DAMPAK APATISME MAHASISWA TERHADAP ORGANISASI DI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Penulis

  • Minta Jernih Gulo Universitas Palangkaraya
  • Ropi Nokta Universitas Palangkaraya

Kata Kunci:

Apatisme Mahasiswa, Organisasi Kemahasiswaan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat apatisme mahasiswa serta dampaknya terhadap keberlangsungan organisasi kemahasiswaan di Universitas Palangka Ray. Apatisme dipahami sebagai sikap acuh, kurangnya kepedulian, atau minimnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi yang berpotensi melemahkan fungsi organisasi sebagai wadah pengembangan diri, kepemimpinan, dan keterampilan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Universitas Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling, dengan instrumen penelitian berupa angket skala Guttman yang disusun berdasarkan tiga indikator teori sikap menurut Allport (1935), yaitu kognitif, afektif, dan konatif. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh item angket valid dan reliabel (Cronbachs Alpha = 0,848). Analisis regresi linear sederhana menghasilkan nilai t hitung (8,08) >t tabel (1,972) dengan signifikansi <0,05, menunjukkan adanya pengaruh signifikansi antara apatisme mahasiswa terhadap keberlangsungan organisasi. Secara empiris, apatisme mahasiswa berdampak negatif terhadap partisipasi, regenerasi kepengurusan, dan efektivitas kegiatan organisasi. Faktor eksternal seperti beban akademik yang tinggi, kurangnya apresiasi institusi, serta pengaruh budaya indidualistik turut memperkuat sikap apatis ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak kampus dan organisasi kemahasiswaan untuk merancang strategi dalam meningkatkan partisipasi dan menumbuhkan kembali semangat kolektif mahasiswa di lingkungan universitas.

This study aims to analyze the level of student apathy and its impact on the substainability of student organizations at the University of  Palangka Raya. Apathy is understood as an indifferent attitude, lack of concern, or minimal participation of students in organizational activities, which potentially weakens the organizations function as a medium for self-development, leadership, and social skills. This research employs a quantitative descriptive method using questionnaires distributed to students of the Univrsitas of Palangka Raya. The sampling technique used is convenience sampling, and the main instrument is a Gutman scale questionnaire constructed based on Allports (1935) Attitude Theory indicators : cognitive, affective, and conative. Validity and reliability tests show that all questionnaire items are valid and reliable (Cronbachs Alpha = 0,848). The simple linear regressions analysis resulted in t-count (8.08) > t-table (1.972) with a signicance level below 0.05, indicating a significant influence of student apathy on organizational substainability. Empirically, student apathy negatively affects participations, leadership regeneration, and the effectiveness of organizational activities. External factors such as heavy academic workload, lack of institutional appreciation, and the influence of individualistic culture also reinforce this apathetic behavior. The findings are expected to serve as a reference for universities and student organizations in formulating strategic efforts to enhance students participation and revive collective enthusiasm within the academic environment.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30