KEARIFAN LOKAL MELAYU DALAM PEMANFAATAN DAUN SIRIH (PIPER BETLE) UNTUK KESEHATAN

Penulis

  • Anisa UIN Sultan Syarif Kasim Riau
  • Nur Hasni Zahrah UIN Sultan Syarif Kasim Riau
  • Muhammad Algifahri UIN Sultan Syarif Kasim Riau
  • Ellya Roza UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Kata Kunci:

Daun Sirih, Kearifan Lokal, Masyarakat Melayu, Pengobatan Tradisional, Senyawa Bioaktif

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan daun sirih (Piper betle L.) dalam tradisi kesehatan masyarakat Melayu serta relevansinya dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, melalui penelusuran literatur yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, serta dokumen pendukung yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sirih memiliki kedudukan penting dalam budaya Melayu, baik sebagai simbol adat maupun sebagai sarana pengobatan tradisional. Sirih dimanfaatkan dalam berbagai bentuk, seperti ramuan, rebusan, hingga pengobatan luar, untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit ringan. Secara ilmiah, daun sirih terbukti mengandung senyawa bioaktif seperti eugenol, tannin, saponin, flavonoid, dan alkaloid yang berfungsi sebagai antibakteri, antifungi, antiinflamasi, antioksidan, dan antidiabetes. Kandungan ini memberikan dasar ilmiah bagi manfaat tradisional daun sirih sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut dalam bidang farmasi dan pengobatan herbal modern. Dengan demikian, daun sirih tidak hanya memiliki nilai budaya dan historis, tetapi juga potensi besar sebagai sumber bahan obat alami yang relevan bagi kesehatan masyarakat masa kini.

This study aims to examine the utilization of betel leaf (Piper betle L.) in the traditional health practices of the Malay community and its relevance to the development of modern science. The research method employed is library research with a qualitative approach, conducted through the review of literature from books, scientific journals, research articles, and other relevant documents. The findings indicate that betel leaf holds a significant position in Malay culture, functioning both as a cultural symbol and as a means of traditional medicine. It is commonly used in various forms, such as herbal concoctions, decoctions, and external applications, to maintain health and treat minor ailments. Scientifically, betel leaf has been proven to contain bioactive compounds such as eugenol, tannins, saponins, flavonoids, and alkaloids, which possess antibacterial, antifungal, anti-inflammatory, antioxidant, and antidiabetic properties. These compounds provide a scientific foundation for the traditional uses of betel leaf while also offering opportunities for further development in the fields of pharmacy and modern herbal medicine. Thus, betel leaf not only carries cultural and historical value but also holds great potential as a natural medicinal resource relevant to contemporary public health.

 

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30