Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi id-ID Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif ETIKA BAIK DALAM KEBERSAMAAN : AKHLAK TERHADAP KELUARGA, TETANGGA, DAN LINGKUNGAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26406 <p>Akhlak merupakan sifat yang tumbuh di dalam diri manusia. Sifat tersebut menyatu dalam dirinya, sehingga menjadi perilaku kehidupan sehari-hari. Dari akhlak tersebut, diharapkan manusia mampu mengimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari ke dalam bentuk akhlak terhadap keluarga, akhlak terhadap tetangga, dan akhlak terhadap lingkungan. Ketika orang melakukan hubungan dengan keluarganya, tetangga, serta lingkunganya tetap harus didasari oleh aqidah dan syariah yang benar, sehingga tercapai akhlak mulia yang sebenarnya. Oleh karena itu, perlu dimunculkan sebuah kesadaran dan pemahaman secara komprehensip untuk memahami akhlak terhadap keluarga, tetangga dan lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan kesadaran hidup sehingga muncul rasa cinta dan kasih sayang, sehingga hidup menjadi lebih halus, kreatif-inovatif, berkualitas, bermartabat tinggi, baik di sisi sesama manusia maupun di hadapan Allah.</p> Tri Abdi Syahputra Pangulu Abdul Karim Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 PERAN KEPEMIMPAN KEPALA SEKOLAH DALAM TRANSFORMASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26387 <p>Peran kepemimpinan dalam transformasi pengelolaan pendidikan sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan yang memerdekakan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik. Kepemimpinan pendidikan yang efektif harus mampu mempengaruhi, mendorong, mengayomi, dan memberi rasa nyaman pada semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. Model kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan era desentralisasi dan otonomi pendidikan adalah model kepemimpinan transformasional, yang merupakan salah satu solusi krisis kepemimpinan terutama dalam bidang pendidikan. Kepemimpinan transformasional yang mampu merubah norma-norma dalam program pembelajaran, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan pendekatan-pendekatan kreatif untuk mencapai hasil yang maksimal dari program institusi pendidikan.</p> <p>The role of leadership in the transformation of education management is crucial in achieving emancipatory educational goals, improving the quality of education, and fostering the creativity of learners. Effective educational leadership must be capable of influencing, motivating, nurturing, and providing a sense of comfort to all parties involved in the education process. The leadership model that aligns with the demands of decentralization and educational autonomy is the transformational leadership model, which serves as a solution to leadership crises, particularly in the field of education. Transformational leadership, capable of altering norms within learning programs, enhancing productivity, and developing creative approaches to achieve optimal outcomes in educational institutions.</p> Hasna dhiyaawaliyah Miranda Pratiwi Raihan Muhammad Rasyid Tin Rustini Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR, FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA, SOSIAL, DAN OLAHRAGA, UNIVERSITAS PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH (UNIMUDA) SORONG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26414 <p>Minat baca merupakan suatu kegiatan membaca yang dilakukan oleh sekolah untuk dapat meningkatkan minat baca siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) minat baca siswa di kelas III SD Negeri 26 Kota Sorong. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 2 orang guru dan 2 siswa dari kelas III A dan kelas III B. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil angket dari kelas III A dengan jumlah siswa 15 hanya 6 siswa yang mendapatkan skor tertinggi, skor tertinggi mulai dari 92% sampai 82% dan skor terendah mulai dari 80% sampai 70% . Untuk kelas III B dari jumlah siswa 14 hanya 7 siswa yang mendapatkan nilai tertinggi, skor tertinggi mulai dari 90% sampai 82% sedangkan skor terendah mulai dari 80% sampai 72%. Dari hasil observasi ditemukan bahwa terdapat pojok baca disetiap kelas, dari hasil wawancara bahwa guru selalu membiasakan siswa untuk membaca sebelum belajar selama 15 menit dan antusias siswa yang mengisi waktu luang untuk membaca di pojok baca yang terdapat disetiap kelas namun faktor penghambatnya buku tidak diperbaharui secara berkala dan buku yang rusak sehingga kemungkinan besar siswa mudah merasa bosan.</p> <p><em>Interest in reading is a reading activity carried out by schools to increase students' interest in reading. This research aims to describe (1) students' interest in reading in class III of SD Negeri 26 Sorong City. This type of research uses a descriptive method with a qualitative approach. The subjects of this research were 2 teachers and 2 students from class III A and class III B. Data collection techniques used observation sheets, interviews, documentation and questionnaires. The research results showed that the results of the questionnaire from class III A with a total of 15 students only 6 students got the highest scores, the highest scores ranging from 92% to 82% and the lowest scores ranging from 80% to 70%. For class III B, out of a total of 14 students, only 7 students got the highest score, the highest score ranging from 90% to 82% while the lowest score ranged from 80% to 72%. From the observation results it was found that there is a reading corner in every class, from the results of interviews that teachers always get students used to reading before studying for 15 minutes and students are enthusiastic about spending their free time reading in the reading corner in every class but the inhibiting factor is that books are not updated regularly and books are damaged so students are likely to get bored easily.</em></p> Wiran Triana Pasoro Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 PENGARUH STATUS GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26404 <p>Kognitif merupakan suatu proses berpikir yang digunakan untuk menjelaskan seluruh aktivitas mental yang berkaitan dengan persepsi, berpikir, ingatan dan pemrosesan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah dan merencanakan masa depan atau semua proses psikologis yang berkaitan dengan cara individu belajar, memperhatikan, mengamati, membayangkan, berpikir, menilai dan berpikir tentang lingkungannya. Anak usia dini merupakan masa dimana perkembangan anak sedang mengalami proses yang pesat dimana segala informasi yang diperoleh akan diserap oleh otak anak dengan cepat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dimana peneliti terjun langsung pada tempat yang telah dijadikan sebagai objek penelitian untuk memperoleh data dan informasi terkait penelitian. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif. Pendekatan dengan metode kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sempel tertentu dengan mengggunakan instrument penelitian pada saat pengambilan data Dari hasil pengamatan yang dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui skor maksimal yang dicapai. Analisis data hasil observasi aktivitas siswa dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dan mengacu pada aspek kognitif lingkup perkembangan anak usia 5-6 tahun yaitu: 1) belajar dan memecahkan masalah, 2) Berpikir Logis, 3) Berpeikir simbolis. Gizi yang cukup memberikan dukungan esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan sel-sel saraf dalam otak. Hal ini mempengaruhi kemampuan anak untuk belajar, mengingat informasi dan berpartisipasi dalam kegiatan kognitif seperti pemecahan masalah berpikir logis dan berpikir simbolis. Namum di lembaga PAUD Montemurro masih terdapat beberapa anak usia 5-6 tahun yang daya tangkapnya kurang untuk mengingat kembali informasi yang di sampaikan, dan juga belum bisa untuk berpikir logis, berpikir simbolis.</p> Marselina Lalian Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 FENOMENA FISIK DAN FENOMENA MANUSIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26412 <p>Fenomena fisik atau lingkungan alam merupakan peristiwa atau kejadian yang terjadi atau ter- cipta secara alami tanpa campur tangan manusia. Fenomena fisik atau lingkungan alam juga merupakan suatu hal yang bisa disaksikan dengan panca indra serta dapat dinilai dan diterangkan secara ilmiah.</p> <p>Fenomena sosial adalah semua perilaku yang dipengaruhi atau mempengaruhi dilakukan oleh seseorang maupun kelompok tertentu dari atau terhadap seseorang atau kelompok lain. Fenomena sosial dapat diartikan sebagai peristiwa yang terjadi dan dapat diamati dalam kehidupan bermasyarakat. Fe- nomena sosial terjadi ketika manusia menganggap segala sesuatu yang di dalamnya adalah sebuah kebenaran mutlak. Pada dasarnya permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat terjadi karena adanya hubungan timbal balik yang terjadi karena adanya proses interaksi sosial.</p> <p><em>Physical phenomena or the natural environment are events or occurrences that occur or are created naturally without human intervention. Physical phenomena or the natural environment are also things that can be witnessed with the five senses and can be assessed and explained scientifically. Social phenomena are all behaviors that are influenced or influenced by someone or a partic- ular group from or towards another person or group. Social phenomena can be interpreted as events that occur and can be observed in social life. Social phenomena occur when humans consider every- thing in them to be absolute truth. Basically, problems that occur in society occur because of reciprocal relationships that occur due to the process of social interaction.</em></p> Syarah Febriani Syifa Adelia Agustin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 PERBEDAAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING MATERI IKATAN KIMIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26399 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model Project Based Learning Dan Discovery Learning Materi Ikatan Kimia. Populasi penelitian ialah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas eksperimen I (XI B) dengan menggunakan model Project Based Learning dan kelas eksperimen II (XI D) dengan model Discovery Learning. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes dan non tes. Data hasil belajar siswa terlebih dahulu di uji normalitas dan homogenitasnya, dimana hasil yang didapat kedua dari sampel tersebut berdistribusi normal dan homogen. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji independent sample t-test, hasil penelitian ini menunjukkan pada hipotesis 1 dihasilkan nilai sig sebesar 0,036 pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Karena nilai sig &lt; (α = 0,05) maka Ha diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model Project Based Learning Dan Discovery Learning. Sedangkan hipotesis 2 diperoleh nilai sig sebesar 0,032 pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Karena nilai sig &lt; (α = 0,05) maka Ha diterima. Dengan demikian, menunjukkan adanya perbedaan aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model Project Based Learning Dan Discovery Learning. Dan pada hipotesis 3 pada menunjukkan adanya korelasi antara aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model Project Based Learning Dan Discovery Learning.</p> Celvin Kristiani Gulo Jasmidi Sri Adelila Sari Elfrida Ginting Rini Selly Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 ANALISIS DAMPAK DAN SOLUSI KASUS KORUPSI E-KTP TERHADAP PEREKONOMIAN DAN DEMOKRASI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26410 <p>Korupsi adalah tindakan penyalahgunaan kekuasaan atau posisi untuk memperoleh keuntungan pribadi secara tidak sah, seringkali melibatkan praktik-praktik suap, nepotisme, atau penyalahgunaan dana publik. Penelitian ini membahas dampak dan solusi kasus korupsi E-KTP terhadap perekonomian dan demokrasi Indonesia dengan menggunakan metode kajian pustaka. Identifikasi kasus korupsi E-KTP dilakukan untuk memahami akar permasalahan, sementara faktor penyebab korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP dianalisis untuk mengungkap faktor pendorong terjadinya korupsi. Dampak terjadinya korupsi dalam E-KTP dieksplorasi dalam konteks perekonomian dan demokrasi Indonesia. Penelitian ini juga menyajikan solusi untuk mengatasi kasus korupsi E-KTP dengan fokus pada perbaikan sistem pengadaan proyek E-KTP dan penguatan mekanisme pengawasan. Melalui pendekatan kajian pustaka, penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi pemikiran untuk memahami dan mengatasi dampak negatif korupsi E-KTP terhadap perekonomian dan demokrasi di Indonesia.</p> <p>Corruption is an act of unlawful abuse of power or position for personal gain, often involving the practices of bribery, nepotism, or misuse of public funds. This study discusses the impact and solution of E-KTP corruption cases on the Indonesian economy and democracy using the literature review method. The identification of E-KTP corruption cases is carried out to understand the root of the problem, while the factors causing corruption in the e-KTP procurement project are analyzed to uncover the driving factors for corruption. The impact of corruption in E-KTP is explored in the context of Indonesia's economy and democracy. This research also presents solutions to overcome E-KTP corruption cases with a focus on improving the E-KTP project procurement system and strengthening the supervision mechanism. Through a literature review approach, this study aims to contribute ideas to understand and overcome the negative impact of E-KTP corruption on the economy and democracy in Indonesia.</p> Akbar Maraendar Maysarah May Syaroh Naufara Yassin Raudhatul Amaliyah Rika Arini Sonia Manihuruk Sri Emelda Mangunsong Sri Hartati Sinaga Visensia Sihite Waliyul Maulana Siregar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (OUTDOOR) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26392 <p>Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah minimnya kreativitas anak melalui alat permainan edukatif di lingkungan luar (outdoor). Kreativitas anak merupakan aspek penting dalam perkembangan kognitif dan sosial mereka. Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas&nbsp; anak usia 5-6 tahun melalui alat permainan edukatif yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pengembangan kreativitas anak, dengan menekankan penggunaan lingkungan outdoor sebagai sarana pembelajaran. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian deskriptif dan metode kuantitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan alat permainan edukatif outdoor di Paud Saraswati masih sangat terbatas sehinggah kurang mendukung kreativitas anak. Dengan demikian penelitian ini memberikan landasan bagi pengembangan strategi pendidikan yang dapat memperkuat peran lingkungan luar ruangan dalam meningkatkan kreativitas anak pada tahap perkembangan.</p> Yustina Kebu Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS SEKOLAH BERBASIS ISLAM TERPADU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26407 <p>Pendidikan Islam dihadapkan pada tantangan besar agar bisa mewujudkan tujuan pendidikan Islam yang mampu membina akhlak, membina kehidupan dunia dan akhirat, penguasaan ilmu dan keterampilan bekerja dalam aspek sosial. Sementara, pendidikan nasional bertujuan sebagai proses untuk membentuk peradaban yang martabat melalui pengembangan potensi dan karakter generasi bangsa yang diarahkan agar cerdas, beriman dan bertakwa, berkakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab.</p> <p>Karena itu, Sekolah Islam terpadu digagas karena melihat efek sekolah- sekolah nasional yang mendidik anak sekuleristik dengan memisahkan kehidupan keagamaan dan kehidupan sosial bermasyarakat, sementara ada beberapa sekolah Islam yang juga bagian dari sekuleristik yang sangat fokus terus di ibadah- ibadah mahdah sehingga mengabaikan sisi ilmu pengetahuan. Sekolah Islam Terpadu, sebuah model pendidikan yang didesain dengan segala keterpaduan dari berbagai sisi dan aspek pendidikan, yang meliputi visi, misi, kurikulum, pendidik, suasana pembelajaran, dan lain sebagainya.</p> <p>Sekolah Islam Terpadu sebagai bentuk satuan pendidikan pra-dasar dasar, dan menengah memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun, membentuk, membina, dan mengarahkan anak didik menjadi manusia yang seutuhnya. Sistem terpadu dengan penerapan program full day school. Yang dimaksud program terpadu adalah program yang memadukan antara program pendidikan umum dan pendidikan agama, antara pengembangan potensi intelektual (fikriyah), emosional (ruhiyah) dan fisik (jasadiyah), dan antara sekolah, orang tua dan masyarakat sebagai pihak yang memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap dunia pendidikan. Pemaduan program pendidikan umum dan agama dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif</p> Doni Hendra Elya Roza Eva Dewi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN MINAT BELAJAR ANAK DI PAUD TUNAS HARAPAN LENTO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26388 <p>Dalam konteks interaksi proses pembelajaran, anak usia dini mengalami kecenderungan kurang termotivasi dalam belajar. Penelitian ini mengungkapkan upaya meningkatkan minat belajar anak usia dini, dan aktivitas belajar anak, kemampuan guru dalam memberikan motivasi belajar dan juga respon belajar anak melalui kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini, mengetahui aktivitas belajar anak, kemampuan guru dalam memberikan minat belajar, dan juga mengetahui respon belajar peserta didik melalui pembelajaran di kelas sehingga peserta didik berminat untuk belajar. Namun demikian, guru dituntut untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.</p> <p>In the context of the interaction of the learning process, young children tend to be less motivated in learning. This research reveals efforts to increase early childhood interest in learning and children's learning activities, teachers' ability to provide learning motivation and also children's learning responses through learning activities in the classroom. This research aims to increase early childhood interest in learning, find out children's learning activities, the teacher's ability to provide interest in learning, and also find out students' learning responses through classroom learning so that students are interested in learning. However, teachers are required to create a creative and enjoyable learning atmosphere.</p> Yuliana Kale Jelo Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 PENGARUH PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA-SISWI DI SMP LOKON ST. NIKOLAUS TOMOHON https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26405 <p>Projek penguatan profil pelajar Pancasila memiliki tujuan yang membawah para siswa-siswi, mencapai tujuan akhir yang berprestasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan responden siswa di SMP Lokon St. Nikolaus Tomohon. Penelitian ini mengumpulkan data dengan menggunakan kuesioner yang telah dirancang sedemikian rupa untuk mengukur tingkat projek penguatan profil pelajar Pancasila dan hasil belajar siswa. Analisis statistik digunakan untuk menentukan hubungan dari variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan positif antara tingkat projek penguatan profil pelajar Pancasila dan hasil belajar siswa. Pebelitian ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam sekolah dengan tujuan dapat membawah para siswa-siswi mendapatkan hasil belajar yang baik. Hasil dari penelitian ini diketahui nilai signifikan 0.000 dengan nilai R Square sebesar 0.475.</p> Hadi Ignasius Untu Brigita Woi Christofel Tuegeh Angel Kountul Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 INDIVIDU DAN MASYARAKAT, STRUKTUR PRANATA DAN PROSES SOSIAL BUDAYA SERTA INTERAKSI INDIVIDU DAN MASYARAKAT DALAM KONSEP DASAR PEMBELAJARAN IPS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26413 <p>Pengertian individu dan masyarakat dalam konteks sosiologis. Individu dijelaskan sebagai entitas tunggal dengan karakteristik, perilaku, dan peran unik, sementara masyarkat dipahami sebagai kumpulan individu yang terorganisir dengan normal nilai dan pranata sosial bersama. Penelitian ini menyoroti dinamika interaksi antara individu dan masyarakat serta implikasinya terhadap struktur sosial budaya. Tujuan utama adalah membuka wawasan tentang peran keduanya dalam membentuk pola hubungan yang kompleks dalam masyarakat. Struktur proses pranata sosial budaya dalam konteks interaksi individu dan masyarakat. Melalui pendekata multi dimensi, kami menganalisis bagaimana struktur sosial membentuk pola interaksi, sementara proses sosial memainkan peran penting dalam dinamika perubahan. Pranata sosial budaya menjadi landasan nilai dan norma yang memengaruhi hubungan antara individu dan masyarakat. Dengan menyoroti keterkaitan erat ketiganya, bertujuan memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih dalam mengenai kompleksitas relasi sosial budaya.dalam jurnal ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pengertian individu dan Masyarakat, struktur pranata dan proses sosial budaya serta mengetahui bahwa Masyarakat adalah unsur dari sebuah pemerintahan dan negara.</p> <p><em>The notion of individual and society in a sociological context. The individual is explained as a single entity with unique characteristics, behaviors and roles, while society is understood as an organized collection of individuals with normal shared values and social institutions. This research highlights the dynamics of interaction between the individual and society and its implications for socio-cultural structures. The main objective is to open up insights into the role of both in shaping complex patterns of relationships in society. The structure of socio-cultural institutions processes in the context of individual and community interactions. Through a multi-dimensional approach, we analyze how social structures shape interaction patterns, while social processes play an important role in the dynamics of change. Socio-cultural institutions become the foundation of values and norms that influence the relationship between individuals and society. By highlighting their close interrelationships, we aim to contribute to a deeper understanding of the complexity of socio-cultural relations. This journal aims to explain the meaning of individuals and society, institutional structures and socio-cultural processes and to know that society is an element of a government and state.</em></p> Miskatul Usrotiah Reza Meldiarasari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 PERAN TRADISI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA DAERAH TOMBULU PADA ORANG MUDA KATOLIK ST. PAULUS PAROKI BUNDA HATI KUDUS YESUS WOLOAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26401 <p>Artikel ini membahas tentang Peran Tradisi terhadap perkembangan Bahasa daerah Tombulu pada orang muda Katolik St. Paulus Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Woloan. Metode penulisan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan wawancara yang dilakukan kepada Orang Muda Katolik (OMK) untuk mengetahui peran tradisi terhadap perkembangan Bahasa daerah Tombulu di Orang Muda Katolik St. Paulus Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Woloan sesuai dengan bagaimana orang muda Katolik dan pihak-pihak lain dalam menagangani perkembangan Bahasa daerah yang hampir punah di kalangan anak muda khususnya Orang Muda Katolik St. Paulus Woloan.</p> Marianus Muharli Rezkiwira Jenny Muing Angel Chintia Kountul Fatricia Angellie Mawikere Reagen Gonzaga Undap Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 PENGARUH PENDIDKAN AGAMA KATOLIK TEHADAP TOLERANSI BERAGAMA SISWA-SISWI DI SMP NEGERI 2 TOMOHON https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26411 <p>Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dengan memiliki maksud dan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendidikan agama katolik terhadap toleransi beragama para siswa-siswi SMP Negeri 2 Tomohon. sekolah menjadi salah satu lembaga yang memiliki peran penting bagi pembentukkan karakter para remaja melalui pendidikan agama. Toleransi beragama dapat kita terapkan dalam kehidupan setiap hari ketika bergaul dan berinteraksi dengan banyak orang tanpa membedakan kepercayaan masing-masing. Di sekolah hendaknya para siswa-siswi saling menghargai dan memberikan kesempatan kepada teman yang berbeda agama tanpa diskriminasi sehingga toleransi memiliki artian bahwa setiap orang memiliki persamaan hak dan harus diperlakukan sama dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada para siswa-siswi katolik SMP Negeri 2 Tomohon. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 dan R square sebesar 69.2 %.</p> <p>This research activity was carried out with the aim and objective of finding out how much influence Catholic religious education has on the religious tolerance of students at SMP Negeri 2 Tomohon. Schools are one of the institutions that have an important role in forming the character of teenagers through religious education. We can apply religious tolerance in our daily lives when we mix and interact with many people without distinguishing between their respective beliefs. At school, students should respect each other and give opportunities to friends of different religions without discrimination so that tolerance means that everyone has equal rights and must be treated equally in life. This research uses quantitative methods with data collection techniques through distributing questionnaires to Catholic students at SMP Negeri 2 Tomohon. Based on the research results, a significance value of 0.000 was obtained and the R square was 69.2%.</p> Marianus Muharli Mua Veronica Kapoh Enjelina Kalalo Santa Inggriani Christofel Tuegeh Reynaldo Wijaya Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 JATI DIRI MELAYU DAN KEPEMIMPINAN MELAYU DALAM UNGKAPAN MELAYU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26396 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jati diri dan sistem kepemimpinan orang melayu. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan melakukan proses deskripsi terhadap data yang di dapat dari berbagai studi literatur, berbagai sumber, seperti buku dan jurnal serta lingkungan sekitar yang berkaitan dengan kajian materi. Data tersebut diolah dan dijadikan bahan bacaan. Dalam penulisan jati diri dan sistem kepemimpinan orang melayu, menuai kehangatan. Karena, menambah wawasan mengenai dunia melayu. Sehingga pembaca mengetahui jati diri dalam ruang lingkup orang melayu. Begitupun dengan kepemimpinan orang&nbsp; melayu.</p> <p>This research aims to find out the identity and leadership system of Malay people. This research method uses qualitative methods. By carrying out a description process of data obtained from various literature studies, various sources, such as books and journals and the surrounding environment related to material studies. The data is processed and used as reading material. In writing the identity and leadership system of the Malay people, warmth is gained. Because, it adds insight into the Malay world. So that readers know the identity within the scope of Malay people. Likewise with Malay leadership.</p> Siska Mutia Yasnel Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 PENYEBARAN BERITA HOAKS PADA ERA MENJELANG PEMILU 2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26408 <p>Persentase penyebaran berita hoaks menjelang pemilu kian meningkat. Hal ini disebabkan karena adanya kecenderungan manusia untuk mencari informasi yang sejalan dengan keyakinan dan sikap yang mereka miliki. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi serta kebijakan dalam penanganan berita hoaks. Dalam hal ini, peneliti menggunakan metode kualitatif. Hasil yang didapat pada peneltian ini adalah diperlukan kesadaran individu mengenai dampak penyebaran berita hoaks, serta pentingnya peran pemerintah dalam upaya pemutusan rantai penyebaran berita hoak. Adapun yang dapat dilakukan pemerintah yaitu melakukan penegakan hukum, menjalin kerja sama dengan media sosial serta platform digital lainnya, serta melakukan sosialisasi dan juga memberikan edukasi kepada para masyarakat.</p> <p>The percentage of hoax news spreading ahead of the election is increasing. This is due to the human tendency to look for information that is in line with their beliefs and attitudes. This research aims to find solutions and policies in handling hoax news. In this case, researchers used qualitative methods. The results obtained from this research are the need for individual awareness regarding the impact of spreading hoax news, as well as the importance of the government's role in efforts to break the chain of spreading hoaxes. What the government can do is enforce the law, collaborate with social media and other digital platforms, as well as carry out outreach and provide education to the public.</p> Muhammad Khoir Pahlepi Agustini Br Sinaga Alan Kibar Manik Amira Syifani Anggun Lutvhita Siregar Dear Ezra Br. Sipayung Debora Siregar Nurul Hijrah Ririn Ayu Simanjuntak Waliyul Maulana Siregar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1 PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI TEKANAN DI KELAS VIII SMP/MTS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/26389 <p>Dalam proses pembelajaran di SMP IT Adzkia Padang peserta didik belum aktif untuk menggali pengetahuan secara mandiri, karena bahan ajar yang digunakan&nbsp; kurang menarik dan sulit dipahami oleh peseta didik. Oleh karena itu dikembangkan e-modul berbasisi inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi tekanan di kelas VIII SMP yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Jenis penelitian yang digunakan adalah 4D yang mana didalamnya ada <em>define, design, development dan dissemination</em>. Instrumen pengumpulan data berupa wawancara, observasi, angket validitas dan angket praktikalitas. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan e-modul berbasis inkuiri terbimbing&nbsp; yang dikembangkan telah valid dan praktis. Berdasarkan validasi dan saran dari validator, e-modul berbasis inkuiri terbimbing memenuhi kriteria valid dengan tingkat validitas 89,44% (sangat valid). Hasil dari respon pendidik&nbsp; untuk menilai e-modul telah praktis dengan tingkat praktikalitas 85,25% ( sangat praktis), sedangkan&nbsp; hasil respon peserta didik 84,44% (sangat praktis). Hasil tersebut mengidentifikasikan bahwa e-modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi tekanan&nbsp; kelas VIII yang dikembangkan valid dan praktis.</p> Mila Ridhatullah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-09-06 2026-09-06 5 1