PAKAIAN TRADISIONAL MELAYU: KOMPARASI RIAU DAN MALAYSIA
Kata Kunci:
Pakaian Tradisional, Melayu Riau, Melayu MalaysiaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang pakaian tradisional melayu Riau dan Malaysia. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif kualitatif dengan pendekatan library research. Teknik pengumpulan data melalui analisis buku-buku, jurnal dan dokumen, menganalisis isi konten sumber data dan mencatat referensi yang relefan. Teknik menganalisis data dengan menganalisis konteks pemahaman konteks budaya dan sejarah. Pendekatan ini berfokus pada analisis pakaian tradisional melayu Riau dan Malaysia. Pakaian adat Melayu Riau bukan hanya sekadar busana, tetapi juga lambang jati diri masyarakat yang diwariskan turun-temurun. Setiap warna, motif, dan bentuknya memiliki makna khusus, misalnya melambangkan kesopanan, kehormatan, dan kebersamaan. Selain indah dipandang, pakaian ini juga menunjukkan nilai-nilai budaya serta filosofi hidup orang Melayu yang menjunjung tinggi adat dan tradisi. Dengan demikian, pakaian adat Melayu Riau menjadi simbol kebanggaan sekaligus pengingat akan kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan. Di negara Malaysia, setiap ras memiliki tradisi pekaian tradisioal yang memiliki keunikan tersendiri. Malahan, tidak dilupakan juga suku lain di Malaysia, dimana kesemuanya cukup terkenal dengan pakaian tradisional Melayu yang sangat menarik dari segi penampilan dan warna baju. Hal ini telah menjadi kebiasaan bagi setiap masyarakat memakai pakaian kaum lain walaupun berbeda bangsa. Pada era modern seperti sekarang ini dimana manusia dengan mudah mengakses segala aktifitas di dunia termasuk perkembangan fashion yang pesat, masyarakat suku Melayu masih mempertahankan warisan budaya nenek moyangnya dengan cara lebih sering menggunakan baju kurung pada kehidupan social keseharian mereka, baik yang berusia, muda ataupun mereka yang sudah senior atau tua. Meskipun di Malaysia banyak penjualan baju-baju tren masa kini namun baju kurung tetap menjadi dominan menguasai pasar fashion disana.
This study aims to gain an understanding of the traditional clothing of the Riau and Malaysian Malays. This type of research uses a qualitative descriptive research method with a library research approach. Data collection techniques through analysis of books, journals and documents, analyzing the content of data sources and noting relevant references. Data analysis techniques by analyzing the context of understanding the cultural and historical context. This approach focuses on the analysis of traditional clothing of the Riau and Malaysian Malays. Traditional clothing of the Riau Malays is not just clothing, but also a symbol of community identity that is passed down from generation to generation. Each color, motif, and shape has a special meaning, for example symbolizing politeness, honor, and togetherness. Besides being beautiful to look at, this clothing also shows the cultural values and philosophy of life of the Malay people who uphold customs and traditions. Thus, traditional clothing of the Riau Malays is a symbol of pride as well as a reminder of local wisdom that must be maintained and preserved. In Malaysia, each race has its own unique traditional clothing traditions. In fact, not to be forgotten also other tribes in Malaysia, where all are quite famous for their traditional Malay clothing that is very attractive in terms of appearance and color of clothing. It has become customary for every community to wear the clothing of others, even those of different nationalities. In today's modern era, where people have easy access to all global activities, including the rapid development of fashion, the Malay community still maintains their ancestral cultural heritage by frequently wearing baju kurung in their daily social lives, both young and old. Although many trendy clothes are sold in Malaysia, baju kurung remains the dominant fashion market there.



