MUSYAWARAH DAN MUAFAKAT DALAM ADAT MELAYU SEBAGAI PILAR KEAMANAN SOSIAL

Penulis

  • Nova Gustira Shakilla Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Dahliana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Alwi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Eliya Roza Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Kata Kunci:

Musyawarah, Mufakat, Budaya Melayu, Keamanan Nasional, Kajian Pustaka

Abstrak

Musyawarah dan mufakat merupakan dua nilai fundamental dalam adat dan budaya Melayu yang berfungsi sebagai sarana penyelesaian persoalan serta perekat sosial dalam menjaga persatuan dan keharmonisan. Prinsip ini tidak hanya memiliki makna normatif, tetapi juga menjadi instrumen praktis dalam kehidupan sosial masyarakat Melayu. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah berbagai literatur terkini untuk menganalisis pengertian, manfaat, tujuan, serta jenis musyawarah dan mufakat, serta keterkaitannya dengan konsep keamanan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa musyawarah dalam masyarakat Melayu dipahami sebagai proses deliberatif yang melibatkan partisipasi kolektif dalam pengambilan keputusan, sedangkan mufakat merupakan hasil akhir berupa kesepakatan bersama yang mencerminkan kebulatan pendapat. Nilai musyawarah dan mufakat terbukti berperan penting dalam memperkuat solidaritas, mencegah konflik, serta mewujudkan stabilitas sosial. Selain itu, dalam kerangka budaya Melayu, prinsip musyawarah dan mufakat dapat dikaitkan dengan konsep keamanan nasional, karena harmoni sosial yang tercipta di tingkat lokal menjadi fondasi tercapainya keamanan negara secara menyeluruh. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa musyawarah dan mufakat merupakan kearifan lokal yang memiliki relevansi strategis dalam menjaga ketertiban sosial dan memperkuat ketahanan bangsa.

Deliberation (musyawarah) and consensus (mufakat) are two fundamental values in Malay customs and culture that function not only as mechanisms for problem-solving but also as social adhesives to maintain unity and harmony. These principles hold not merely normative significance but also serve as practical instruments in the daily social life of the Malay community. This study employs a literature review method to examine recent scholarly works in order to analyze the meaning, benefits, objectives, and types of deliberation and consensus, as well as their relationship to the concept of national security. The findings reveal that deliberation in the Malay community is understood as a deliberative process that involves collective participation in decision-making, while consensus represents the final outcome in the form of a collective agreement that reflects unanimity. The values of deliberation and consensus play an essential role in strengthening solidarity, preventing conflict, and establishing social stability. Furthermore, within the Malay cultural framework, these principles can be linked to the concept of national security, as local-level social harmony serves as the foundation for achieving broader national security. Thus, this study emphasizes that deliberation and consensus are forms of local wisdom with strategic relevance in maintaining social order and enhancing national resilience.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30