https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/issue/feed Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-06-29T17:50:26+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/23501 PENGEMBANGAN MEDIA AUGMENTED REALITY INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN GAYA APUNG DAN PENGUATAN BERFIKIR KRITIS SISWA 2026-06-25T02:18:37+00:00 Luluk Nur Fitriah Kamila 2280220042@untirta.ac.id Rudi Haryadi rudiharyadi@untirta.ac.id Yus Rama Denny Muchtar yusramadenny@untirta.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada materi gaya apung dan mengetahui tingkat kelayakan media, respons peserta didik, serta peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik setelah penggunaan media. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&amp;D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, dan 28 peserta didik kelas XI.3 SMA Negeri 1 Padarincang. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi ahli, angket respons peserta didik, serta tes keterampilan berpikir kritis berupa pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Augmented Reality memperoleh persentase kelayakan sebesar 80,8% dari ahli materi dengan kategori layak, 79,1% pada aspek desain pembelajaran dengan kategori layak, dan 84,6% pada aspek media komunikasi pembelajaran dengan kategori sangat layak. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik dengan rata-rata nilai pretest sebesar 18,93 meningkat menjadi 67,29 pada posttest serta memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,57 dalam kategori sedang. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Augmented Reality layak digunakan dalam pembelajaran fisika dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi gaya apung.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/22408 PERAN HUMAS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI MENULIS SISWA BERDASARKAN PRINSIP DAN FUNGSI KEHUMASAN 2026-05-31T13:19:18+00:00 Fani Rahma Sri Utami fanirahma530@gmail.com Arifin Ahmad arifinahmad@unpas.ac.id Fira Adelia Azradillah firaadelia1999@gmail.com Elisa Aprilia apriliaelisa67@gmail.com Artika Sari artikas933@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana peran humas sekolah dalam mendukung peningkatan literasi menulis siswa, ditinjau dari fungsi dan prinsip kehumasan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur kepada humas, guru, dan siswa, serta didukung oleh studi literatur. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas memiliki peran yang cukup signifikan dalam pengembangan literasi menulis di sekolah. Peran tersebut tampak dalam fungsinya sebagai komunikator yang aktif menyebarkan informasi literasi secara persuasif, sebagai fasilitator yang menyediakan ruang dan kesempatan bagi siswa untuk berlatih menulis, serta sebagai pembangun citra sekolah melalui publikasi karya siswa. Selain itu, penerapan prinsip kehumasan seperti integritas, kontinuitas, kesederhanaan, cakupan, konstruktif, dan adaptabilitas turut mendukung keberlangsungan program literasi. Dampak yang terlihat antara lain meningkatnya minat dan kepercayaan diri siswa dalam menulis, serta mulai terbentuknya budaya literasi di lingkungan sekolah. Meski demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi. Secara keseluruhan, humas dapat dipahami sebagai penghubung strategis yang berkontribusi dalam membangun ekosistem literasi yang lebih menyeluruh di sekolah.</p> <p><em>This study aims to gain an in-depth understanding of the role of school public relations in supporting the improvement of students’ writing literacy, viewed from the functions and principles of public relations. A qualitative approach was employed, with data collected through semi-structured interviews involving public relations staff, teachers, and students, and supported by a literature review. The data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, and were validated through source triangulation. The findings indicate that public relations play a significant role in the development of writing literacy in schools. This role is reflected in its function as a communicator that actively disseminates literacy-related information in a persuasive manner, as a facilitator that provides spaces and opportunities for students to practice writing, and as a builder of the school’s image through the publication of students’ work. In addition, the application of public relations principles such as integrity, continuity, simplicity, coverage, constructiveness, and adaptability supports the sustainability of literacy programs. The observed impacts include increased student interest and confidence in writing, as well as the gradual development of a literacy culture within the school environment. However, several challenges remain, including limited facilities and the suboptimal use of technology. Overall, public relations can be understood as a strategic link that contributes to building a more comprehensive literacy ecosystem in schools.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/23653 IDENTIFIKASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA PESERTA EKSTRAKULIKULER OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG STUDI MATEMATIKA DI SMA NEGERI 1 SOSA 2026-06-28T07:33:25+00:00 Sundut Azhari Hasibuan sundutazharihasibuan@gmail.com Syarimah Siregar syarimah.siregar@gmail.com Kholidah Sitanggang kholidahtanggang@gmail.com <p>OSN merupakan ajang kompetisi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan&nbsp; peserta&nbsp; didik&nbsp; dalam bidang sains dan matematika sekaligus menumbuhkan budaya belajar yang kompetitif dan positif. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk&nbsp;&nbsp; mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, dan keterampilan&nbsp;&nbsp; memecahkan&nbsp;&nbsp; masalah yang&nbsp; menjadi tuntutan&nbsp; pembelajaran&nbsp; abad ke-21. Terdapat 16 peserta ekstrakulikuler pada bidang OSN matematika pada tahun ajaran 2025/2026. terdapat 11 orang siswa berada pada kemampuan sangat baik, 3 orang siswa berada pada kategori baik, serta 2 orang siswa berada pada kategori cukup baik, dan tidak terdapat siswa yang berada pada kemampuan kurang baik maupun sangat kurang baik. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa peserta ekstrakuliker OSN bidang Matematika berada pada kategori sangat baik dnegan rata-rata persentase 88,39%. Persentase penguasaan indikator 1 sampai 3 berada pada kategori sangat baik, sedangkan indikator 4 berada pada kategri baik. Siswa SMA Negeri 1 Sosa berhasil sebagai pemenang pada kompetisi OSN tingkat kabupaten pada 3 tahun terakhir ini. Sehingga para siswa tersebut telah mewakili kabupaten pada tingkat Propinsi.</p> <p><em>OSN is a competition designed to improve students' abilities in science and mathematics while fostering a competitive and positive learning culture. Through this activity, students are encouraged to develop critical, creative, and analytical thinking skills, as well as problem-solving abilities that are essential for 21st-century learning. There are 16 extracurricular participants in the OSN mathematics category for the 2025/2026 school year. Eleven students are in the very good category, three are in the good category, and two are in the fairly good category, with no students in the less or very poor categories. The mathematical problem-solving abilities of the OSN mathematics extracurricular participants are in the very good category, with an average percentage of 88.39%. The mastery percentage of indicators 1 to 3 is in the very good category, while indicator 4 is in the good category. High school students from SMA Negeri 1 Sosa have won the district-level OSN competition for the past three years. As a result, these students have represented the district at the provincial level</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/22682 ANALISIS PROBLEMATIKA LITERASI MEMBACA BAHASA INDONESIA PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP GELORA PANCASILA 2026-06-08T04:00:34+00:00 Annisa Savira annisasavira634@gmail.com Nurindah Sari sarinurindah684@gmail.com Shalsa Nabiilah shalsanabiilah17@gmail.com Charles Butar- Butar charlesbutar@umsu.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika literasi membaca Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas VII. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi membaca peserta didik dipengaruhi oleh rendahnya minat baca, keterbatasan kosakata, rendahnya kemampuan berpikir kritis, pengaruh penggunaan teknologi digital, kurangnya dukungan keluarga, dan keterbatasan fasilitas literasi sekolah. Upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan literasi membaca telah memberikan dampak positif, namun masih menghadapi berbagai kendala. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik untuk memperkuat budaya literasi guna meningkatkan kemampuan membaca dan kualitas pembelajaran</p> <p><em>This study aims to analyze the problems of Indonesian reading literacy among seventh-grade students. The research employed a qualitative approach using a descriptive method through observation, interviews, and documentation. The findings revealed that students' low reading literacy was influenced by several factors, including low reading interest, limited vocabulary mastery, low critical thinking skills, the influence of digital technology use, lack of family support, and inadequate literacy facilities at school. The efforts made by teachers to improve reading literacy have had a positive impact; however, they still face various challenges in their implementation. Therefore, collaboration among schools, teachers, parents, and students is needed to strengthen the literacy culture in order to improve reading skills and enhance the quality of learning</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/23624 PENGARUH ADIKSI GAME ONLINE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 MANONJAYA 2026-06-27T10:28:42+00:00 Melani Pitriana Sutardi mylnistrdi20@gmail.com Dewang Sulistiana dewang@umtas.ac.id <p>Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menyebabkan meningkatnya penggunaan game online di kalangan remaja, termasuk siswa sekolah menengah pertama. Penggunaan game online yang berlebihan berpotensi memengaruhi berbagai aspek kehidupan siswa, salah satunya motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adiksi game online, tingkat motivasi belajar, serta pengaruh adiksi game online terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manonjaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal dan total sampling terhadap 304 siswa kelas VIII. Pengumpulan data menggunakan angket skala Likert yang disusun berdasarkan indikator adiksi game online (Lemmens) dan motivasi belajar (Uno). Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linear sederhana, dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adiksi game online berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Koefisien regresi sebesar 0,567 menunjukkan arah pengaruh positif, dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,343 atau 34,3% menggambarkan besarnya kontribusi adiksi game online terhadap motivasi belajar siswa, sedangkan 65,7% sisanya dipengaruhi faktor lain.</p> <p><em>The rapid development of digital technology has led to an increase in the use of online games among teenagers, including junior high school students. The excessive use of online games has the potential to affect various aspects of students' lives, one of which is learning motivation. This study aims to determine the level of online game addiction, the level of learning motivation, and the influence of online game addiction on the learning motivation of grade VIII students of SMP Negeri 1 Manonjaya. The study used a quantitative approach with the type of causal associative research and total sampling of 304 grade VIII students. Data collection was conducted using a Likert scale questionnaire which was compiled based on indicators of online game addiction (Lemmens) and learning motivation (Uno). Data analysis was carried out through validity, reliability, normality, simple linear regression, and hypothesis tests with the help of SPSS. The results showed that online game addiction had a significant effect on students' learning motivation with a significance value of 0.000 &lt; 0.05. The regression coefficient of 0.567 indicates the direction of positive influence, and the determination coefficient (R²) of 0.343 or 34.3% illustrates the large contribution of online game addiction to students' learning motivation, while the remaining 65.7% is influenced by other factors.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/22447 PENGEMBANGAN E-LKPD IPA TERINTEGRASI NILAI KARAKTER PADA PEMBELAJARAN MATERI EKOSISTEM KELAS V SD 2026-06-02T04:57:11+00:00 Talitha Ifthina Ariqa talithaifthinaariqa@gmail.com Zainuddin Muchtar zmuchtar@unimed.ac.id Ibrahim Gultom ibgultom@unimed.ac.id Edizal Hatmi hatmi1976@gmail.com Fahrur Rozi rozipgsdunimed2015@gmail.com Nur Hudayah nh.manjani@unimed.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD IPA yang terintegrasi nilai karakter pada materi ekosistem kelas V SD yang valid, praktis, dan efektif. Latar belakang penelitian ini adalah terbatasnya bahan ajar yang interaktif serta belum optimalnya integrasi nilai karakter dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&amp;D) dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian meliputi ahli materi, ahli media, guru, dan peserta didik kelas V. Instrumen penelitian berupa lembar validasi, angket praktikalitas, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan memperoleh kategori sangat valid dari ahli, praktis berdasarkan respon guru dan siswa, serta efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, E-LKPD IPA terintegrasi nilai karakter layak digunakan sebagai bahan ajar pada pembelajaran materi ekosistem di kelas V SD.</p> <p><em>This study aims to develop a science E-LKPD integrated with character values on ecosystem material for fifth grade elementary school that is valid, practical, and effective. The background of this study is the limited availability of interactive teaching materials and the lack of integration of character values in science learning. This research used a Research and Development (R&amp;D) method with the ADDIE model consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects included material experts, media experts, teachers, and fifth grade students. The research instruments were validation sheets, practicality questionnaires, and learning outcome tests. The results showed that the developed E-LKPD was categorized as very valid by experts, practical based on teacher and student responses, and effective in improving students' learning outcomes. Therefore, the science E-LKPD integrated with character values is feasible to be used as teaching material in ecosystem learning for fifth grade elementary school.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/23540 STRATEGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN KARAKTER PEMUDA KRISTEN YANG BERETIKA 2026-06-25T11:15:06+00:00 Asjono Tomy Fallo jhonofallo99@gmail.com Desmandiro El Januard Selan selandesmandiro@gmail.com Ivoni Christin Nomleni ivonichristinnomleni@gmail.com Milka Yorinta Kabu milkakabu92@gmail.com Naomi Utan omiutan70@gmail.com Yohana Angelina Pobas angelpobas@gmail.com Adriana Indra Santi Sole idasole12@gmail.com <p>Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan etika pemuda Kristen di tengah berbagai tantangan moral, sosial, dan budaya pada era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi Pendidikan Agama Kristen dalam membangun pemuda Kristen yang beretika berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber literatur, jurnal ilmiah, buku, dan teks Alkitab yang relevan dengan pembentukan karakter dan etika Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi Pendidikan Agama Kristen yang efektif meliputi pengajaran firman Tuhan secara kontekstual, keteladanan pendidik dan orang tua, pembinaan spiritual yang berkelanjutan, pengembangan karakter Kristiani, serta keterlibatan aktif pemuda dalam pelayanan dan kehidupan gereja. Strategi tersebut membantu pemuda memahami nilai-nilai etika Kristen seperti kejujuran, tanggung jawab, kasih, integritas, dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Pendidikan Agama Kristen tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan iman, tetapi juga sebagai proses transformasi hidup yang menghasilkan pemuda Kristen yang berkarakter, beretika, dan mampu menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.</p> <p><em>Christian Religious Education plays a crucial role in shaping the character and ethics of Christian youth amidst the various moral, social, and cultural challenges of the modern era. This study aims to examine Christian Religious Education strategies for developing ethical Christian youth based on biblical values. The method used was library research, analyzing various sources, scientific journals, books, and biblical texts relevant to the formation of Christian character and ethics. The study's findings indicate that effective Christian Religious Education strategies include contextual teaching of God's Word, exemplary behavior from educators and parents, ongoing spiritual formation, Christian character development, and active involvement of youth in church service and life. These strategies help youth understand Christian ethical values such as honesty, responsibility, love, integrity, and discipline in their daily lives. Thus, Christian Religious Education serves not only as a means of transferring knowledge of faith but also as a process of life transformation that produces Christian youth with character and ethics capable of being witnesses of Christ in society.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/22416 PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI ERA SOCIETY 5.0 PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS 2026-06-01T04:28:31+00:00 Annisa Savira annisasavira634@gmail.com Nurindah Sari sarinurindah684@gmail.com Mutiara Ilmi mutiarailmi269@gmail.com Rona Kurnia ronanasution135@gmail.com M. Isman mhd.isman@umsu.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di era Society 5.0 pada Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital seperti Google Classroom, YouTube, Canva, Quizizz, dan Google Form mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih interaktif, efektif, dan inovatif. Penggunaan teknologi digital juga memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar peserta didik, meningkatkan keaktifan belajar, serta membantu mengembangkan kemampuan literasi digital dan kreativitas peserta didik. Selain itu, teknologi digital mempermudah guru dalam menyampaikan materi, mengelola pembelajaran, dan melakukan evaluasi secara lebih efisien. Namun demikian, pemanfaatan teknologi digital masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan jaringan internet, kurangnya fasilitas teknologi, dan kemampuan literasi digital yang belum merata. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sarana dan prasarana serta peningkatan kompetensi digital guru agar pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dapat berjalan secara optimal.</p> <p><em>This study aims to analyze the utilization of digital technology in Indonesian language learning in the Society 5.0 era at Senior High Schools. This research employed a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the use of digital technology such as Google Classroom, YouTube, Canva, Quizizz, and Google Forms can improve the quality of Indonesian language learning to become more interactive, effective, and innovative. The use of digital technology also has a positive impact on students’ learning motivation, increases learning participation, and helps develop students’ digital literacy skills and creativity. In addition, digital technology facilitates teachers in delivering learning materials, managing learning activities, and conducting evaluations more efficiently. However, the utilization of digital technology still faces several obstacles, such as limited internet networks, lack of technological facilities, and uneven digital literacy skills. Therefore, support for facilities and infrastructure as well as improvement of teachers’ digital competencies are needed so that the utilization of digital technology in learning can run optimally.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/23502 HAKIKAT PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK: KONSEP, PRINSIP, DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHI 2026-06-25T02:50:38+00:00 Muda Sakti Raja Sihite muda.sihite@uhn.ac.id Rachel Romauli rachelromauli@student.uhn.ac.id Ayu Margaret Marpaung ayumargaretmarpaung@student.uhn.ac.id Junika Grace Chronika Sinaga junikagracechronikasinaga@student.uhn.ac.id Lea Bernika Ginting leabernikaginting@student.uhn.ac.id Sermin Arta Naibaho serminartanaibaho@student.uhn.ac.id Sarah Wanda Novita Simanjuntak sarahwandanovitasimanjuntak@student.uhn.ac.id <p>Artikel ini membahas hakikat perkembangan peserta didik sebagai fondasi ilmu pendidikan yang mencakup konsep perkembangan, perbedaannya dengan pertumbuhan, karakteristik, prinsip, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Perkembangan didefinisikan sebagai pola perubahan sistematis yang bersifat kualitatif dan fungsional, meliputi dimensi fisik, kognitif, emosional, sosial, dan moral sejak konsepsi hingga akhir hayat. Berbeda dengan pertumbuhan yang bersifat kuantitatif dan terbatas, perkembangan berlangsung sepanjang hayat dan sangat dipengaruhi oleh pengalaman. Karakteristik perkembangan meliputi sifat progresif, kontinu, sistematis, serta proses diferensiasi dan integrasi. Enam prinsip utama perkembangan mencakup: bersifat lifelong, multidimensional, multidirectional, kontekstual, dipengaruhi interaksi genetik-lingkungan, dan mengandung potensi plastisitas. Faktor yang memengaruhi perkembangan dibagi menjadi faktor internal (hereditas, kematangan, kondisi fisik, psikologis) dan faktor eksternal (keluarga, sekolah, teman sebaya, budaya, dan media digital). Pemahaman mendalam terhadap hakikat perkembangan peserta didik menjadi kompetensi esensial bagi pendidik profesional dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, inklusif, dan adaptif sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.</p> <p><em>This article discusses the nature of student development as a foundational concept in educational science, covering the definition of development, its distinction from growth, characteristics, principles, and influencing factors. Development is defined as a systematic pattern of qualitative and functional change encompassing physical, cognitive, emotional, social, and moral dimensions from conception through the end of life. Unlike growth—which is quantitative and bounded—development is lifelong and highly shaped by experience. Developmental characteristics include progression, continuity, systematic ordering, and the dual processes of differentiation and integration. Six core principles of development are identified: lifelong nature, multidimensionality, multidirectionality, contextuality, gene-environment interaction, and plasticity potential. Influencing factors are categorized as internal (heredity, maturation, physical condition, and psychological factors) and external (family, school, peers, culture, and digital media). A thorough understanding of the nature of student development constitutes an essential competency for professional educators in designing learner-centered, inclusive, and adaptive instruction in alignment with Indonesia's Merdeka Curriculum framework.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/22414 EKSPLORASI PERMAINAN TRADISIONAL MARSITEKKA, KEARIFAN LOKAL BUDAYA BATAK 2026-06-01T03:45:57+00:00 Axel Minerva Nathaniel Waruwu axelwaruwu3@gmail.com Endang Jelita Gea endanggea96@gmail.com Mahdalena Br Damanik mahdalenadamanik38@gmail.com Nayla F.P Haloho naylafphaloho@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu secara mendalam mengenai manfaat permainan tradisional suku Batak, yaitu Marsitekka, sebagai media Pendidikan karakter dan Kesehatan jasmani siswa sekolah dasar. Saat ini, anak-anak cenderung lebih tidak aktif akibat ketergantungan pada teknologi digital. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif dengan metode studi literatur ( library research). Informasi dikumpulkan melalui basis digital (Google Scholar) dengan analisis pada 15 artikel jurnal yang terakreditasi dalam rentang waktu 2021-2026 yang sesuai dengan topik penelitian. Temuan penelitian menunjukan bahwa Marsitekka lebih dari sekedar aktivitas lompat, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, pengendalian diri, dan tanggung jawab. Selain itu, permainan ini terbukti secara alami mengembangkan keterampilan motorik kasar anak. Kesimpulannya, Marsitekka adalah kearifan lokal yang sangat penting untuk diintegrasikan dalam Pendidikan masa kini untuk menciptakan generasi yang sehat secara fisik dan kuat&nbsp; secara karakter.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/23462 PENGARUH MEDIA MONOPOLI BERBASIS LITERASI SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA MATERI SISTEM GERAK DI SMA 2026-06-24T05:02:57+00:00 Nabila Fitriani nabilafitriani618@gmail.com Andi Asyhari andiasyhari@uinkudus.ac.id <p>Rendahnya tingkat literasi sains siswa di Indonesia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil belajar kognitif siswa, khususnya pada pembelajaran biologi materi sistem gerak yang dianggap kompleks dan abstrak. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan literasi sains dan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi hasil belajar kognitif siswa sebelum dan sesudah penggunaan Media Monopoli berbasis Literasi Sains serta mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi sistem gerak di SMA Negeri 2 Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain pre-test post-test control group. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen sebesar 69,2 dan kelas kontrol sebesar 67,2. Setelah diberikan perlakuan, nilai rata-rata post-test kelas eksperimen meningkat menjadi 87,5, sedangkan kelas kontrol sebesar 80,6. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,008 &lt; 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan Media Monopoli berbasis Literasi Sains terhadap hasil belajar kognitif siswa. Respon siswa terhadap media pembelajaran berada pada kategori sangat baik dengan persentase 80,55%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Media Monopoli berbasis Literasi Sains efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi sistem gerak.</p> <p><em>The low level of students’ scientific literacy in Indonesia has become one of the factors affecting students’ cognitive learning outcomes, especially in biology learning on the human movement system material, which is considered complex and abstract. Therefore, innovative learning media are needed to improve students’ scientific literacy and cognitive learning outcomes. This study aimed to determine students’ cognitive learning conditions before and after using Science Literacy-Based Monopoly Media and to examine its effect on students’ cognitive learning outcomes in the movement system material at SMA Negeri 2 Kudus. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a pre-test post-test control group design. The sample consisted of an experimental class and a control class. Data were collected through tests, questionnaires, observations, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Mann-Whitney U test. The results showed that the average pre-test score of the experimental class was 69.2 and the control class was 67.2. After treatment, the average post-test score of the experimental class increased to 87.5, while the control class reached 80.6. The Mann-Whitney U test showed a significance value of 0.008 &lt; 0.05, indicating a significant effect of Science Literacy-Based Monopoly Media on students’ cognitive learning outcomes. Student responses to the learning media were categorized as very good with a percentage of 80.55%. It can be concluded that Science Literacy-Based Monopoly Media is effective in improving students’ cognitive learning outcomes in the movement system material</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/23640 PENGARUH ADIKSI GAME ONLINE TERHADAP PENYESUAIAN SOSIAL 2026-06-28T02:49:05+00:00 Ara Aghnia Syabana araasyabana@gmail.com Dewang Sulistiana dewang@umtas.ac.id <p>Era revolusi industri 4.0 memperluas akses teknologi digital dan game online, yang jika tidak terkendali berpotensi menjadi perilaku adiktif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gambaran adiksi game online, penyesuaian sosial, dan menguji signifikansi pengaruh adiksi tersebut pada siswa kelas 9 SMP Negeri 1 Sukaraja. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakan terhadap 75 responden yang ditarik dari populasi 285 siswa menggunakan presisi margin kesalahan 10%. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala rating tertutup dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Temuan menunjukkan sebagian besar siswa berada pada kategori adiksi ringan (57%) dan memiliki tingkat penyesuaian sosial yang tinggi (51%). Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa adiksi game online tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penyesuaian sosial (R² = 0,022; p = 0,204 &gt; 0,05). Kesimpulannya, penyesuaian sosial siswa lebih dominan dipengaruhi oleh faktor kontekstual dan relasional lain di luar intensitas bermain game online pada batas ringan</p> <p><em>The industrial revolution 4.0 expands access to digital technology and online games, which, if uncontrolled, have the potential to become addictive behaviors. This study aims to describe the profile of online game addiction and social adjustment, and to examine the significant effect of such addiction among 9th-grade students at SMP Negeri 1 Sukaraja. A quantitative correlational approach was applied to 75 respondents drawn from a population of 285 students using a 10% margin of error. Primary data were collected through closed rating scale questionnaires and analyzed using simple linear regression. Findings indicate that the majority of students fall into the mild addiction category (57%) and possess a high level of social adjustment (51%). Hypothesis testing proves that online game addiction has no significant effect on social adjustment (R² = 0.022; p = 0.204 &gt; 0.05). In conclusion, students' social adjustment is more dominantly influenced by other contextual and relational factors beyond mild-stage online gaming intensity</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/22521 REORIENTASI SISTEM EVALUASI DAN SUPERVISI BK SEBAGAI LAYANAN KESEHATAN MENTAL DI SEKOLAH 2026-06-04T04:47:37+00:00 Khapi Yanti khapiyantilubis@gmail.com Dika Madani dikamadani33@gmail.com Gusman Lesmana gusmanlesmana@umsu.ac.id <p>Sistem evaluasi dan supervisi bimbingan dan konseling (BK) di sekolah merupakan elemen krusial dalam mendukung kesehatan mental siswa. Artikel ini mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk reorientasi layanan BK agar lebih responsif terhadap tantangan kesehatan mental yang dihadapi siswa. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan, melibatkan wawancara dengan guru dan siswa untuk menggali pengalaman dan pandangan mereka mengenai praktik saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tantangan substantif, termasuk kurangnya sumber daya manusia terlatih, stigma kesehatan mental, dan dukungan kebijakan yang tidak memadai. Reorientasi sistem evaluasi dan supervisi BK yang efektif harus melibatkan pendekatan kolaboratif, penggunaan teknologi, serta pengembangan kurikulum yang berbasis bukti. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk kebijakan yang mendukung pelaksanaan program BK di sekolah, dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan mental siswa.</p> <p><em>The evaluation and supervision system of guidance and counseling (GC) services in schools is a crucial element in supporting students' mental health. This article identifies the urgent need to reorient guidance and counseling services to be more responsive to the mental health challenges faced by students. A qualitative approach with a case study method was employed, involving interviews with teachers and students to explore their experiences and perspectives regarding current practices. The findings reveal several substantial challenges, including a lack of trained human resources, mental health stigma, and inadequate policy support. An effective reorientation of the evaluation and supervision system for guidance and counseling services should incorporate a collaborative approach, the utilization of technology, and the development of evidence-based curricula. This study provides recommendations for policies that support the implementation of guidance and counseling programs in schools, with the ultimate goal of improving students' mental well-being.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/23623 HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 18 TASIKMALAYA 2026-06-27T10:19:13+00:00 Farhat Thoriqul Jannah farhatthoriqul1@gmail.com Dewang Sulistiana dewang@umtas.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi belajar, gambaran prokrastinasi akademik, serta hubungan antara motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas IX di SMP Negeri 18 Tasikmalaya. Motivasi belajar merupakan daya penggerak yang sangat penting dalam mengarahkan perilaku siswa menuju pencapaian tujuan akademik. Sebaliknya, prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda-nunda pelaksanaan atau penyelesaian tugas akademik yang tidak memiliki manfaat dan berdampak negatif pada performa siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 18 Tasikmalaya. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling berupa Simple Random Sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 89 siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert 1–4 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank, uji regresi linier sederhana, dan uji hipotesis dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran motivasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 18 Tasikmalaya berada pada kategori sedang (71,91%). Gambaran prokrastinasi akademik berada pada kategori tinggi (61,80%). Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik dengan nilai korelasi 0,278 dan signifikansi 0,008. Motivasi belajar memberikan pengaruh sebesar 5,9% terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.</p> <p><em>This study aims to determine the profile of learning motivation, the profile of academic procrastination, and the relationship between learning motivation and academic procrastination among ninth-grade students at SMP Negeri 18 Tasikmalaya. Learning motivation is a crucial driving force that directs student behavior toward the achievement of academic goals. In contrast, academic procrastination refers to deliberate delays in starting or completing academic tasks, which negatively impacts student performance. This study employed a quantitative approach using a correlational research method. The population consisted of all ninth-grade students at SMP Negeri 18 Tasikmalaya. The sample was selected using a probability sampling technique, specifically Simple Random Sampling, yielding 89 students. Data collection instruments consisted of questionnaires using a Likert scale (1–4), which had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using Spearman Rank correlation test, simple linear regression, and hypothesis testing using IBM SPSS Statistics version 25. The results indicate that the learning motivation profile of ninth-grade students at SMP Negeri 18 Tasikmalaya falls in the moderate category (71.91%). The academic procrastination profile falls in the high category (61.80%). There is a significant relationship between learning motivation and academic procrastination with a correlation value of 0.278 and a significance of 0.008. Learning motivation contributes 5.9% to academic procrastination, while the remaining 94.1% is influenced by other variables.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/22418 PERAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI PESERTA DIDIK 2026-06-01T04:42:36+00:00 Mutiara Ilmi mutiarailmi269@gmail.com Rona Kurnia ronanasution135@gmail.com Charles Butar- Butar charlesbutar@umsu.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Bahasa Indonesia dalam meningkatkan budaya literasi peserta didik di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru Bahasa Indonesia dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Bahasa Indonesia memiliki peran penting sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing dalam meningkatkan budaya literasi peserta didik. Guru menerapkan berbagai strategi pembelajaran berbasis literasi, seperti kegiatan membaca sebelum pembelajaran dimulai, diskusi kelompok, membaca pemahaman, penugasan menulis, serta pemanfaatan media digital dalam proses pembelajaran. Strategi tersebut mampu meningkatkan minat baca, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan berkomunikasi peserta didik. Namun, pelaksanaan budaya literasi masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya minat baca peserta didik, pengaruh media sosial, dan keterbatasan fasilitas literasi di sekolah.</p> <p><em>This study aims to determine the role of Indonesian language teachers in improving students’ literacy culture at school. This research used a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of Indonesian language teachers and students. The results showed that Indonesian language teachers have an important role as facilitators, motivators, and mentors in improving students’ literacy culture. Teachers implemented various literacy-based learning strategies, such as reading activities before lessons begin, group discussions, reading comprehension activities, writing assignments, and the use of digital media in the learning process. These strategies were able to increase students’ reading interest, critical thinking skills, and communication abilities. However, the implementation of literacy culture still faces several obstacles, such as low reading interest among students, the influence of social media, and limited literacy facilities at school. </em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/23513 INOVASI PENDIDIKAN DAN SASARAN PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIKINOVASI PENDIDIKAN DAN SASARAN PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK 2026-06-25T05:43:06+00:00 Akbar Maulana am7961762@gmail.com Muhammad Shofwan muhamadshofwan89@gmail.com Irma Susanti Siregar irmasusantisiregar857@gmail.com <p>Inovasi pendidikan adalah upaya pembaruan yang dilakukan dengan cara yang terencana, melalui pengembangan gagasan, cara, strategi, atau teknologi dalam pembelajaran, agar kualitas proses dan hasil dari pendidikan bisa meningkat. Inovasi dalam pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan prestasi belajar, tetapi juga membentuk kepribadian siswa agar mereka siap menghadapi tantangan di era ke-21. Membentuk karakter siswa menjadi tujuan utama pendidikan karena pendidikan bertujuan menciptakan individu yang beriman, bertanggung jawab, disiplin, jujur, kreatif, mandiri, serta mampu berpikir kritis dan bekerja sama. Dengan menerapkan inovasi dalam kurikulum, cara mengajar, penggunaan teknologi digital, dan lingkungan sekolah yang positif, siswa dapat mengembangkan nilai-nilai karakter secara lebih baik. Keberhasilan inovasi dalam pendidikan untuk mengembangkan karakter tergantung pada kerja sama antara guru, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk lingkungan belajar yang mendukung. Dengan demikian, inovasi dalam bidang pendidikan menjadi alat penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, integritas yang baik, serta kemampuan untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/22415 ANALISIS MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS DIGITAL 2026-06-01T04:24:27+00:00 Annisa Savira annisasavira634@gmail.com Nurindah Sari sarinurindah684@gmail.com Mutiara Ilmi mutiarailmi269@gmail.com Rona Kurnia ronanasution135@gmail.com M. Isman mhd.isman@umsu.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis digital memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar peserta didik. Penggunaan media digital seperti video pembelajaran, kuis interaktif, dan platform pembelajaran daring mampu meningkatkan minat belajar, perhatian, partisipasi aktif, serta kemandirian peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Pembelajaran digital juga menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan tidak monoton sehingga peserta didik lebih antusias dalam memahami materi Bahasa Indonesia. Meskipun demikian, pelaksanaan pembelajaran berbasis digital masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas teknologi dan jaringan internet. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sarana yang memadai serta kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran digital agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan optimal.</p> <p><em>This study aimed to analyze students’ learning motivation in digital-based Indonesian language learning. The study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that digital-based learning had a positive impact on students’ learning motivation. The use of digital media such as learning videos, interactive quizzes, and online learning platforms was able to increase students’ learning interest, attention, active participation, and learning independence during the learning process. Digital learning also created a more interesting, interactive, and non-monotonous learning atmosphere, making students more enthusiastic in understanding Indonesian language materials. However, the implementation of digital-based learning still faced several obstacles, such as limited technological facilities and unstable internet networks. Therefore, adequate facilities and teachers’ creativity in managing digital learning are needed so that the learning process can run effectively and optimally.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif