HUBUNGAN ANTARA KCERDASAN SPRITUAL DENGAN KEJUJURAN SISWA DI SMAN 2 HARAU

Penulis

  • Muhammad Agil UIN Bukittinggi
  • Junaidi UIN Bukittinggi

Kata Kunci:

Kejujuran Siswa, Kecerdasan Spiritual

Abstrak

Kurangnya kejujuran di SMAN 2 Harau, meskipun ada banyak kegiatan spiritual, merupakan dorongan untuk penelitian ini, yang didorong oleh pengamatan dan wawancara dengan guru PAI dan pembina asrama. Alasan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara sifat amanah dengan pengetahuan duniawi. Salah satu aspek dari kecerdasan spiritual adalah nilai kejujuran, yang merupakan mahkota bagi orang-orang mulia yang dijanjikan oleh Allah akan mendapatkan nikmat yang berlimpah. Ia menggunakan posisinya, yang sejalan dengan para nabi (shiddiqan nabiyaa), sebagai sumber perspektif dan mitra dalam mengejar pemenuhan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan bagaimana dua variabel berinteraksi satu sama lain. Sebagai hasilnya, penulis penelitian ini mencoba menggunakan informasi yang dikumpulkan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menginterpretasikan peristiwa. Paparan data hasil pengolahan SPSS 20.0.2.0 (20) menunjukkan bahwa beberapa pengujian yang diawali dengan analisis uji instrumen dan diakhiri dengan analisis uji hipotesis, menghasilkan bentuk persamaan hubungan antara variabel X dan variabel Y, yaitu Y = 29,683 + 0,328X dengan besar varians garis regresi Freg sebesar 6,700. Kemudian, berdasarkan hasil uji korelasi antara variabel X dan Y, mendapatkan koefisien hubungan rhitung sebesar 0,328. Nilai rhitung sebesar 0,328 lebih besar dari rtabel sebesar 0,227 jika dibandingkan dengan rtabel dengan N 75 dan 5% sebesar 0,227. Oleh karena itu, jika nilai rhitung > rtabel, maka Ha diterima yang menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual dan kejujuran siswa di SMAN 2 Harau berkorelasi positif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data mengenai hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kejujuran siswa di SMAN 2 Harau, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Kecerdasan spiritual yang dimiliki siswa SMAN 2 Harau termasuk dalam kategori sedang, dengan nilai rata-rata 57,33 dan standar deviasi 4,856 berada pada rentang 53-59. 2. Siswa SMAN 2 Harau termasuk dalam kategori kurang jujur, dengan nilai rata-rata 48,48 dan standar deviasi 5,840, berada pada rentang 45-51. 3. Tabel correlations menunjukkan bahwa nilai rhitung sebesar 0,290 dan nilai rtabel (dfN-2, 75-273) pada taraf signifikan 5% adalah 0,227, sehingga rhitung rtabel (0,290 0,227), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis uji hipotesis tersebut, diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif antara kecerdasan spiritual dengan kejujuran pada siswa SMAN 2 Harau. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa kecerdasan spiritual dan kejujuran berkorelasi positif di SMAN 2 Harau. Untuk tingkat hubungan antara wawasan yang mendalam dengan kejujuran siswa, diketahui dari hasil uji assurance sebesar 8,40%.

The lack of honesty at SMAN 2 Harau, despite many spiritual activities, was the impetus for this study, which was prompted by observations and interviews with PAI teachers and dormitory coaches. The purpose of this study was to look at the relationship between student honesty and spiritual intelligence. The value of honesty, which is the crown of the personality of the noble people whom Allah has promised will receive abundant favors from Him, is one aspect of spiritual intelligence. Its position is aligned with the prophets (shiddiqan nabiyaa) and is used as a source of perspective to be a companion in seeking personal satisfaction. This research uses a correlational quantitative approach, which is a type of research that seeks to see and explain how two variables affect each other. Therefore, the author in this study tries to describe, explain, and interpret events in accordance with the facts obtained. The data presentation of the results of SPSS 20.0.2.0 processing (20) shows that several tests, starting with the instrument test analysis and ending with the hypothesis test analysis, produce a form of relationship equation between variable X and variable Y, namely Y = 29.683 + 0.328X with a large variance of the regression line Freg of 6.700. Then, based on the results of the correlation test between variables X and Y, get a relationship coefficient rcount of 0.328. The rcount value of 0.328 is greater than the rtable of 0.227 when compared to the rtable with N 75 and 5% of 0.227. Therefore, if the value of rcount> rtabel, then Ha is accepted which indicates that spiritual intelligence and honesty of students at SMAN 2 Harau are positively correlated. Based on the results of research and data analysis regarding the relationship between spiritual intelligence and student honesty at SMAN 2 Harau, the following conclusions can be drawn: 1. Spiritual intelligence owned by students of SMAN 2 Harau is included in the moderate category, with an average value of 57.33 and a standard deviation of 4.856 in the range of 53-59. 2. Students of SMAN 2 Harau are included in the less honest category, with an average value of 48.48 and a standard deviation of 5.840, in the range of 45-51. 3. The correlations table shows that the rcount value is 0.290 and the rtable value (dfN-2, 75-273) at a significant level of 5% is 0.227, so that rcount rtable (0.290 0.227), then Ho is rejected and Ha is accepted. Based on the results of the hypothesis test analysis, it is known that there is a positive relationship between spiritual intelligence and honesty in students of SMAN 2 Harau. Therefore, it can be concluded that spiritual intelligence and honesty are positively correlated at SMAN 2 Harau. For the level of relationship between deep insight and student honesty, it is known from the assurance test results of 8.40%.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30