APLIKASI PERSONAL HYGIENE DAN AKTIFITAS TERJADWAL KEPADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

Penulis

  • Hafidh Shofi Fuad Efendi Universitas Muhammadiyah Malang
  • Sri Widowati Universitas Muhammadiyah Malang

Kata Kunci:

Personal Hygiene, Activity Daily Living (ADL), Skizofrenia, Defisit Perawatan Diri

Abstrak

Defisit perawatan diri mengacu pada kesulitan atau ketidakmampuan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Defisit perawatan diri yang parah dapat menyebabkan risiko kesehatan yang meningkat, infeksi, penurunan kualitas hidup, dan ketergantungan pada orang lain untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Pada penelitian ini diambil subjek Tn. R usia 37 tahun yang mengalami defisit perawatan diri dengan tanda gelaja: fisik tampak lusuh, rambut kotor, badan berbau kurang sedap, gigi kotor, dan baju tampak tidak rapih. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas intervensi personal hygiene dan Activity Daily Living (ADL) dalam meningkatkan kemandirian pasien skizofrenia dengan defisit perawatan diri. Studi kasus ini dilakukan pada satu pasien skizofrenia di UPT Bina Laras Pasuruan. Intervensi dilaksanakan selama 3 hari dengan sesi harian 20-30 menit, yang mengintegrasikan pelatihan personal hygiene ke dalam jadwal Activity Daily Living (ADL) terstruktur. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemandirian dan kuesioner Indeks Barthel untuk mengukur kemampuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor kemandirian yang signifikan. Rata-rata skor pre-test sebesar 42,8% meningkat menjadi 80,5% pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 37,7%. Peningkatan diamati pada berbagai aspek, seperti kemampuan menjelaskan dan mempraktikkan cara mandi yang benar, keramas, serta perawatan kuku yang sebelumnya tidak dikuasai. Intervensi kombinasi personal hygiene dan Activity Daily Living (ADL) terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian dan kemampuan perawatan diri pasien skizofrenia. Pendekatan terstruktur dan repetitif ini dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan standar untuk mengatasi defisit perawatan diri.

Self-care deficit refers to a person's difficulty or inability to perform daily activities necessary to maintain personal health and hygiene. Severe self-care deficits can lead to increased health risks, infections, decreased quality of life, and dependence on others for basic daily needs. In this study, the subjects of Mr. R. at the age of 37 were taken who experienced a deficit in self-care with signs of fatigue: physical appearance of shabby, dirty hair, body smelling unpleasant, dirty teeth, and clothes looking untidy. This study aims to implement and evaluate the effectiveness of personal hygiene and Activity Daily Living (ADL) interventions in improving the independence of schizophrenia patients with self-care deficits. This case study was conducted on one schizophrenia patient at UPT Bina Laras Pasuruan. The intervention was carried out for 3 days with daily sessions of 20-30 minutes, which integrated personal hygiene training  into  a structured Activity Daily Living (ADL) schedule. The data collection instrument used the independence observation sheet and the Barthel Index questionnaire  to measure the ability before and after the intervention. The results showed a significant increase in independence scores. The average pre-test score of 42.8% increased to 80.5% in the post-test, with an increase of 37.7%. Improvements were observed in various aspects, such as the ability to explain and practice the correct way to bathe, shampooing, and nail care that were previously not mastered. A combination of personal hygiene and Activity Daily Living (ADL) interventions has been shown to be effective in improving the independence and self-care ability of schizophrenic patients. This structured and repetitive approach can be used as a standard nursing intervention to address self-care deficits.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30