ANALISIS HASIL PEMBUATAN BUSANA PESTA SISWA KELAS XI SMKS PEMBANGUNAN DAERAH LUBUK PAKAM
Kata Kunci:
Busana Pesta, Keterampilan Menjahit, SMK Tata BusanaAbstrak
Permasalahan yang ditemukan di SMKS Pembangunan Daerah Lubuk Pakam khususnya pada materi desain dan produksi busana yakni siswa masih ditemukan ketidaksesuaian hasil jahitan siswa dengan indikator penilaian kompetensi dalam pembuatan busana pesta, khususnya pada teknik pembuatan garis leher dengan depun dan manset lengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembuatan busana pesta siswa kelas XI SMKS Pembangunan Daerah Lubuk Pakam. Penelitian ini dilaksanakan pada semester Genap di SMKS Pembangunan Daerah Lubuk Pakam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas XI Tata Busana dengan menggunakan sampling jenuh (total sampling). Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan yang mengacu indikator keterampilan menjahit dan kerapian meliputi teknik jahit, ketepatan pola, serta kerapian hasil busana pesta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada kategori baik namun belum mencapai kategori sangat baik secara menyeluruh. Berdasarkan data penelitian diperoleh rata-rata (Mean) 81,86 dan Standar Deviasi (SD) 8,13 dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 62. Berdasarkan standar penilaian dari sekolah diperoleh sebanyak 73,33% siswa dalam kategori baik, 13,33% siswa dalam kategori cukup baik dan 6,66% siswa dalam kategori kurang baik. Sehingga disimpulkan bahwa hasil pembuatan busana pesta siswa kelas XI SMKS Pembangunan Daerah Lubuk Pakam berada dalam kategori baik.
The problem identified at SMKS Pembangunan Daerah Lubuk Pakam, particularly in the subject of fashion design and production, is that students' sewing outcomes often do not align with the competency assessment indicators for making evening gowns. This is especially evident in the techniques used for creating necklines with facings and sleeve cuffs. This study aims to analyze the results of evening gown production by Grade XI students at SMKS Pembangunan Daerah Lubuk Pakam. The research was conducted during the even semester at the same school. This study employed a descriptive method. The sample consisted of 30 Grade XI Fashion Design students, selected using a saturated sampling (total sampling) technique. The research instrument used was an observation sheet based on indicators of sewing skills and neatness, which included sewing techniques, pattern accuracy, and the overall neatness of the evening gown results. The findings showed that most students fell into the “good” category, although not all reached the “very good” level. Based on the data, the mean score was 81.86 with a standard deviation (SD) of 8.13, the highest score being 90 and the lowest 62. According to the school’s assessment standard, 73.33% of students were categorized as good, 13.33% as fairly good, and 6.66% as less good. It can thus be concluded that the evening gown production results of Grade XI students at SMKS Pembangunan Daerah Lubuk Pakam fall within the “good” category.



