ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY“Y“DI BIDAN PRAKTEK SWASTA HJ. YENNI FITRI S. KEB KECAMATAN MANDIANGIN KOTO SELAYAN KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2025

Penulis

  • Meliyanis Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
  • Chyka Febria Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
  • Lisa Ernita Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Kata Kunci:

Asuhan Kebidanan Komprehensif, Continuity Of Care

Abstrak

Asuhan kebidanan komprehensif merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan secara menyeluruh dan berkesinambungan, mencakup masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana (KB). Pelayanan ini bertujuan untuk mencegah komplikasi serta menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Melalui pendekatan Continuity of Care (COC), bidan dapat melakukan deteksi dini terhadap risiko tinggi maternal dan neonatal, serta memberikan intervensi tepat waktu guna mencegah morbiditas dan mortalitas. Bidan berperan penting dalam memberikan pelayanan antenatal, penyuluhan kesehatan, pendampingan selama proses persalinan, serta pemantauan kondisi ibu dan bayi pasca persalinan. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2023, angka kematian ibu di dunia mencapai 260.000 kasus, sedangkan angka kematian bayi sebesar 2,3 juta jiwa. Di Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Barat, kasus kematian ibu dan bayi masih relatif tinggi. Namun, di Kota Bukittinggi, terjadi penurunan signifikan pada angka kematian ibu dengan hanya tiga kasus kematian bayi pada tahun 2023. Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dilakukan melalui penerapan Buku KIA sebagai alat pendukung deteksi dini, monitoring, dan edukasi bagi ibu dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada seorang ibu hamil trimester III hingga tahap keluarga berencana di Bidan Praktek Swasta Hj. Yenni Fitri, S. Keb, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi Tahun 2025. Melalui penerapan manajemen Varney dan pendokumentasian SOAP, diharapkan asuhan kebidanan ini dapat menjadi model praktik dalam meningkatkan kualitas pelayanan maternal dan neonatal serta menjadi motivasi untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.

Betel leaf (Piper betle L.) is a traditional plant known to contain flavonoid compounds with various pharmacological activities. This study aims to examine the method for determining the total flavonoid content in the ethanolic extract of betel leaves using UV-Vis spectrophotometry through a narrative literature review. Literature searches were conducted on Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, and SINTA databases using relevant keywords. The review of five studies (2015-2025) showed that the total flavonoid content of betel leaf ethanolic extract varied between 1.07% to 17.6 mg QE/g extract. This variation was influenced by the type of leaf (green or red), extraction method (maceration, soxhlet, reflux), type and concentration of solvent, and the maximum wavelength (λmax) used, which ranged from 420-438 nm. The soxhlet method yielded the highest flavonoid content due to its better extraction efficiency with continuously circulating hot solvent. Quercetin was used as a comparison standard in all studies. It was concluded that UV-Vis spectrophotometry is a fast, sensitive, and reliable method for determining the total flavonoid content of betel leaves, although more detailed standardization of analytical conditions is needed for more consistent results.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30