PENDIDIKAN AKHLAK ISLAMI SEBAGAI BENTENG PERGAULAN BEBAS DI KALANGAN GENERASI Z

Penulis

  • Dewi Saputri UIN Raden Intan Lampung
  • Dina Suaibah UIN Raden Intan Lampung
  • Dewi Saputri UIN Raden Intan Lampung
  • Farah Nova Liani UIN Raden Intan Lampung
  • Muhamad Kumaidi UIN Raden Intan Lampung
  • Evi Febriani UIN Raden Intan Lampung

Kata Kunci:

Pendidikan Akhlak Islami, Generasi Z, Pergaulan Bebas, Moral, Karakter

Abstrak

Perkembangan teknologi dan globalisasi telah memberikan pengaruh besar pada cara berpikir dan berperilaku generasi Z. Ketersediaan informasi yang luas serta kebebasan berbicara di media sosial membuat batas antara hal baik dan buruk menjadi semakin sulit dibedakan. Salah satu dampak yang terlihat jelas adalah meningkatnya fenomena pergaulan bebas di kalangan remaja dan pelajar. Artikel ini bertujuan untuk membahas peran pendidikan akhlak Islam sebagai penghalang moral dalam menghadapi dampak negatif dari pergaulan bebas di masa kini. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, tulisan ini menekankan pentingnya membentuk nilai-nilai Islam seperti iman, tanggung jawab, sopan santun, dan kemampuan mengendalikan diri sebagai fondasi pembentukan kepribadian. Pendidikan akhlak Islam tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga membina jiwa dan perilaku sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak yang diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat memperkuat kepribadian generasi Z agar tidak mudah terpengaruh perilaku negatif. Dengan demikian, pendidikan akhlak Islam menjadi cara yang strategis dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berakhlak baik, dan memiliki daya saing tinggi tanpa kehilangan identitas keislamannya.

The development of technology and globalization has had a significant impact on the behavior patterns of Generation Z. The vast access to information and the freedom of expression on social media have blurred the lines between what is positive and negative. One of the most visible impacts is the increasing phenomenon of promiscuity among teenagers and students. This article aims to examine the role of Islamic moral education as a moral safeguard in facing the negative influences of free social interactions in the digital era. Using a qualitative-descriptive approach, this paper highlights the importance of instilling Islamic values such as faith, responsibility, politeness, and self-control as the foundation for character building. Islamic moral education not only serves as a transfer of knowledge but also as a process of nurturing the soul and behavior in accordance with the guidance of the Qur’an and Sunnah. The findings indicate that moral education, when consistently implemented in the family, school, and community environments, can strengthen the personality of Generation Z, making them less likely to fall into deviant behavior. Therefore, Islamic moral education becomes a strategic solution to produce young generations who are intelligent, morally upright, and highly competitive—without losing their Islamic identity.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30