TRANSFORMASI POLITIK PUBLIC RELATION DI ERA MEDIA SOSIAL: SEBUAH KAJIAN TENTANG PERUBAHAN SOSIAL DAN KOMUNIKASI POLITIK

Penulis

  • Muh. Aswad Universitas Hasanuddin

Kata Kunci:

Political Public Relations, Komunikasi Politik, Instagram, Media Sosial, Perubahan Sosial

Abstrak

Penelitian ini mengkaji transformasi Political Public Relations (PPR) di era media sosial dengan fokus pada Instagram sebagai medium komunikasi politik visual yang interaktif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana media sosial memengaruhi praktik PPR, bagaimana perubahan komunikasi digital berdampak pada perubahan sosial, dan bagaimana transformasi tersebut berpengaruh terhadap perilaku serta partisipasi politik publik. Menggunakan metode kualitatif deskriptif-interpretatif melalui analisis konten, wawancara mendalam, dan observasi digital, penelitian ini menerapkan pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA) untuk membongkar relasi kekuasaan, strategi framing, dan konstruksi citra dalam konten politik di Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram telah mengubah pola komunikasi dari model satu arah berbasis media massa menuju komunikasi dua arah yang partisipatif, visual, dan berbasis data; meningkatkan personal branding politisi; serta memperkuat proses legitimasi melalui interaksi publik. Selain itu, perubahan ini turut mendorong transformasi sosial dalam bidang pendidikan, budaya politik, ekonomi kreatif, dan dinamika demokrasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram tidak hanya menjadi saluran distribusi pesan politik, tetapi juga arena negosiasi makna antara aktor politik dan masyarakat yang berdampak pada partisipasi politik dan kualitas hubungan publik-politisi.

This study examines the transformation of Political Public Relations (PPR) in the era of social media, focusing on Instagram as an interactive visual medium for political communication. The research aims to analyze how social media influences PPR practices, how digital communication changes drive social transformation, and how this shift affects public political behavior and participation. Employing a descriptive-interpretive qualitative method through content analysis, in-depth interviews, and digital observation, the study applies Critical Discourse Analysis (CDA) to uncover power relations, framing strategies, and image construction within political content on Instagram. The findings reveal that Instagram has shifted political communication from a one-way, mass-media-driven model toward a participatory, visual, and data-driven two-way communication process; strengthened political personal branding; and enhanced legitimacy-building through public engagement. Moreover, this transformation contributes to broader social changes in education, political culture, the creative economy, and the dynamics of digital democracy. The study concludes that Instagram serves not only as a channel for political message distribution but also as a space for meaning negotiation between political actors and the public, influencing political participation and the quality of public–politician relations.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30