PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KETAHANAN KELUARGA DALAM TRADISI PERKAWINAN ADAT JAWA

Penulis

  • Marcell Oktavian Tanjung Universitas Bandar Lampung

Kata Kunci:

Kearifan Lokal, Simbolisme, Perkawinan Adat Jawa, Nilai Budaya, Hukum Adat

Abstrak

Penelitian ini membahas kearifan lokal yang terkandung dalam nilai dan simbol perkawinan adat Jawa sebagai representasi identitas budaya dan moral masyarakat. Melalui pendekatan empiris dan normatif, kajian ini menelusuri makna filosofis dari berbagai prosesi dan perlengkapan adat seperti siraman, midodareni, temu manten, serah-serahan, serta simbol kembar mayang. Penelitian ini menyoroti bagaimana nilai-nilai luhur seperti keselarasan, gotong royong, tanggung jawab, dan kesucian pernikahan terwujud melalui simbol-simbol adat yang diwariskan lintas generasi. Secara empiris, penelitian ini menggali praktik-praktik masyarakat Jawa di beberapa daerah yang masih mempertahankan unsur tradisi tersebut; sedangkan secara normatif, kajian ini mengkaji relevansi tradisi adat dengan prinsip hukum adat dan hukum perkawinan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal dalam perkawinan adat Jawa tidak hanya berfungsi sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan ketahanan keluarga berdasarkan nilai-nilai moral dan spiritual. Dengan demikian, kearifan lokal menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya dan memperkuat identitas bangsa di tengah arus modernisasi.

This study explores the local wisdom embodied in the values and symbols of Javanese traditional marriage as a reflection of cultural and moral identity. Using both empirical and normative approaches, the research examines the philosophical meanings behind various rituals and traditional elements such as siraman, midodareni, temu manten, serah-serahan, and the symbolic kembar mayang. It highlights how noble values such as harmony, mutual cooperation, responsibility, and marital sanctity are expressed through inherited cultural symbols. Empirically, the study observes community practices that preserve these traditions in several Javanese regions, while normatively, it analyzes the relevance of customary traditions to Indonesian customary law and marriage law. The findings reveal that local wisdom in Javanese marriage customs functions not merely as a cultural ceremony, but as a medium for character formation and family resilience grounded in moral and spiritual values. Hence, local wisdom plays a crucial role in sustaining cultural continuity and strengthening national identity amid modernization.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30