Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi id-ID Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif PANCASILA SEBAGAI LANDASAN ETIKA PUBLIK DALAM PEMBATASAN KORUPSI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/20690 <p>Korupsi adalah isu krusial dalam pengelolaan publik di Indonesia, karena tidak hanya melanggar peraturan, tetapi juga merusak nilai-nilai etika dan moral masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi Pancasila sebagai dasar etika publik dalam usaha pemberantasan korupsi, khususnya dalam konteks pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu kebijakan strategis pemerintah. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode yuridis-normatif yang dipadukan dengan kajian pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa korupsi adalah bentuk pelanggaran etika publik karena bertentangan dengan prinsip integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Nilai-nilai Pancasila, yang mencakup Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial, memiliki peran fundamental sebagai dasar moral dalam membentuk karakter penyelenggara negara dan masyarakat yang anti-korupsi. Penerapan nilai-nilai tersebut dalam kebijakan publik, termasuk program MBG, menuntut adanya pengelolaan anggaran yang transparan, partisipatif, dan berfokus pada kepentingan rakyat. Dengan demikian, penguatan etika publik yang berlandaskan Pancasila menjadi strategi penting yang tidak hanya melengkapi penegakan hukum, tetapi juga membangun budaya integritas secara berkesinambungan dalam sistem pemerintahan Indonesia.</p> <p><em>Corruption is a crucial issue in public governance in Indonesia, as it not only violates regulations but also undermines the ethical and moral values of society. This article aims to explore Pancasila as the basis for public ethics in efforts to eradicate corruption, particularly in the context of the implementation of the Free Nutritious Meals (MBG) program as one of the government's strategic policies. This research applies a qualitative approach with a juridical-normative method combined with a literature review. The analysis shows that corruption is a form of violation of public ethics because it contradicts the principles of integrity, transparency, and accountability. The values of Pancasila, which include Belief in God, Humanity, Unity, Democracy, and Social Justice, have a fundamental role as a moral basis in shaping the character of state administrators and society that are anti-corruption. The application of these values in public policy, including the MBG program, requires transparent, participatory budget management that focuses on the interests of the people. Therefore, strengthening public ethics based on Pancasila is a crucial strategy that not only complements law enforcement but also fosters a sustainable culture of integrity within the Indonesian government system.</em></p> Mika Charolin Intan Valiza Ledy Novwanty Nainggolan Delfira Almuharomah Lubis Mesya Fadila Sani Harahap Sri Yunita Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-03-30 2026-03-30 7 3 MICROTEACHING DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN MODERN DALAM MEMAHAMI FUNGSI DAN TUJUANNYA BAGI CALON GURU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/20714 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran microteaching dalam perspektif pendidikan modern, khususnya dalam memahami fungsi dan tujuannya bagi calon guru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa microteaching memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan keterampilan dasar mengajar calon guru secara sistematis dan terarah. Selain itu, microteaching juga berfungsi sebagai sarana refleksi diri yang memungkinkan calon guru mengevaluasi dan memperbaiki praktik mengajarnya melalui umpan balik yang konstruktif. Dalam konteks pendidikan modern, microteaching berperan sebagai jembatan antara teori dan praktik, serta mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa microteaching dapat meningkatkan kepercayaan diri, kesiapan mengajar, serta kompetensi pedagogik calon guru sebelum terjun ke praktik pembelajaran yang sesungguhnya. Oleh karena itu, microteaching dapat dianggap sebagai strategi yang efektif dalam membentuk guru yang profesional, reflektif, dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan.</p> <p><em>This study aims to examine the role of microteaching in the perspective of modern education, particularly in understanding its functions and purposes for pre-service teachers. The research employs a qualitative approach with a descriptive method through literature review of relevant scientific sources. The findings indicate that microteaching plays a significant role in developing pre-service teachers’ basic teaching skills in a systematic and structured manner. Furthermore, microteaching serves as a reflective tool that allows pre-service teachers to evaluate and improve their teaching practices through constructive feedback. In the context of modern education, microteaching acts as a bridge between theory and practice and supports student-centered learning. The study also reveals that microteaching enhances pre-service teachers’ confidence, teaching readiness, and pedagogical competence before engaging in real classroom practice. Therefore, microteaching can be considered an effective strategy in preparing professional, reflective, and adaptive teachers in line with contemporary educational demands.</em></p> Nisa Alfina Zahra Novia Raya Naomi S Fitri Handayani Br Siregar Putri Hartini Ningsih Nurmayani Ivana Septia Rahaya Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-03-30 2026-03-30 7 3 ANALISIS IMPLIKATUR PERCAKAPAN NETIZEN PADA KASUS KEKERASAN DI LINGKUNGAN UIN DI MEDIA SOSIAL: KAJIAN PRAGMATIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jlpi/article/view/20724 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikatur percakapan dalam komentar netizen terhadap kasus kekerasan di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) yang viral di media sosial TikTok. Data penelitian berupa tuturan tertulis dalam bentuk komentar yang mengandung makna implisit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan analisis pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komentar netizen mengandung berbagai bentuk implikatur percakapan, seperti kritik sosial, sindiran, humor, empati, serta penilaian moral. Makna implisit yang muncul dipengaruhi oleh konteks percakapan, situasi sosial, dan pengetahuan bersama antar pengguna media sosial. Selain itu, implikatur juga berfungsi sebagai sarana penyampaian nasihat dan peringatan secara tidak langsung. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang komunikasi yang kompleks, di mana bahasa digunakan tidak hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk membangun makna sosial secara implisit.</p> <p><em>This study aims to analyze conversational implicature in netizens' comments on a violence case in the Universitas Islam Negeri (UIN) environment that went viral on TikTok. The data consist of written utterances in the form of comments containing implicit meanings. This research employs a qualitative approach with a descriptive method and pragmatic analysis. The results show that netizens’ comments contain various forms of conversational implicature, such as social criticism, satire, humor, empathy, and moral judgment. The implicit meanings are influenced by conversational context, social situations, and shared knowledge among social media users. In addition, implicature functions as a medium for delivering advice and warnings indirectly. These findings indicate that social media serves as a complex communication space where language is used not only to convey information but also to construct social meaning implicitly.</em></p> Flora Hesti Fransiska Sitorus Leli Mestika Zalukhu Margaretha Rose Venerini Sidabutar Rejeki Lusiana O Sinaga Rizki Aulia Oky F. Gafari M.Hum. Herning Puspitarini Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif 2026-03-30 2026-03-30 7 3