METODOLOGI PENELITIAN HADIST
Kata Kunci:
Hadis, Metodologi Penelitian, Sanad, Matan, Kritik HadisAbstrak
Penelitian berjudul “Metodologi Penelitian Hadis Antara Kritik Sanad dan Matan” bertujuan menelusuri dasar-dasar ilmiah dalam kajian hadis dengan menitikberatkan pada dua aspek penting, yaitu kritik sanad dan kritik matan. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka yang mengambil rujukan dari literatur klasik hingga modern yang membahas teori serta penerapan kritik hadis. Analisis terhadap sanad diarahkan untuk memastikan keaslian jalur periwayatan dengan menilai kesinambungan rantai perawi, kredibilitas setiap perawi, serta ketepatan proses transmisi. Sementara itu, kajian terhadap matan berfokus pada isi teks hadis untuk memastikan kesesuaiannya dengan ajaran Islam, baik dari sisi keselarasan dengan Al-Qur’an maupun konsistensinya terhadap hadis-hadis yang lebih kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pendekatan ini berperan vital dalam menjaga otentisitas dan validitas hadis sebagai landasan utama hukum Islam. Kritik sanad menjadi langkah penting untuk menjamin keabsahan eksternal melalui penilaian terhadap kejujuran dan kapasitas para perawi, sedangkan kritik matan berfungsi menegakkan keabsahan internal dengan menilai isi hadis dari segi rasionalitas dan kesesuaian ajaran syariat. Dalam perkembangan keilmuan kontemporer, penelitian ini menekankan perlunya menggabungkan pendekatan klasik dengan metode analisis modern agar kajian hadis tetap relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat ilmiah. Kesimpulan riset ini menegaskan bahwa sinergi antara kritik sanad dan matan membentuk kerangka metodologis yang komprehensif dalam memverifikasi keaslian hadis. Pendekatan yang terstruktur dan kritis ini tidak hanya memperkokoh fondasi ilmiah studi keislaman, tetapi juga memperluas literasi keagamaan serta mendorong pemahaman hadis yang lebih kontekstual dan aplikatif di masa kini.
The research entitled “Hadith Research Methodology Between Sanad and Matan Criticism” explores the scientific foundation of hadith studies by emphasizing two major components: sanad (chain of transmission) and matan (text) criticism. This qualitative library-based study draws on both classical and contemporary sources that discuss the theoretical principles and practical applications of hadith evaluation. The analysis of sanad focuses on ensuring the authenticity of the transmission chain by examining its continuity, the reliability of narrators, and the accuracy of narration. On the other hand, the study of matan aims to assess the textual meaning of a hadith to determine its alignment with Islamic teachings, its consistency with the Qur’an, and its agreement with more authoritative hadiths. The findings indicate that both forms of criticism are essential in preserving the authenticity and credibility of hadith as a foundation of Islamic jurisprudence. Sanad criticism serves as an external validation tool by assessing the integrity and competence of transmitters, while matan criticism functions as an internal evaluation by testing the content’s logic and harmony with Islamic values. Within the modern scholarly landscape, this study highlights the importance of integrating traditional hadith approaches with contemporary analytical tools to maintain the relevance of hadith research amid current intellectual and societal developments. The study concludes that the synthesis of sanad and matan criticism provides a comprehensive methodological structure for verifying hadith authenticity. Such a systematic and analytical framework not only strengthens the academic discipline of Islamic studies but also enhances public religious literacy and encourages a more contextual, applicable understanding of hadith in today’s world.



