PERSEPSI GENERASI MUDA TERHADAP TRADISI NGABEN (STUDI KASUS DI DESA KERTA BUANA KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG)
Kata Kunci:
Persepsi, Generasi Muda, Tradisi, Ngaben, Pelestarian BudayaAbstrak
Ni Kadek Dwi Rahayu, 2025 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, “Persepsi Generasi Muda terhadap Tradisi Ngaben (Studi Kasus di Desa Kerta Buana Kecamatan Tenggarong Seberang)”. Dibawah bimbingan Prof. Dr. H. Moh. Bahzar., M.Si. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi generasi muda terhadap tradisi Ngaben, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelestarian tradisi tersebut, serta menganalisis upaya yang dilakukan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi Ngaben di tengah perubahan sosial budaya yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ketua dan anggota organisasi kepemudaan Hindu (Peradah) serta masyarakat Desa Kerta Buana. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi generasi muda terhadap tradisi Ngaben di Desa Kerta Buana bersifat beragam. Sebagian besar menunjukkan sikap positif, menganggap Ngaben sebagai kewajiban religius dan sarana mempererat solidaritas sosial. Namun terdapat pula pandangan kritis atau negatif, terutama terkait biaya pelaksanaan, keterbatasan waktu, dan pengaruh modernisasi. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal (kesibukan, ekonomi, kurangnya pemahaman tradisi) dan faktor eksternal (perubahan sosial budaya serta pengaruh media digital). Meskipun demikian, generasi muda tetap menunjukkan komitmen dalam pelestarian tradisi melalui kerjasama dengan masyarakat adat dan inovasi, seperti mendokumentasikan prosesi Ngaben di media sosial serta mendukung pelaksanaan Ngaben massal sebagai bentuk adaptasi zaman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga dan menyesuaikan tradisi Ngaben dengan konteks kehidupan modern. Dengan kolaborasi lintas generasi dan pendekatan kreatif, tradisi ini dapat terus hidup tanpa kehilangan nilai spiritual dan budaya yang mendasarinya.
Ni Kadek Dwi Rahayu, 2025 Faculty of Teacher Training and Education, “Youth Perception of the Ngaben Tradition (A Case Study in Kerta Buana Village, Tenggarong Seberang District)”. Under the guidance of Prof. Dr. H. Moh. Bahzar., M.Si. The purpose of this study is to describe the perceptions of young people toward the Ngaben tradition, identify the challenges they face in preserving it, and analyze their efforts to maintain the continuity of this ancestral practice amid social and cultural change. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the head and members of the Hindu youth organization (Peradah) as well as local residents of Kerta Buana Village. Data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation. The findings revealed that young people’s perceptions of the Ngaben tradition are diverse. Most participants hold positive views, seeing Ngaben as a religious duty and a means to strengthen community solidarity. However, some expressed critical or negative perspectives, mainly due to economic constraints, time limitations, and the influence of modernization. The study identified internal factors (busy schedules, limited understanding of tradition, and financial challenges) and external factors (social and cultural changes, as well as the impact of digital media) that hinder youth participation. Nevertheless, young people actively contribute to cultural preservation through collaboration with elders and innovative practices, such as documenting the ceremony on social media and supporting mass Ngaben ceremonies as a modern adaptation. In conclusion, the study emphasizes that youth play a strategic role in sustaining and revitalizing the Ngaben tradition. Through cross-generational cooperation and creative adaptation, the tradition can continue to thrive without losing its sacred and cultural essence.



