TARIK SIDOARJO 2025-12-03T03:55:57+00:00 Vira Aurelia Fanesa viraaureliafanesa@gmail.com Ansvania Rakha Willadayita ansvaniawilladayita@gmail.com Allisyanina Yustie Salsabilla allisyanina96@gmail.com Al Barrotu’ Thadqiyah Arbaniyah arniyahalbarr@gmail.com Ananda Novi Diana Rizki anandanovidiana@gmail.com Ayu Wulandari ayuwulandari@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana dukungan orang tua berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa kelas VII di SMAN 1 Tarik Sidoarjo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya keterlibatan orang tua dalam memberikan dukungan, baik secara moral, emosional, maupun material, agar siswa lebih bersemangat dalam belajar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian mencakup siswa kelas VII SMAN 1 Tarik Sidoarjo, sedangkan sampel terdiri atas 36 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh dukungan orang tua terhadap motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara dukungan orang tua dan motivasi belajar siswa. Artinya, semakin besar dukungan yang diberikan oleh orang tua, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa. Dengan demikian, dukungan orang tua terbukti berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di lingkungan sekolah.</p> <p><em>This study aims to analyze the extent to which parental support influences the learning motivation of seventh-grade students at SMAN 1 Tarik Sidoarjo. The background of this study is based on the importance of parental involvement in providing support, both morally, emotionally, and materially, to increase students' enthusiasm for learning. The approach used in this study was quantitative with a correlational approach. The study population included seventh-grade students at SMAN 1 Tarik Sidoarjo, while the sample consisted of 36 students selected using a simple random sampling technique. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability. . Analysis prerequisite test using normality and homogeneity tests. Data analysis was conducted using a simple linear regression test to determine the effect of parental support on learning motivation. The results showed a positive and significant effect between parental support and student learning motivation. This means that the greater the support provided by parents, the higher the students' learning motivation. Thus, parental support has been proven to play a significant role in increasing student learning motivation in the school environment.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17992 AKTUALISASI DIRI TOKOH UTAMA DALAM FILM 13 BOM DI JAKARTA: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA CARL ROGERS 2025-12-20T05:11:57+00:00 M. Khalil Gibran Siregar mkhalilgibransrg@gmail.com Syairal Fahmy Dalimunthe fahmy@unimed.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis proses aktualisasi diri tokoh utama Arok dalam film 13 Bom di Jakarta karya Angga Dwimas Sasongko dengan menggunakan teori psikologi sastra Carl Rogers. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial yang ditampilkan dalam film, khususnya mengenai aktualisasi diri pada tokoh utama dalam film. Permasalahan yang dikaji meliputi ketidakcapaian bentuk aktualisasi diri dan dampak dari aktualisasi diri pada tokoh utama. Penelitian ini menggunakan teori aktualisasi diri dari Carl Rogers khususnya enam konsep utama: pengalaman organisme, kebebasan berpikir, kehidupan eksistensial, konsep diri, kesadaran diri dan empati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik simak dan cacat dari film 13 Bom di Jakarta dan dianalisis dengan teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dna kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi diri tokoh utama dalam film 13 Bom di Jakarta terdiri atas 32 data, yang diklasifikasikan kedalam 6 kelompok utama: pengalaman organisme, kebebasan berpikir, kehidupan eksistensial, konsep diri, kesadaran diri, empati. pengalaman organisme (5 data), kebebasan berpikir (5 data), kehidupan ekstensial (4 data), konsep diri (7 data), kesadaran diri (3 data), dan empati (8 data). Data primer dari film dianalisis melalui tinjauan pustaka dan pendekatan humanistik Rogers, dengan manfaat teoritis memperkaya kajian psikologi sastra serta praktis mendukung pencegahan radikalisasi melalui pemahaman dinamika psikologis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegagalan aktualisasi diri tokoh Arok bukan hanya merupakan dampak dari pengalaman traumatis, tetapi juga hasil dari lingkungan sosial yang tidak mendukung, ketidakadilan sistemik, serta ketidakmampuan tokoh untuk melakukan penerimaan diri dan berdamai dengan masa lalunya.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This study aims to analyze the process of self-actualization of the main character Arok in the film 13 Bombs in Jakarta by Angga Dwimas Sasongko using Carl Rogers' literary psychology theory. This study is motivated by social phenomena shown in the film, especially regarding self-actualization of the main character in the film. The problems studied include the unachievement of self-actualization and the impact of self-actualization on the main character. This study uses Carl Rogers' theory of self-actualization, especially six main concepts: organismic experience, freedom of thought, existential life, self-concept, self-awareness and empathy. The method used in this study is descriptive qualitative. Data were obtained through observation and handicap techniques from the film 13 Bombs in Jakarta and analyzed using data analysis techniques including data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results of the study show that the self-actualization of the main character in the film 13 Bombs in Jakarta consists of 32 data, which are classified into 6 main groups: Organismic Experience, Freedom of Thought, Existential Life, Self-Concept, Self-Awareness, Empathy. Organismal experience (5 data), freedom of thought (5 data), existential life (4 data), self-concept (7 data), self-awareness (3 data), and empathy (8 data). Primary data from the film were analyzed through a literature review and Rogers' humanistic approach, with theoretical benefits enriching the study of literary psychology and practically supporting the prevention of radicalization through an understanding of psychological dynamics. Thus, it can be concluded that the failure of Arok's self-actualization is not only the impact of a traumatic experience, but also the result of an unsupportive social environment, systemic injustice, and the character's inability to accept himself and reconcile with his past.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17064 MINAT SISWA KELAS XI A2 SMA NEGERI 3 KUPANG DALAM PERMAINAN ALAT MUSIK RECORDER: STUDI TERHADAP MOTIVASI DAN TINGKAT PARTISIPASI 2025-11-30T08:49:21+00:00 Eduardus Boli Sogen sogenerdy@gmail.com Margareta Sofyana Irma Kaet guest@jurnalhst.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa kelas XI A2 SMA Negeri 3 Kupang dalam permainan alat musik recorder serta menganalisis motivasi dan tingkat partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei dan observasi, serta penerapan metode pembelajaran drill dan demonstrasi untuk meningkatkan keterampilan siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar, observasi partisipasi siswa, dan penilaian keterampilan berdasarkan aspek-aspek penting dalam permainan recorder seperti membaca not musik, tempo, dinamika, artikulasi, dan teknik pernapasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa terhadap permainan alat musik recorder tergolong tinggi, dengan motivasi dominan berasal dari minat pribadi dan dukungan lingkungan sekolah. Tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran musik juga cukup tinggi, dengan peningkatan keterampilan yang signifikan melalui metode drill dan demonstrasi, yaitu peningkatan rata-rata skor dari 5,70 menjadi 8,99. Penilaian aspek-aspek permainan recorder menunjukkan perkembangan positif yang mengindikasikan keberhasilan metode pembelajaran yang diterapkan.</p> <p><em>This study aims to determine the interest of Grade XI A2 students at SMA Negeri 3 Kupang in playing the recorder, as well as to analyze their motivation and level of participation in this activity. The research employed a quantitative approach using survey and observation methods, combined with the implementation of drill and demonstration teaching techniques to enhance students’ performance skills. Data were collected through a learning motivation questionnaire, student participation observation, and skill assessment based on key aspects of recorder playing such as musical notation reading, tempo, dynamics, articulation, and breathing technique. The results indicate that students’ interest in playing the recorder is generally high, with motivation mainly driven by personal interest and support from the school environment. The level of participation in music learning activities was also quite high, with a significant improvement in performance skills through the use of the drill and demonstration methods—showing an average score increase from 5.70 to 8.99. The assessment of various aspects of recorder performance revealed positive progress, indicating the success of the teaching methods applied.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17876 SEJARAH PEMIKIRAN ZAMAN KUNO: MESIR, YUNANI DAN CINA 2025-12-18T05:58:02+00:00 Azizah zah598093@gmail.com Rahma Fauziah rahmafauziah625@gmail.com Wendy Aulia Putri wendyauliaputri17@gmail.com Mawar Afrianti mawarafrianti31@gmail.com Gina Ofiyani Putri ginaopiyaniptrii@gmail.com Aline Andjani alineandjani03@gmail.com Supian supian.ramli@unja.ac.id <p>Sejarah pemikiran zaman kuno di peradaban Mesir, Yunani, dan Cina menjadi fondasi intelektual peradaban modern, di mana Mesir menekankan keseimbangan kosmis melalui konsep Maat dan ritual keagamaan, Yunani mengembangkan rasionalitas kritis via filsuf seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles beserta demokrasi polis, serta Cina memprioritaskan harmoni sosial melalui Konfusianisme, Taoisme, dan Legalisme yang membentuk etika politik serta Mandat Langit. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi asal-usul, perkembangan, tokoh, dan kontribusi pemikiran ketiga peradaban tersebut untuk memahami landasan ideologis yang masih relevan hingga kini. Metode sejarah diterapkan melalui tahapan heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber (eksternal dan internal), interpretasi data, serta historiografi untuk menyusun narasi runtut. Hasil dari analisis mengungkap perbedaan khas: Mesir religius-ritualistik, Yunani rasional-sistematis, dan Cina pragmatis-kolektif, dengan pengaruh luas pada etika, politik, ilmu pengetahuan, serta budaya kontemporer. Disimpulkan bahwa pemikiran kuno ini saling melengkapi dalam evolusi peradaban manusia, menawarkan perspektif luas tentang problem eksistensial dan praktis.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>The history of ancient thought in Egyptian, Greek, and Chinese civilizations became the intellectual foundation of modern civilization, in which Egypt emphasized cosmic balance through the concept of Maat and religious rituals, Greece developed critical rationality through philosophers such as Socrates, Plato, and Aristotle, along with polis democracy, and China prioritized social harmony through Confucianism, Taoism, and Legalism, which shaped political ethics and the Mandate of Heaven. This study aims to explore the origins, development, figures, and contributions of the thinking of these three civilizations to understand the ideological foundations that are still relevant today. The historical method was applied through the stages of heuristics (source collection), source criticism (external and internal), data interpretation, and historiography to compile a coherent narrative. The results of the analysis reveal distinctive differences: Egypt was religious-ritualistic, Greece was rational-systematic, and China was pragmatic-collective, with a broad influence on ethics, politics, science, and contemporary culture. It is concluded that these ancient thoughts complement each other in the evolution of human civilization, offering a broad perspective on existential and practical problems.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18033 PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR DALAM MENANAMKAN NILAI KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH PADA SISWA SD NEGERI 0108 BULU SONIK 2025-12-21T08:02:24+00:00 Ardian Soleh Nasution ardiansoleh0696@gmail.com Nur Hajjah Wahyuni Nasution hajjahwahyuni74@gmail.com Rani Wahyuni Lubis wahyunilbs2004@gmail.com Nopfriyani Sinaga nopfriyanisinaga@gmail.com M.Rizky Daulay daulayriski11@gmail.com <p>Peran guru memiliki peranan yang sangat penting bagi anak dalam menanamkan kebersihan diri anak usia dini, kebersihan diri adalah penecegahan yang mengutamakan upaya kesehatan individu dan lingkungan, di SD Negeri 0108 Bulu Sonik diharapkan menanamkan kebersihan diri dengan sebaik mungkin.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai motivator dalam menanamkan nilai kebersihan lingkungan sekolah pada siswa SD Negeri 0108 Bulu Sonik serta menganalisis dampaknya terhadap perilaku siswa dalam menjaga kebersihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan sekolah. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai motivator melalui pemberian teladan, penguatan verbal, pembiasaan kegiatan kebersihan, serta integrasi nilai kebersihan dalam proses pembelajaran. Guru juga mendorong keterlibatan siswa melalui kegiatan piket kelas, kerja bakti, dan pemberian apresiasi terhadap perilaku positif. Dampak dari peran tersebut terlihat pada meningkatnya kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tumbuhnya rasa tanggung jawab, serta terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru sebagai motivator memiliki kontribusi yang signifikan dalam menanamkan nilai kebersihan lingkungan sekolah pada siswa sekolah dasar. Pendekatan yang konsisten, persuasif, dan berbasis keteladanan menjadi kunci keberhasilan dalam pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini. Kebersihan merupakan hal yang sangat penting sekali untuk diperhatikan, terutama kebersihan diri pada anak usia sekolah dasar . Karena pada masa usia sekolah dasar anak mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat maka kebersihan hal utama yang harus di perhatikan karena anak sangat mudah terkena penyakit. Hal tersebut menuntut guru untuk mampu menerapkan kebersihan diri pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai motivator dalam menanamkan nilai kebersihan lingkungan pada anak SD .SD Negeri 0108 Bulu Sonik&nbsp;&nbsp; menjadi subjek penelitian, yaitu satu orang guru yang kami wawancarai.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>The role of the teacher has a very important role for children in instilling personal hygiene in early childhood, personal hygiene is prevention that prioritizes individual and environmental health efforts, in SD Negeri 0108 Bulu Sonik kingderganten it is expected instill personal hygiene as well as possible.This study aims to describe the role of teachers as motivators in instilling environmental cleanliness values among students at SD Negeri 0108 Bulu Sonik and to analyze its impact on students’ behavior in maintaining school cleanliness. This research employed a qualitative descriptive approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation of school activities. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that teachers play an active role as motivators by providing exemplary behavior, verbal reinforcement, habituation of cleanliness-related activities, and integrating cleanliness values into the learning process. Teachers also encourage student participation through classroom duty schedules, collective cleaning activities, and appreciation for positive behavior. The impact of this role is reflected in increased student awareness of the importance of maintaining a clean school environment, the development of a sense of responsibility, and the formation of clean and healthy living habits. This study concludes that the teacher’s role as a motivator significantly contributes to instilling environmental cleanliness values among elementary school students. Consistent, persuasive, and role-model-based approaches are key to successful character development related to environmental care from an early age. Cleanliness is a very important aspect to pay attention to, especially personal hygiene for elementary school children. Because during elementary school, children undergo rapid growth and development, cleanliness is a primary concern as children are very susceptible to disease. This requires teachers to be able to instill personal hygiene in children. This research aims to describe the role of teachers as motivators in instilling environmental hygiene values in elementary/MI students. SD Negeri 0108 Bulu Sonik was the research subject, interviewing one teacher. This qualitative analysis used observation, interviews, and documentation for data collection</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17137 EKSPLORASI GENRE MUSIK UNTUK LITERASI AUDITORI SISWA KELAS 10 DKV SMK NEGERI 4 KUPANG 2025-12-03T01:53:18+00:00 Archangelo Martinus Saik jelosaik080@gmail.com Paskalis Romanus Langgu romypaskals91@gmail.com <p>Penelitian ini mendeskripsikan dan merefleksikan implementasi pembelajaran eksplorasi genre musik sebagai strategi meningkatkan literasi auditori siswa kelas 10 jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 4 Kupang yang awalnya belum memiliki pengetahuan dasar seni musik (Kemdikbud, 2023). Kondisi kelas yang didominasi oleh siswa yang hanya mengenal lagu-lagu viral secara pasif menjadi latar penting bagi inovasi pembelajaran (Septiani, 2024). Metode pembelajaran menggunakan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan audio-visual yang mengintegrasikan praktik analisis bertahap selama enam pertemuan (90 menit/pertemuan) (Sugiyono, 2018). Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, dokumentasi aktivitas kelas, penugasan reflektif satu kali untuk presentasi, serta asesmen standar kualitatif (Sari &amp; Anggraeni, 2025). Contoh lagu dari berbagai genre musik Indonesia seperti Manusia Kuat oleh Tulus (pop inspiratif), Januari oleh Glenn Fredly (R&amp;B/soul melankolis), Terlalu Manis oleh Slank (rock alternatif), dan Dunia Tipu-Tipu oleh Yura Yunita (pop kontemporer) digunakan sebagai bahan latihan dan analisis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa hingga pertemuan ke-6 sekitar 80% siswa mampu mengidentifikasi genre musik hanya dengan mendengar audio tanpa melihat judul lagu, dengan peningkatan keaktifan, kolaborasi, serta kepercayaan diri saat presentasi (Shah et al., 2024). Kendala awal berupa keterbatasan fasilitas audio berhasil diatasi dengan kolaborasi perangkat sekolah dan laptop mahasiswa PPL (Kusuma et al., 2023). Disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis audio-visual yang dilengkapi refleksi dan presentasi merupakan model efektif memperkuat literasi auditori lintas genre bagi siswa SMK dengan profil nol basis musik (Wahyudi &amp; Nuraini, 2025). Rekomendasi penguatan fasilitas audio serta pengembangan proyek seni berbasis budaya lokal Nusa Tenggara Timur diajukan untuk pengayaan pembelajaran selanjutnya.</p> <p><em>This study describes and reflects on the implementation of music genre exploration learning as a strategy to improve the auditory literacy of 10th grade students majoring in Visual Communication Design (DKV) at SMK Negeri 4 Kupang who initially had no basic knowledge of music (Kemdikbud, 2023). The class conditions, dominated by students who only passively knew viral songs, became an important backdrop for learning innovation (Septiani, 2024). The learning method used the Merdeka Curriculum with an audio-visual approach that integrated step-by-step analysis practices during six meetings (90 minutes/meeting) (Sugiyono, 2018). Data collection techniques included participatory observation, documentation of classroom activities, a one-time reflective assignment for presentation, and a qualitative standard assessment (Sari &amp; Anggraeni, 2025). Examples of songs from various Indonesian music genres, such as Manusia Kuat by Tulus (inspirational pop), Januari by Glenn Fredly (melancholic R&amp;B/soul), Terlalu Manis by Slank (alternative rock), and Dunia Tipu-Tipu by Yura Yunita (contemporary pop), were used as practice and analysis materials. The evaluation results showed that by the sixth meeting, around 80% of students were able to identify music genres just by listening to the audio without seeing the song titles, with increased activity, collaboration, and confidence during presentations (Shah et al., 2024). Initial obstacles in the form of limited audio facilities were overcome through collaboration between school equipment and PPL students' laptops (Kusuma et al., 2023). It was concluded that audio-visual-based learning supplemented with reflection and presentations is an effective model for strengthening cross-genre auditory literacy for vocational high school students with zero musical background (Wahyudi &amp; Nuraini, 2025). Recommendations for strengthening audio facilities and developing art projects based on the local culture of East Nusa Tenggara were proposed for further learning enrichment.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17983 UPAYA GURU DALAM MENUMBUHKAN SIKAP TOLERANSI SISWA DI KELAS III SD NEGERI 0108 BULU SONIK 2025-12-20T04:14:21+00:00 Ardian Soleh Nasution ardiansoleh0696@gmail.com Nur Majidah Pulungan nurmajidah03@gmail.com Chairun Nisyah nisyachairun199@gmail.com Diana Safutri Hasibuan hasibuandiana784@gmail.com Marleni Harahap leniharahap43@gmail.com <p>Pembentukan sikap toleransi siswa merupakan salah satu tantangan penting dalam pendidikan dasar, terutama di tengah keberagaman latar belakang sosial dan karakter peserta didik. SD Negeri 0108 Bulu Sonik menghadapi permasalahan masih rendahnya sikap toleransi siswa kelas III, yang terlihat dari perilaku kurang menghargai perbedaan pendapat, sikap egois, dan kurangnya kerja sama antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru dalam menumbuhkan sikap toleransi siswa melalui proses pembelajaran dan pembiasaan di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru melalui keteladanan, pembiasaan sikap saling menghargai, penerapan kerja kelompok, diskusi kelas, serta pemberian penguatan positif mampu menumbuhkan sikap toleransi siswa. Lingkungan kelas yang kondusif dan komunikasi yang baik antara guru dan siswa turut memperkuat internalisasi nilai toleransi. Kesimpulannya, upaya guru yang dilakukan secara konsisten dan terintegrasi dalam pembelajaran efektif dalam menumbuhkan sikap toleransi siswa kelas III di SD Negeri 0108 Bulu Sonik.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>The development of students’ tolerance attitudes is one of the important challenges in elementary education, especially in the context of diverse social backgrounds and student characteristics. SD Negeri 0108 Bulu Sonik faces the problem of a low level of tolerance among third-grade students, which is reflected in behaviors such as a lack of respect for differing opinions, egocentric attitudes, and limited cooperation among students. This study aims to analyze teachers’ efforts to foster students’ tolerance attitudes through learning processes and habituation activities within the school environment. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers, and documentation of learning activities. The findings indicate that teachers’ efforts through role modeling, habituation of mutual respect, the implementation of group work, classroom discussions, and the provision of positive reinforcement are effective in fostering students’ tolerance attitudes. A conducive classroom environment and good communication between teachers and students further strengthen the internalization of tolerance values. In conclusion, consistent and integrated teachers’ efforts within the learning process are effective in developing tolerance attitudes among third-grade students at SD Negeri 0108 Bulu Sonik.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18284 LEARNING COMMUNITY PLANNING MANAGEMENT TO IMPROVE EDUCATION QUALITY IN PKG TK, RINGINREJO DISTRICT, KEDIRI REGENCY 2025-12-28T03:03:46+00:00 Ratna Maksidaturohmah ratnamanis337@gmail.com Taufiq Harris taufiqharris@unigres.ac.id Furqon Wahyudi furqonwahyudi@unigres.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen perencanaan komunitas belajar dalam meningkatkan mutu pendidikan di PKG TK Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Komunitas Belajar yang ada di PKG TK Kecamatan Ringinrejo sangat penting keberadaanya dalam meningkatkan kompetensi guru. Kegiatan ini meliputi kegiatan kolaborasi, refleksi, dan peningkatan kompetensi berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap seluruh pendidik dan tenaga kependidikan TK di Kecamatan Ringinrejo. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perencanaan komunitas belajar di PKG TK Kecamatan Ringinrejo diawali dengan pembentukan tim kecil, penetapan tujuan bersama, penentuan nama komunitas belajar, penyusunan jadwal, serta sosialisasi program kegiatan. Program komunitas belajar dirancang secara sistematis dan meliputi kegiatan reviuw kurikulum, perencanaan pembelajaran, asesmen, kegiatan kokurikuler, praktik baik, pembelajaran berdiferensiasi, serta pemanfaatan teknologi digital. Perencanaan yang terstruktur dan partisipatif tersebut berkontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru TK serta mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Ringinrejo. Peneliti berharap kegiatan ini berlangsung secara teratur dan berkelanjutan. Masing masing anggota bertanggungjawab terhadap kemajuan dan keberhasilan kombel Gubar Asik dan Gutim Asik.</p> <p><em>This study aims to describe the management of learning communities in improving the quality of education at PKG TK Ringinrejo Subdistrict, Kediri Regency. The learning communities at PKG TK Ringinrejo Subdistrict play a vital role in improving teacher competence. These activities include collaboration, reflection, and continuous competence improvement. This study uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation of all educators and educational staff at kindergartens in Ringinrejo Subdistrict. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, which includes data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results of the study indicate that the management of learning community planning at PKG TK Ringinrejo Subdistrict began with the formation of a small team, setting common goals, determining the name of the learning community, preparing a schedule, and socialising the activity programme. The learning community programme is designed systematically and includes curriculum review, learning planning, assessment, co-curricular activities, good practices, differentiated learning, and the use of digital technology. This structured and participatory planning contributes positively to improving the pedagogical and professional competencies of kindergarten teachers and supports the improvement of education quality in Ringinrejo Subdistrict. The researchers hope that these activities will be carried out regularly and sustainably. Each member is responsible for the progress and success of the Gubar Asik and Gutim Asik learning communities. </em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17865 INTEGRASI ADMINISTRASI SUPERVISI DAN KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN 2025-12-18T04:10:07+00:00 Alisa Nurhasanah Salam alisanrs12@gmail.com Artika Eka Prihatini prihatiniartikaeka@gmail.com Bahrani bahrani@uinsi.ac.id <p>Manajemen pendidikan merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Keberhasilan pengelolaan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan kurikulum, tetapi juga oleh bagaimana administrasi, supervisi, dan kepemimpinan dijalankan secara terpadu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi administrasi pendidikan, supervisi pendidikan, dan kepemimpinan pendidikan dalam kerangka manajemen pendidikan. Administrasi pendidikan dipahami sebagai proses pengelolaan sumber daya dan aktivitas sekolah secara sistematis, supervisi pendidikan sebagai upaya pembinaan dan peningkatan profesionalitas pendidik, serta kepemimpinan pendidikan sebagai kemampuan memengaruhi dan mengarahkan seluruh warga sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan.Penulisan artikel ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti buku dan artikel jurnal nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi administrasi, supervisi, dan kepemimpinan mampu menciptakan sistem manajemen pendidikan yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan. Sinergi ketiga unsur tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, profesionalitas guru, serta terciptanya budaya sekolah yang dinamis. Oleh karena itu, pengelolaan sekolah perlu menempatkan administrasi, supervisi, dan kepemimpinan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam praktik manajemen pendidikan.</p> <p><em>Educational management is a fundamental aspect of delivering quality education. The success of school management is not only determined by adequate facilities and curriculum, but also by how administration, supervision, and leadership are integrated in practice. This article aims to examine the integration of educational administration, educational supervision, and educational leadership within the framework of educational management. Educational administration is understood as the systematic management of school resources and activities, supervision as a process of professional guidance and improvement for teachers, and leadership as the ability to influence and direct school members toward achieving educational goals.</em> <em>This article employs a literature review method by analyzing relevant academic sources, including books and national journal articles. The findings indicate that the integration of administration, supervision, and leadership contributes to the creation of effective, adaptive, and sustainable educational management. The synergy among these elements supports the improvement of teaching quality, teacher professionalism, and the development of a dynamic school culture. Therefore, school management should position administration, supervision, and leadership as inseparable components of educational management.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18022 PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN ANIMASI 2D UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BELAJAR SISWA KELAS 5 DI SEKOLAH DASAR 2025-12-21T02:00:09+00:00 Retno Setyaningsih retnosetyaaaa05@gmail.com Mawar Sari mawarsari@umsu.ac.id Siti Fadila Harahap harahapfadila@gmail.com Alda Apriyani Munthe aldaafriyanimunthe@gmail.com Uswatun Hasanah uh07120@gmail.com Khairunisa nisak3692@gmail.com Puwadol Madadam guest@jurnaslhst.com Ade Putri adekp2696@gmail.com <p>Studi ini bertujuan untuk membuat video pembelajaran animasi 2D senbagai alat baru dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 5 sekolah dasar menganai materi ilmu pengetahuan alam ( ipa ). Pengembangan video dilakukan dilakukan menggunakan model multimedia development life Cycle (MDLC) yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu konsep, desain, pengumpulan bahan, perakitan,pengujian, dan distribusi. Partisipan penelitian Adalah 30 siswa dari kelas 5 SD. Hasi dari pengembangan ini menunjukkan bahwa video animasi 2d yang dihasilkan memiliki Tingkat validitas yang tinggi berdasarkan penilaian dari para ahli, dengan skor rata – rata mencapai 92%. Uji efektivitas yang dilakukan melalui pre-test dan post-post test menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa, dengan nilai rata-rata post-test mencapai 85,6% dibandingkan dengan nilai rata-rata yang hanya 67,2. Media pembelajran ini terbukti efektif dalam peningkatan motivasi serta pemahaman siswa terhadap konsep ipa, khususnya mengenai materi energy terbarukan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan pentingnya mengitegrasikan media animasi dalam pembelajran tematik di sekolah dasar untuk mendukung kurikulim Merdeka</p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17116 PERAN TEMAN SEBAYA DALAM MENCEGAH PERILAKU BULLYING DI SD NEGERI 1004 GUNUNG INTAN 2025-12-02T05:30:52+00:00 Ardian Soleh Nasution ardiansoleh0696@gmail.com Henti Melinda Sari Nasution hentimelindasarinasution5@gmail.com Riskiyatul Hamdiah Hasibuan riskihasibuan292@gmail.com Nur Hayani Hasibuan hasibuannurhayani4@gmail.com Wirna Meriah Hati Nasution wirnamhatinasution@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teman sebaya dalam mencegah perilaku bullying di Negeri 1004 Gunung Intan. Bullying menjadi isu kritis yang memengaruhi kesejahteraan psikologis dan sosial siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), dengan teknik kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 23 siswa kelas II dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 10 siswa terpilih berdasarkan hasil survei. Temuan penelitian mengungkap bahwa teman sebaya berperan penting dalam pencegahan bullying melalui tiga mekanisme utama: (1) memberikan dukungan emosional kepada korban, (2) melakukan intervensi langsung saat terjadi aksi bullying, dan (3) membangun dinamika kelompok yang positif. Siswa yang mendapat dukungan dari teman sebayanya menunjukkan peningkatan keberanian dalam melaporkan insiden bullying serta ketahanan emosional yang lebih baik. Hasil penelitian juga menegaskan bahwa intervensi teman sebaya secara real-time efektif menghentikan aksi intimidasi. Implikasi dari studi ini menekankan perlunya integrasi peran teman sebaya dalam desain program anti-bullying untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan mendukung.</p> <p><em>This study aims to examine the role of peers in preventing bullying behavior at SD Negeri 1004 Gunung Intan. Bullying is a critical issue that affects students' psychological and social well-being. The research employs a mixed-methods approach, combining quantitative data from questionnaires distributed to 23 Grade I B students and qualitative data from in-depth interviews with 10 selected students based on survey results. The findings reveal that peers play a significant role in bullying prevention through three key mechanisms: (1) providing emotional support to victims, (2) directly intervening during bullying incidents, and (3) fostering positive group dynamics. Students who received peer support demonstrated increased confidence in reporting bullying and better emotional resilience. The study also confirms that real-time peer intervention effectively stops bullying acts. These results highlight the importance of incorporating peer roles into anti-bullying programs to create a safer and more inclusive school environment.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17951 IMPLEMENTASI PROGRAM BALAI BESAR PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN BBPMP UNTUK MENINGKATKAN KOPETENSI KEPALA MADRASAH 2025-12-19T06:08:38+00:00 Muhammad Sultan Rafi sultanraffi024@gmail.com <p>Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui berbagai program pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pendidikan, termasuk kepala madrasah. Kepala madrasah sebagai pemimpin pendidikan yang harus memiliki kompetensi manajerial, supervisi, kewirausahaan, sosial, dan kepribadian untuk mewujudkan pengelolaan madrasah menjadi efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) dalam meningkatkan kompetensi kepala madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat BBPMP, kepala madrasah, serta pihak terkait yang terlibat dalam pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program BBPMP dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, workshop, dan evaluasi berkelanjutan yang berfokus pada penguatan kompetensi kepala madrasah.</p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18214 PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS NASIONALISME DI KALANGAN SISWA MIN BATANG BULU 2025-12-25T11:58:05+00:00 Puasa Donna Pasaribu pasaribudonna509@gmail.com Sri Wahyuni sw048735@gmail.com Susi Suryanty Safitri Nst anggotarian@gmail.com Ardian Soleh Nasution ardiansoleh0696@gmail.com <p>Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berperan penting dalam membentuk identitas nasionalis siswa sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran PKn dan kegiatan sekolah mempengaruhi kesadaran kebangsaan, sikap, dan perilaku siswa di Min Batang Bolu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang aktif dalam pembelajaran PKn dan kegiatan ekstrakurikuler memiliki pemahaman lebih baik tentang nilai kebangsaan, mampu menghargai perbedaan, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial. Studi kasus siswa memberikan bukti konkret bagaimana identitas nasionalis terbentuk melalui pengalaman nyata di sekolah dan masyarakat.</p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17756 PEMAHAMAN TEKNIK VOKAL DALAM BERNYANYI PADA SISWA KELAS VII SMPN 6 KUPANG TENGAH SATU ATAP 2025-12-16T11:05:00+00:00 Julianti Putri Fahik juliantiputry30@gmail.com Stanislaus Sanga Tolan st64@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman teknik vokal dalam bernyanyi pada siswa kelas VII SMPN 6 Kupang Tengah Satu Atap. Permasalahan yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami teknik vokal dasar seperti pernapasan diafragma, artikulasi, intonasi, serta ekspresi saat bernyanyi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif&nbsp; kualitatif&nbsp; dengan teknik pengumpulan data melalui, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman teknik vokal siswa masih berada pada kategori cukup. Beberapa siswa mampu menerapkan pernapasan dengan benar, namun masih mengalami kesulitan pada penguasaan artikulasi dan intonasi. Faktor pendukung berasal dari minat siswa terhadap aktivitas bernyanyi, sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya latihan terstruktur dan keterbatasan fasilitas pembelajaran musik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman teknik vokal siswa membutuhkan peningkatan melalui latihan rutin, metode pembelajaran bervariasi, serta pendampingan guru secara intensif.</p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18000 PENGALAMAN GURU SMA DALAM MENGELOLA KONFLIK KELAS MELALUI KOMUNIKASI EDUKATIF 2025-12-20T07:10:39+00:00 Mulus Watun Nabilla muluswatunnabila@gmail.com Mustika Mira Rosa mustikkamirarosa64@gmail.com Dena Pefriyani denapefriyani20@gmail.com Sonia soniania03062005@gmail.com Mukhlas mukhlas@univ-tridinanti.ac.id <p>Konflik kelas merupakan hal yang kerap terjadi dalam proses pembelajaran di SMA akibat perbedaan karakter dan latar belakang peserta didik. Guru berperan penting dalam mengelola konflik tersebut melalui komunikasi edukatif agar tercipta suasana belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman guru SMA dalam mengelola konflik kelas melalui komunikasi edukatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan guru SMA dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi edukatif yang bersifat persuasif, empatik, dan dialogis membantu guru dalam meredakan konflik serta membangun hubungan positif dengan peserta didik.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Classroom conflict is a common phenomenon in the teaching and learning process at senior high schools due to differences in students’ characters and backgrounds. Teachers play an important role in managing these conflicts through educative communication to create a conducive learning environment. This study aims to describe senior high school teachers’ experiences in managing classroom conflict through educative communication. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The data were collected through interviews with senior high school teachers and analyzed thematically. The findings indicate that persuasive, empathetic, and dialogical communication helps teachers reduce conflict and build positive relationships with students.</em></p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17100 PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA NOTASI MUSIK DI KELAS XI L SMA NEGERI 4 KUPANG 2025-12-01T09:10:46+00:00 Bibiana Bota bibianabota1303@gmail.com Kadek Paramitha Hariswari paramithahariswari21@gmail.com Katharina Tea Wolo melodivakones26@gmail.com <p>Kemampuan untuk memahami notasi musik adalah salah satu keterampilan dasar dalam pendidikan musik di level sekolah menengah. Namun, pengamatan awal dalam kelas XI L di SMAN 4 Kupang mengindikasikan bahwa banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenali tanda-tanda musik, memahami nilai-nilai ritmis, dan membaca melodi dengan tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca notasi musik melalui penerapan metode pembelajaran interaktif, yang mencakup penggunaan media audio-visual, latihan ritmis yang berbasis permainan, pengajaran yang saling mendukung antar teman, serta pemanfaatan aplikasi musik digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan pre-test, post-test, pengamatan aktivitas siswa, dan kuesioner motivasi belajar dengan 36 siswa kelas XI L sebagai partisipan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca notasi musik, dengan rata-rata skor meningkat sebesar 62,5% setelah dilakukannya intervensi. Aktivitas belajar siswa meningkat hingga 81,16% dan motivasi belajar berada pada tingkatan sangat baik menurut hasil kuesioner yang diterapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan literasi musik, kemampuan membaca notasi musik, serta partisipasi siswa dalam bidang pendidikan musik. Metode ini direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang bisa diimplementasikan secara berkelanjutan di SMAN 4 Kupang dan sekolah-sekolah lain yang memiliki karakteristik serupa.</p> <p><em>The ability to understand musical notation is one of the basic skills in music education at the sec-ondary school level. However, initial observations in class XI L at SMAN 4 Kupang indicate that many students still have difficulty recognizing musical symbols, understanding rhythmic values, and reading melodies accurately. This activity aims to improve music notation reading skills through the application of interactive learning methods, which include the use of audio-visual media, game-based rhythmic exercises, peer-to-peer teaching, and the use of digital music appli-cations. This study used a quantitative descriptive approach involving pre-tests, post-tests, obser-vation of student activities, and learning motivation questionnaires with 36 students in class XI L as participants. The results of this activity showed a significant increase in music notation reading skills, with an average score increase of 62,5% after the intervention. Student learning activities increased by 81,16%, and learning motivation was at a very good level according to the results of the questionnaire. These findings indicate that interactive learning methods are effective in im-proving music literacy, music notation reading skills, and student participation in music educa-tion. This method is recommended as a learning approach that can be implemented sustainably at SMAN 4 Kupang and other schools with similar characteristics.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17925 STORYTELLING AS A STRATEGY TO IMPROVE LISTENING SKILLS IN JUNIOR HIGH SCHOOL 2025-12-18T12:15:23+00:00 Claudia Maria Joana Mala claudiamala243@gmail.com Floribertha Lake lakefloribertha@gmail.com <p><em>Listening is a foundational skill in English language learning, yet many junior high school students continue to struggle with limited vocabulary, low engagement, and teacher-centered instructional practices. To address these challenges, this study examines the effectiveness of storytelling as a strategy to enhance students’ listening comprehension. Employing a qualitative literature review approach, the study synthesizes findings from empirical research, scholarly articles, and pedagogical reports related to storytelling and listening development. The analysis shows that storytelling offers meaningful contextual input, reinforces comprehension through narrative structure, and stimulates cognitive processes such as inference-making and information retention. Furthermore, storytelling increases learner motivation and attention by presenting language in engaging and relatable formats. These findings indicate that storytelling is a pedagogically robust and contextually relevant approach that can significantly improve listening skills among junior high school learners. The study concludes that integrating storytelling into English classrooms has strong potential to enrich instructional practices and support communicative competence development.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18093 MANAJEMEN SAGU SATIK (SATU GURU SATU PRAKTIK BAIK) UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMPN 1 PUNCU DAN SMPN 2 PUNCU 2025-12-22T11:06:48+00:00 Umi Nadliroh umina1001@gmail.com Suyanto suyanto@unigres.ac.id Furqon Wahyudi furqonwahyudi@unigres.ac.id <p>Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan mendorong kolaborasi antar guru untuk meningkatkan praktik pembelajaran guru yang lebih baik, inovatif, dan berdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan mengevaluasi efektivitas penerapan manajemen Sagu Satik dalam memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di kedua sekolah tersebut, serta untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai kondisi nyata program. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, kuesioner, dan wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program Sagu Satik efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan, meskipun terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, seperti pengelolaan waktu guru yang kurang optimal, beban administrasi yang tinggi, perbedaan dalam umpan balik yang diterima, serta variasi pemahaman teknologi di antara para guru. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan praktik baik guru di berbagai konteks pendidikan.</p> <p><em>Improving the quality of education can be achieved by encouraging collaboration among teachers to improve better, more innovative, and impactful teaching practices. This study aims to analyze the implementation and evaluate the effectiveness of the Sagu Satik management program in significantly improving the quality of education in the two schools, as well as to identify challenges faced in its implementation. A qualitative approach with a descriptive research design was used to gain a deep understanding of the program's actual conditions. Data collection techniques included observation, questionnaires, and in-depth interviews with teachers, students, and the principal. The results indicate that the implementation of the Sagu Satik program is effective in improving the quality of education, despite several challenges in its implementation, such as suboptimal teacher time management, high administrative burdens, differences in feedback received, and variations in technology understanding among teachers. These findings are expected to provide insights for the development of good teacher practices in various educational contexts.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17220 PERAN PENERAPAN PROGRAM ADIWIYATA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PENGARUH KINERJA SEKOLAH TERHADAP PENGEMBANGAN ADIWIYATA 2025-12-04T09:30:21+00:00 Thalita Prima Clominda primathalita55@gmail.com Annisa Tri Agustina annisatriagustina123@gmail.com Lutfi Aulia Sakinah lutfiauliasakinah@gmail.com Nafrisa Alliyah Putri Sochib nafrisaalliyah@gmail.com Defia Fauziatin Safitri fauziatindefia@gmail.com Dr. Ayu Wulandari ayuwulandari@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja sekolah terhadap pengembangan Adiwiyata dengan penerapan program Adiwiyata sebagai variabel intervening di SMP Negeri 26 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran angket berbasis Skala Likert kepada siswa, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan Ketua Program Adiwiyata. Temuan dari penelitian ini secara kuantitatif adalah memperoleh hasil uji reliabilitas yang menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat ketepatan yang baik dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,744. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kinerja sekolah dan penerapan program Adiwiyata secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan Adiwiyata. Kinerja sekolah memiliki pengaruh yang lebih dominan, namun dengan penerapan program Adiwiyata yang terbukti mampu memperkuat hubungan tersebut sebagai variabel intervening. Selain itu, hasil ANOVA menunjukkan bahwa model penelitian layak digunakan untuk memprediksi pengembangan Adiwiyata. Secara kualitatif hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan program Adiwiyata di SMP Negeri 26 Surabaya membentuk budaya peduli lingkungan melalui dua program utama yang menjadi simbol dari sekolah ini yaitu Program Pengelolahan Kompos dan Program Pengurangan Penggunaan Plastik. Meskipun masih menghadapi beberapa tantangan dalam pelaksanaan, program Adiwiyata terbukti memberikan dampak positif terhadap perilaku warga sekolah dan keberlanjutan lingkungan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan Adiwiyata sangat dipengaruhi oleh kinerja sekolah yang didukung oleh penerapan program Adiwiyata yang konsisten, optimal dan berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of school performance on the development of Adiwiyata with the implementation of the Adiwiyata program as an intervening variable at SMP Negeri 26 Surabaya. The research method used is a mixed method by combining quantitative and qualitative approaches. Quantitative data were obtained through the distribution of Likert-scale-based questionnaires to students, while qualitative data were collected through observation, documentation, and interviews with the Head of the Adiwiyata Program. The findings of this study quantitatively obtained reliability test results which showed that the research instrument had a good level of accuracy with a Cronbach's Alpha value of 0.744. The results of the regression analysis showed that school performance and the implementation of the Adiwiyata program simultaneously had a positive and significant effect on the development of Adiwiyata. School performance had a more dominant influence, but the implementation of the Adiwiyata program was proven to be able to strengthen the relationship as an intervening variable. In addition, the ANOVA results showed that the research model was suitable for predicting the development of Adiwiyata. Qualitatively, the results of this study indicate that the implementation of the Adiwiyata program at SMP Negeri 26 Surabaya has fostered a culture of environmental awareness through two key programs that have become symbols of the school: the Compost Management Program and the Plastic Reduction Program. Despite facing several challenges in implementation, the Adiwiyata program has been shown to have a positive impact on the behavior of school residents and the sustainability of the school environment. This study confirms that the success of Adiwiyata development is strongly influenced by school performance, which is supported by consistent, optimal, and sustainable implementation of the Adiwiyata program.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17995 PENDAMPINGAN LITERASI ISLAMI MELALUI CERITA DAN KISAH ISLAMI BERBASIS STORYTELLING DI MADRASAH TSANAWIYAH NURUL HASANAH 2025-12-20T06:26:26+00:00 Rizki Adiyatma rizkiadiyatma54@gmail.com Aprillia Wahyu Cahya Ningrum chyanngrm04@gmail.com Beta Rahmawati betarhmwt@gmail.com <p>Kegiatan pendampingan literasi Islami ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Nurul Hasanah dengan tujuan meningkatkan kemampuan literasi membaca, minat baca, serta pemahaman nilai-nilai Islami peserta didik melalui metode storytelling. Pendekatan storytelling dipilih karena mampu menghadirkan proses pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna melalui cerita dan kisah Islami yang sarat keteladanan. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penyusunan bahan cerita Islami, pelaksanaan storytelling melalui membaca nyaring, mendongeng interaktif, dialog tokoh, serta kegiatan retelling, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat baca, kemampuan menyimak, keberanian berkomunikasi, serta kemampuan peserta didik dalam menceritakan kembali isi cerita. Selain itu, storytelling berkontribusi pada penguatan pemahaman nilai-nilai Islami seperti kejujuran, kesabaran, empati, dan kepedulian sosial yang tercermin dari respons dan refleksi peserta didik terhadap kisah para nabi, khususnya kisah Nabi Isa AS. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan literasi Islami berbasis storytelling merupakan strategi efektif dalam mengembangkan literasi sekaligus membentuk karakter peserta didik di madrasah.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This Islamic literacy mentoring program was conducted at Madrasah Tsanawiyah Nurul Hasanah with the aim of improving students’ reading literacy skills, reading interest, and understanding of Islamic values through the storytelling method. Storytelling was selected as an instructional approach because it creates an active, enjoyable, and meaningful learning experience through Islamic stories rich in moral exemplars. The implementation stages included initial observation, preparation of Islamic story materials, storytelling sessions through read-aloud activities, interactive storytelling, character dialogues, retelling activities, and evaluation. The results indicated improvements in students’ reading interest, listening skills, communication confidence, and ability to retell stories. In addition, storytelling contributed to strengthening students’ understanding of Islamic values such as honesty, patience, empathy, and social care, as reflected in their responses to the stories of the prophets, particularly the story of Prophet Isa (Jesus). This program confirms that Islamic literacy mentoring based on storytelling is an effective strategy for enhancing literacy skills and character development among students in Islamic secondary schools.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17081 UPAYA MENERAPKAN TEKNIK POLA BIRAMA 4/4 LAGU INDONESIA RAYA PADA PESERTA DIDIK KELAS XL-K SMAN 4 KUPANG 2025-11-30T12:58:20+00:00 Emiliana Consita Plain emilianaconsitplain@gmail.com Kadek Paramitha Hariswari paramithahariswari21@gmail.com Katharina Tea Wolo melodivamones27@gmail.com <p>Pembelajaran musik di tingkat SMA menuntut pemahaman ritmis yang kuat, terutama dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya yang menggunakan pola birama 4/4. Namun, peserta didik sering mengalami kesulitan dalam menjaga konsistensi ketukan dan koordinasi gerak, sehingga diperlukan kajian teoretis untuk merumuskan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep, pendekatan pedagogis, dan langkah implementatif yang relevan untuk mengajarkan pola birama 4/4 kepada peserta didik kelas XI, dengan fokus penerapan yang dapat diadaptasi dalam konteks SMAN 4 Kupang. Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui analisis sistematis terhadap jurnal ilmiah, buku ajar musik, pedoman kurikulum, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman pola birama 4/4 dapat ditingkatkan melalui integrasi latihan demonstratif, aktivitas ritmis bertahap, serta pendekatan multisensori yang menstimulasi aspek kognitif, motorik, dan afektif peserta didik. Kajian ini memberikan kerangka konseptual dan rekomendasi praktik yang dapat diterapkan guru seni budaya untuk memperkuat kompetensi ritmis peserta didik.</p> <p><em>Music learning at the senior high school level requires strong rhythmic comprehension, particularly when performing the national anthem Indonesia Raya, which uses a 4/4 time signature. Students often face difficulties maintaining beat consistency and coordinating rhythmic movements, indicating the need for a theoretical examination to formulate more effective instructional strategies. This study aims to identify relevant concepts, pedagogical approaches, and implementable steps for teaching the 4/4 time signature to eleventh-grade students, with recommendations that can be adapted to the context of SMAN 4 Kupang. The research employs a literature study method through a systematic review of scholarly journals, music education textbooks, curriculum guidelines, and research reports. The findings indicate that students’ understanding of the 4/4 time signature can be enhanced through the integration of demonstrative exercises, gradual rhythmic activities, and multisensory approaches that stimulate cognitive, motoric, and affective domains. This study provides a conceptual framework and practical recommendations for music teachers to strengthen students’ rhythmic competence.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/17890 ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN SEMANTIK PADA BERITA DARING SUARAMERDEKA.COM 2025-12-18T08:03:24+00:00 Anjar Jati Kusuma anjarjati@students.unnes.ac.id Imam Baehaqie imambaehaqie@mail.unnes.ac.id <p>Penggunaan bahasa dalam berita daring menuntut ketepatan makna agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan bias penafsiran. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan penyimpangan makna pada tataran semantik yang berpotensi mengurangi kejelasan dan objektivitas pemberitaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan jenis kesalahan berbahasa pada tataran semantik dalam berita daring suaramerdeka.com, serta mengidentifikasi pola dan karakteristik kesalahan yang muncul. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat terhadap lima teks berita daring. Data dianalisis dengan mengklasifikasikan kesalahan berdasarkan kategori semantik. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat jenis kesalahan berbahasa pada tataran semantik, yaitu gejala hiperkorek, gejala pleonasme, ketidaktepatan pemilihan diksi, dan ambiguitas makna. Gejala hiperkorek ditandai oleh penggunaan diksi berlebihan dan evaluatif, sedangkan pleonasme muncul dalam bentuk pengulangan makna yang menyebabkan ketidakefisienan bahasa. Selain itu, pemilihan diksi yang kurang tepat dan ambiguitas makna berpotensi menimbulkan penafsiran ganda bagi pembaca. Kesimpulannya, kesalahan semantik dalam berita daring suaramerdeka.com tidak bersifat gramatikal, tetapi berdampak pada ketepatan, kejelasan, dan objektivitas makna, sehingga diperlukan peningkatan ketelitian dalam penggunaan bahasa jurnalistik.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>The use of language in online news requires semantic accuracy to ensure that information is conveyed clearly and objectively. However, in practice, deviations at the semantic level are still found and may lead to biased interpretation. This study aims to analyze the forms and types of semantic-level language errors in online news published on suaramerdeka.com, as well as to identify their patterns and characteristics. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through reading and note-taking techniques applied to five online news texts. The data were analyzed by classifying errors according to semantic categories. The findings reveal four types of semantic language errors: hypercorrection, pleonasm, inaccurate word choice, and ambiguity of meaning. Hypercorrection is marked by excessive and evaluative diction, while pleonasm appears as redundant expressions that reduce linguistic efficiency. Inaccurate word choice and ambiguous expressions further contribute to potential multiple interpretations among readers. Overall, these errors do not involve grammatical violations but affect the precision, clarity, and objectivity of meaning in news reporting. Therefore, greater attention to semantic accuracy is necessary to improve the quality and reliability of journalistic language.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/18072 KULINER SEBAGAI PEREKAT KEBANGSAAN: INTEGRASI SOSIAL MELALUI MAKANAN TRADISIONAL 2025-12-22T08:14:53+00:00 Dwinda Azzahra Andriawan dwindaazzahra99@gmail.com Raden Azka Hasna Muthiah azkahasnamuthiah@gmail.com Ratna Fitria ratna_fitria@upi.edu <p>Keberagaman etnis dan budaya di Indonesia berpotensi menimbulkan sekat sosial sehingga memerlukan medium non-politis yang mampu memperkuat kohesi sosial. Penelitian ini menganalisis peran kuliner tradisional sebagai instrumen budaya dalam memediasi integrasi sosial dan memperkuat perekat kebangsaan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur kualitatif dengan analisis deskriptif berbasis teori Nasionalisme dan Simbolisme Budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kuliner tradisional berperan sebagai simbol identitas kolektif lintas daerah, ruang komunal yang mendorong interaksi sosial inklusif, serta media resiprositas melalui pertukaran dan adopsi budaya antar-daerah. Disimpulkan bahwa kuliner tradisional merupakan modal budaya strategis yang mampu membangun rasa memiliki, mereduksi ketegangan sosial, dan menjaga keharmonisan nasional. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan budaya untuk mengoptimalkan peran kuliner sebagai agen pemersatu bangsa.</p> <p><em>Indonesia’s ethnic and cultural diversity has the potential to create social divisions, thus requiring effective non-political mediums to foster social cohesion. This study analyzes the role of traditional cuisine as a cultural instrument that actively mediates social integration and strengthens national unity. The research employs a qualitative literature review with a descriptive analytical approach, drawing on the theoretical frameworks of Nationalism and Cultural Symbolism. The findings indicate that traditional cuisine functions in three main dimensions: as a symbol of collective identity that transcends regional boundaries, as a communal space that encourages inclusive social interaction, and as a medium of reciprocity through the exchange and adaptation of culinary practices across regions. It is concluded that traditional cuisine serves not only basic needs but also as a strategic cultural capital capable of reducing social tensions, fostering a sense of belonging, and maintaining national harmony. Therefore, the study recommends strengthening&nbsp; cultural policies to optimize the unifying role of cuisine.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif