PENGARUH INTENSITAS MENONTON YOUTUBE TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA EKSPRESIF ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK DHARMA WANITA

Penulis

  • Halen Dwistia Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Rusyd Kotabumi, Indonesia
  • Nuriska Aulia Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Rusyd Kotabumi, Indonesia
  • Jesika Widiawati Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Rusyd Kotabumi, Indonesia
  • Putri Febriani Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Rusyd Kotabumi, Indonesia

Kata Kunci:

Youtube, Bahasa Ekspresif, Anak Usia Dini, Intensitas Menonton

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh intensitas menonton YouTube terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak usia 4–6 tahun di TK Dharma Wanita. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya penggunaan gawai pada anak usia dini yang berpotensi memengaruhi pemerolehan bahasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali data secara mendalam dari guru dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang menonton YouTube dalam durasi tinggi cenderung mengalami keterbatasan kosakata, penggunaan frasa sederhana, serta ketergantungan pada ungkapan yang ditiru dari konten video. Anak juga mengalami kesulitan menyusun kalimat secara spontan dan menunjukkan perilaku “scripted speech”. Sebaliknya, anak dengan durasi menonton rendah dan mendapat pendampingan orang dewasa memperlihatkan kemampuan bahasa ekspresif yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa YouTube tidak selalu berdampak negatif, tetapi penggunaannya harus disertai pemilihan konten yang tepat, pembatasan durasi, serta interaksi pendamping sebagai stimulasi utama perkembangan bahasa. Penelitian ini memberikan implikasi bagi guru dan orang tua dalam merancang strategi literasi digital yang lebih terarah bagi anak usia dini..

This study aims to describe the influence of YouTube viewing intensity on the expressive language development of children aged 4–6 years at TK Dharma Wanita. The research is grounded in the increasing use of digital media among young children, which may affect their language acquisition processes. A qualitative approach was employed, using observation, interviews, and documentation to obtain in-depth data from teachers and children. The findings indicate that children who watch YouTube for long durations tend to have limited vocabulary, rely on simple phrases, and frequently imitate expressions from video content without understanding contextual meaning. These children also experience difficulties generating spontaneous sentences and often display “scripted speech” patterns. In contrast, children with lower viewing intensity and consistent adult guidance demonstrate richer vocabulary use and more structured expressive language abilities. The study highlights that YouTube does not inherently produce negative effects; rather, its impact depends on content selection, viewing duration, and the presence of adult–child interaction. These results provide important implications for teachers and parents in designing more intentional digital literacy strategies for early childhood learners.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30