IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI WEBSITE TOWN MANAGEMENT SUMMARECON SERPONG MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPE

Penulis

  • Ramadhan Andreyanto Universitas Bina Sarana Informatika
  • Wildan Arief Widharma Universitas Bina Sarana Informatika
  • Reva Restu Nugraha Universitas Bina Sarana Informatika
  • Belsana Butar Butar Universitas Bina Sarana Informatika
  • Elly Indrayuni Universitas Bina Sarana Informatika

Kata Kunci:

Capital Adequacy Ratio (CAR), Website, Portal Berita, Prototyping, CodeIgniter

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF), dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap kinerja keuangan Bank BTN Syariah yang diukur dengan Return on Assets (ROA). Kinerja keuangan menjadi indikator penting dalam menilai tingkat kesehatan dan efisiensi suatu bank, terutama pada perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip keadilan dan larangan riba. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan (Annual Report) Bank BTN Syariah selama periode 2020–2024. Analisis data dilakukan dengan metode analisis regresi linier berganda, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh parsial maupun simultan dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA), yang berarti semakin tinggi tingkat kecukupan modal, maka semakin baik kinerja keuangan bank. Non Performing Financing (NPF) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA), yang menunjukkan bahwa peningkatan pembiayaan bermasalah akan menurunkan profitabilitas bank. Sementara itu, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap Return on Assets (ROA), yang mengindikasikan bahwa peningkatan beban operasional belum memberikan pengaruh yang berarti terhadap penurunan profitabilitas. Secara simultan, ketiga variabel tersebut (CAR, NPF, dan BOPO) berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan Bank BTN Syariah dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 92,6%, sedangkan sisanya sebesar 7,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan modal yang baik, pengendalian pembiayaan bermasalah, serta peningkatan efisiensi operasional menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan profitabilitas bank syariah. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori CAMELS dan Shariah Enterprise Theory, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara efisiensi, manajemen risiko, dan tanggung jawab sosial dalam menciptakan keberlanjutan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

This study aims to analyze the effect of Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Financing (NPF), and Operating Expenses to Operating Income (BOPO) on the financial performance of Bank BTN Syariah as measured by Return on Assets (ROA). Financial performance is an important indicator in assessing the health and efficiency of a bank, especially in Islamic banking that operates based on the principles of justice and the prohibition of usury. This type of research is quantitative research using secondary data obtained from the annual financial report (Annual Report) of Bank BTN Syariah for the period 2020–2024. Data analysis was carried out using multiple linear regression analysis methods, which aims to determine the partial and simultaneous effects of each independent variable on the dependent variable. The results show that the Capital Adequacy Ratio (CAR) has a positive and significant effect on Return on Assets (ROA), which means that the higher the level of capital adequacy, the better the bank's financial performance. Non-Performing Financing (NPF) has a negative and significant effect on Return on Assets (ROA), which indicates that increasing non-performing financing will reduce bank profitability. Simultaneously, the three variables (CAR, NPF, and BOPO) have a significant effect on the financial performance of Bank BTN Syariah with a coefficient of determination (R²) of 92.6%, while the remaining 7.4% is influenced by other factors outside the research model. These findings indicate that good capital management, controlling problematic financing, and increasing operational efficiency are important factors in maintaining the stability and profitability of Islamic banks. The results of this study are in line with the CAMELS theory and Shariah Enterprise Theory, which emphasize the importance of a balance between efficiency, risk management, and social responsibility in creating financial sustainability in accordance with sharia principles.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30