PERAN PENGURUS PESANTREN DALAM MANAJEMEN MUTU PELAKSANAAN SHALAT JAMAAH DI PONDOK PESANTREN THARIQAT SHUFIYAH LANGGAR TENGAH

Penulis

  • Wulan Fitria Anisa UIN Madura
  • Waqiatul Masrurah UIN Madura
  • Lailatul Firdausi Universitas Al-Amien Prenduan

Kata Kunci:

Manajemen Mutu, Shalat Jamaah, Peran Pengurus, Pesantren, Kedisiplinan Santri

Abstrak

Shalat jamaah sebagai ibadah fundamental dalam kehidupan pesantren memerlukan sistem manajemen yang efektif untuk memastikan pelaksanaannya berjalan tertib dan berkualitas. Struktur kepengurusan terbagi dalam tiga tingkat yaitu pengurus utama, pengurus ubudiyah, dan pengurus mushola harian yang masing-masing memiliki tugas spesifik namun saling melengkapi. Pengurus utama menetapkan kebijakan dan standar mutu, pengurus ubudiyah menghubungkan kebijakan dengan pelaksanaan lapangan, sedangkan pengurus mushola harian mengawasi dan membimbing santri secara langsung. Kekuatan sistem ini terletak pada kolaborasi antarjenjang dan penerapan pengawasan berbasis keteladanan yang tidak hanya bersifat administratif tetapi juga edukatif dan moral. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan seperti penanganan santri yang melawan, dan menjaga konsistensi kedisiplinan. Secara keseluruhan, dedikasi pengurus menunjukkan komitmen serius terhadap mutu shalat jamaah yang tidak hanya menjaga ketertiban formal tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas santri. Tujuan dari artikel ini tidak lain ingin mengkaji lebih dalam bagaimana penguru berperan dalam manajemen mutu yang dilakukan lewat program shalat berjamaah dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif.

Congregational prayer as a fundamental act of worship in Islamic boarding school life requires an effective management system to ensure its implementation runs in an orderly and quality manner. The management structure is divided into three levels, namely the main administrator, ubudiyah administrator, and daily prayer room administrator, each of whom has specific but complementary duties. The main management sets policies and quality standards, the ubudiyah management links policies with field implementation, while the daily prayer room management supervises and guides the students directly. The strength of this system lies in collaboration between levels and the implementation of example-based supervision which is not only administrative but also educational and moral. However, there are several challenges such as handling students who resist, and maintaining consistent discipline. Overall, the management's dedication shows a serious commitment to the quality of congregational prayers which not only maintains formal order but also shapes the character and spirituality of the students. The aim of this article is none other than to examine in more depth how teachers play a role in quality management carried out through congregational prayer programs using descriptive qualitative research.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30